Zhang Xinjun kini semakin merasa nyaman bermain di level PGA TOUR dan mulai merasa nyaman di antara para bintang top dunia.

Belakangan ini langkah pegolf asal China Zhang Xinjun terasa sangat ringan bahkan sedikit melambung. Hal ini ia rasakan terutama tatkala mengikuti kompetisi di level PGA TOUR.

Perlahan, tapi pasti, pegolf berusia 32 tahun ini mulai melangkah pasti pada musim keduanya berkompetisi di sirkuit profesional terkemuka di dunia ini. Kini ia merasa lebih percaya diri untuk memenuhi sejumlah targetnya pada tahun 2020 ini.

Dua kali finis di peringkat 10 besar pada ajang Safeway Open dan Houston Open telah melambungkan peringkatnya ke posisi 46 pada daftar poin FedExCup saat ini. Dan ia sendiri berharap bahwa performanya yang bagus ini bisa membawanya untuk bermain pada FedExCup Playoffs dan Olimpiade di Tokyo tahun ini.

“Saya pikir saya telah berkembang menjadi pemain yang lebih baik pada tahun ini. Teknik saya menjadi lebih baik dan kini saya lebih akrab dengan lapangan-lapangan di sini. Pada umumnya sih, saya rasa saya tidak merasa kesulitan seperti sebelumnya dari segi performa,” ujar Zhang.

Permainannya yang konsisten tahun ini juga terlihat dari peringkatnya untuk kategori Strokes Gained untuk Approach the Green, Around the Green, dan Tee to Green. Namun, ia juga sadar kalau ia perlu meningkatkan performa driving dan putting-nya. Saat ini ia berada di luar jajaran 100 besar untuk kedua kategori terakhir itu.

Namun, yang terpenting bagi Zhang ialah fakta bahwa ia kini merasa lebih santai ketika bermain pada ajang besar, seperti pada AT&T Pebble Beach Pro-Am pekan ini.

“Saya pikir perubahan terbesar bagi saya ialah dari segi mental. Sekarang saya lebih bisa menyesuaikan diri dengan kompetisi di AS ini.”

“Saya merasa lebih rileks. Ketika pertama kali bermain, saya malah merasa sangat tertekan,” ujarnya.

Zhang harus mengalami kejutan dari sisi kualitas ketika melakoni debutnya pada PGA TOUR pada tahun 2018. Bermain dalam 28 turnamen, ia hanya sekali finis di sepuluh besar dan harus gagal lolos cut 16 kali. Tahun lalu ia terpaksa kembali ke Korn Ferry Tour, namun rute ini terbukti sangat membantu meningkatkan percaya dirinya. Dia berhasil menang dua kali dan finis di peringkat teratas pada daftar poin Regular Season. Posisi tersebut membuatnya bisa kembali mendapatkan kartu PGA TOUR.

Kesempatan mempertajam permainannya melalui Korn Ferry Tour terbukti sangat efektif mempersiapkan kembalinya ia ke PGA TOUR.

“Saya pikir perubahan terbesar bagi saya ialah dari segi mental. Sekarang saya lebih bisa menyesuaikan diri dengan kompetisi di AS ini,” imbuhnya.

Zhang finis di peringkat T55 pada Farmers Insurance Open sebelum kemudian bermain dengan skor 68 dan 66 pada dua putaran final Waste Management Phoenix Open hari Minggu (2/2) lalu untuk finis di peringkat T25.

Pada satu-satunya penampilannya pada AT&T Pebble Beach Pro-Am tahun 2018, ia berhasil finis T43.

“Bakal menjadi kehormatan besar jika bisa bermain pada Olimpiade. Tapi saya akan fokus satu demi satu.”

“Saya suka bermain di Pebble Beach. Turnamen ini diadakan di tiga lapangan dan tiap lapangan memiliki ciri khas tersendiri. Saya suka semuanya. Semoga perasaan saya terhadap tempat istimewa ini bisa memberi keberuntungan pekan ini,” ujarnya.

“Jelas saya sangat ingin bermain di FedExCup (Playoffs), tapi prioritas saya saat ini ialah sebisa mungkin mencapai kondisi terbaik. Jadwal saya cukup padat, jadi saya ingin bisa mencapai puncak permainan saya. (Tapi) saya yakin bisa mempertahankan kartu PGA TOUR dan menembus FedExCup.”

Impian Olimpiade
Zhang juga memiliki target lain. Ia berharap bisa mewakili China pada ajang Olimpiade di Tokyo pada musim panas tahun ini. Ia berpeluang untuk membentuk tim yang terdiri dari dua pemain. Saat ini ia merupakan pegolf China dengan peringkat kedua terbaik, menurut Official World Golf Ranking, setelah Li Haotong.

“Bakal menjadi kehormatan besar jika bisa bermain pada Olimpiade. Tapi saya akan fokus satu demi satu. Saya pikir target ini juga memungkinkan,” tuturnya.

Sebagai pegolf, Zhang memang mengusungcita-cita yang demikian tinggi. Ia dibesarkan di pedesaan yang miskin, bahkan harus mendaki gunung untuk bersekolah. Ia juga bekerja sebagai petugas keamanan di lapangan golf di kota Xi’an sebelum akhirnya belajar memainkan olahraga ini.

Kini Zhang memenuhi impiannya berkompetisi di level PGA TOUR. Dan ia benar-benar berniat untuk menempatkan dirinya di jajaran para pegolf top dunia.