Zhang Xinjun kembali bersaing pada ajang PGA TOUR, Corales Puntacana Resort & Club Championship.

Ada nuansa yang menyegarkan dengan efek penyembuhan secara mental yang kerap bisa Anda temukan ketika berada di dekat laut. Sains telah membuktikan hal ini. Dan tampaknya fakta ilmiah tersebut juga sangat membantu bagi banyak pegolf. Dua tahun silam, ketika Corales Puntacana Resort & Club Championship digelar untuk pertama kalinya sebagai bagian dari kalender PGA TOUR musim 2017-2018, Zhang Xinjun mencatatkan finis lima besar pertamanya pada sebuah kompetisi PGA TOUR.

Fakta ini terasa unik memang, terutama melihat latar belakang Zhang. Lahir dan besar di Provinsi Shanxi di China, Zhang lebih mudah digambarkan sebagai anak gunung. Waktu kecil dia harus melintasi gunung untuk bersekolah. Secara kontras, seorang anak gunung bisa bermain dengan sangat baik di pinggiran Laut Karibia untuk pertama kalinya.

Corales Golf Course di Puntacana Resort & Club resmi dibuka satu dekade silam. Desainer Tom Fazio memanfaatkan latar Laut Karibia berhiaskan jurang-jurang dan teluk alami untuk membangun lapangan 18 hole. Dari 18 hole, 6 di antaranya langsung memiliki latar Lautan Karibia yang indah.

Sekali lagi nuansa magis tepi laut ini menghadirkan aura positif bagi permainan Zhang. Pada putaran kedua turnamen yang sebelumnya kerap digelar pada bulan Maret ini, Zhang kembali mencatatkan permainan yang solid. Lima birdie dan dua bogey untuk skor 3-under 69 membawanya ke posisi T5 pada akhir putaran kedua dengan skor total 9-under 135. Meskipun bogey di hole terakhir sangat disayangkan, Zhang akan memainkan putaran akhir pekan sebagai salah satu pesaing.

Skor terbaik pada hari kedua mungkin dibukukan oleh Luke List dan Adam Long dengan skor 7-under 65. Namun, skor 67 bagi Hudson Swafford sudah cukup baginya untuk mempertahankan peringkat teratas setelah sehari sebelumnya juga bermain dengan skor 65. Dengan Sepp Straka, Tyler McCumber, dan Scott Harrington yang bermain tidak lebih baik—bersama Swafford ketiganya sama-sama berbagi peringkat teratas pada hari pertama—Swafford akan memulai putaran ketiga dengan keunggulan dua stroke dari Sean O’Hair Luke List, dan Justin Suh.

 

 

Hasil positif tak hanya menjadi milik Zhang. Wakil Asia lainnya juga tampil lebih baik pada putaran kedua. Pemegang dua gelar PGA TOUR asal Korea, Bae Sangmoon, naik 48 posisi setelah mencatatkan lima birdie dengan hanya satu bogey. Dengan skor total 5-under 139, ia kini ada di peringkat 30 bersama 13 pegolf lainnya.

Arjun Atwal juga menikmati hasil yang lebih baik dengan kombinasi kartu skor yang sama dengan Bae Sangmoon. Sementara pegolf China Taipei pertama yang bermain pada Presidents Cup C.T. Pan bermain satu stroke lebih baik, remaja sensasional asal Korea Kim Joohyung juga memastikan melangkah ke putaran akhir pekan setelah bermain dengan skor total 3-under 141, yang menempatkannya di peringkat T54, bersama Atwal, Pan, dan Anirban Lahiri. Pada putaran kedua ini Kim bermain tanpa bogey dengan tiga birdie. Adapun satu-satunya wakil Asia Tenggara di Karibia pekan ini, Kiradech Aphibarnrat, juga ikut berada di posisi yang sama.

Dengan batas cut-off pada 3-under, jelas kelima wakil Asia ini beruntung bisa berada pada batas yang ditentukan untuk melaju ke putaran akhir pekan. Namun, sekali lagi ini menunjukkan bahwa bermain under saja belumlah cukup untuk membawa seorang pegolf bersaing pada level PGA TOUR.

Putaran ketiga hari ini jelas akan menjadi penentu untuk memastikan persaingan tahap akhir pada putaran final nanti. Bagi Zhang, putaran ketiga dalam debutnya dua tahun silam jelas bukan sesuatu yang ingin ia ulangi. Pada gelaran perdana turnamen ini, Zhang juga menjadi salah satu pesaing di jajaran atas ketika memulai hari ketiga. Namun, kala itu ia justru membukukan skor 2-over 74. Dengan target meraih kemenangan perdana pada PGA TOUR, kali ini ia jelas tidak boleh lengah lagi. Dan ada nada positif yang kerap ia suarakan belakangan ini.

”Rasanya sekarang saya sudah lebih dewasa daripada ketika pertama kali bermain pada ajang PGA TOUR. Target saya pada tiap turnamen ialah fokus pada momen dan pukulan yang ada di depan saya. Berusaha menjadi juara (pada sebuah turnamen) menjadi target bagi tiap pemain, termasuk saya. Satu langkah membawa kita pada ribuan mil dan yang bisa saya lakukan ialah tetap fokus pada tiap turnamen dan tiap swing,” tutur Zhang, yang mengakhiri musim 2019-2020 lalu di peringkat 78 pada klasemen akhir FedExCup.

Bagaimanapun juga, dengan dua putaran tersisa dan aura magis bermain di tepi laut, kita masih dapat berharap tujuh wakil Asia yang tersisa bisa memaksimalkan permainan mereka.