Zhang Xinjun finis di 10 besar pada Memorial Tournament presented by Nationwide.

Zhang Xinjun bakal mengenang terus pengalaman debutnya pada turnamen besutan Jack Nicklaus, Memorial Tournament presented by Nationwide. Pegolf berusia 33 tahun ini bertarung dengan penuh kesabaran pada putaran final di Muirfield Village hari Minggu (19/7) kemarin. Meskipun ia harus menuntaskan putaran final itu dengan skor 1-over 73, ia memastikan finis di posisi T10.

Hasil tersebut merupakan prestasi sepuluh besar ketiga bagi Zhang pada musim 2019-2020 ini. Prestasi ini pun melambungkan posisinya ke peringkat 64 pada klasemen FedExCup. Tapi yang lebih penting lagi, hasil ini mengakhiri catatan buruk yang ia peroleh ketika gagal lolos cut dalam empat turnamen PGA TOUR terakhir.

”Saya bermain dengan luar biasa sabar hari ini (kemarin). Angin berembus dengan kencang, dan tak banyak peluang untuk mendapatkan birdie. Dalam tujuh hole pertama, saya hanya berjuang untuk mengamankan par,” ujar Zhang, yang mencatatkan skor total 288, 9 stroke di belakang Jon Rahm.

Setelah bogey di hole 6 dan 12, Zhang memasukkan putt sejauh lebih dari 40 kaki (12 meter) di hole 13 dan 15 yang masing-masing membuahkan birdie. Di hole 14 par 5, ia juga mencatatkan birdie ketiganya setelah melakukan pukulan drive luar biasa sejauh 321 yard dan mencatatkan par berkat dua putt.

”Saya menemukan sejumlah kelemahan dan berfokus untuk melatihnya. Pekan ini, swing saya kembali. Pukulan saya kembali solid, ….” — Zhang Xinjun.

Sayangnya, ia kemudian mendapat dua bogey di hole 16 dan 18 untuk finis dengan skor 73.

Bagaimanapun juga, putaran final tersebut memang terbilang sangat berat bagi seluruh pemain. Skor rata-rata pada hari itu ialah 75,959. Catatan ini merupakan catatan skor PGA TOUR tertinggi sejak U.S. Open 2018.

”Saya memasukkan dua birdie dari jarak jauh. Lalu drive saya di hole 14 juga sempurna … bolanya berhenti di green. Itulah pukulan terbaik hari itu. Di hole 16 dan 18 saya merasa kesulitan untuk menghentikan bola di atas green, jadi sangat sulit untuk mengamankan par. Tapi saya merasa puas dengan skor yang saya peroleh,” ujar Zhang, yang sempat finis T37 pada ajang Korn Ferry Tour, The King & Bear Classic di World Golf Village, ajang yang berlangsung bersamaan dengan RBC Heritage.

Musim ini merupakan musim kedua bagi Zhang bermain pada PGA TOUR setelah musim perdana yang sangat menantang pada tahun 2018 lalu. Kala itu ia gagal lolos cut dalam 16 turnamen dari total 28 ajang yang ia ikuti. Ada perasaan deja vu ketika ia kembali bertanding, menyusul rehat tiga bulan akibat pandemi COVID-19. Namun, ada perasaan lega setelah hasil akhir yang ia capai di Muirfield Village itu.

”Saya tak memiliki permainan, tak ada perasaan apa-apa ketika PGA TOUR kembali bergulir. Swing saya rasanya berantakan,” ujarnya. ”Saya berusaha untuk mendapatkan perasaan itu lagi. Permainan saya tidak cukup bagus dalam beberapa pekan terakhir, tapi ada banyak pengalaman yang saya peroleh. Saya menemukan sejumlah kelemahan dan berfokus untuk melatihnya. Pekan ini, swing saya kembali. Pukulan saya kembali solid, hampir seperti sebelum pandemi.

 

Rekan senegara Zhang Xinjun, Li Haotong juga turut bertanding pada Memorial Tournament presented by Nationwide. Sayangnya, ia harus gagal lolos cut setelah bermain 74 dan 77. Foto: Getty Images.

 

”Saya bersemangat sekali berada dalam jalur yang tepat untuk mengikuti FedExCup Playoffs. (Jika berhasil,) ini akan menjadi Playoffs pertama saya, yang jelas akan menjadi terobosan besar dan memberi awal yang baik buat saya. Saya sangat bersemangat!”

Seperti halnya para pegolf lain, Zhang lekas beradaptasi dengan suasana turnamen tanpa kehadiran penggemar karena alasan keselamatan dan kesehatan. Pegolf asal China, yang telah dua kali menjuarai ajang Korn Ferry Tour pada musim lalu untuk meraih kembali kartu PGA TOUR-nya, sempata merasa kehilangan akan keberadaan para penggemar di lapangan. Namun, kini ia merasa ketidakhadiran penonton justru menjadi salah satu faktor yang membantunya.

”Ketidakhadiran penonton ada plus-minusnya. Dengan adanya penonton, saya bisa merasa lekas bersemangat ketika melakukan pukulan bagus. Tapi tanpa penonton, saya bisa lebih fokus pada permainan, dan ini pastinya bukan hal yang jelek. Saya (tetap) berharap para penggemar bisa segera kembali menonton,” ujarnya.

Sayangnya, pencapaian Zhang ini belum diikuti oleh rekan senegaranya, Li Haotong. Li yang baru kembali berkompetisi sejak ajang PGA TOUR kembali dipertandingkan harus gagal lolos cut setelah hanya membukukan skor 74 dan 77.

1 Comments

Comments are closed.