Dari sekadar menyaksikan di TV, Zhang Xinjun akan memulai debutnya pada THE PLAYERS Championship.

Semula Zhang Xinjun hanya bisa menyaksikan THE PLAYERS Championship di TV. Kini ia tak hanya bisa berada langsung di The Stadium Course, TPC Sawgrass, tapi juga bakal bersaing dengan para pegolf terbaik dunia ketika ajang flagship PGA TOUR ini dimulai Kamis (11/3) waktu setempat.

Pegolf yang kini berusia 33 tahun inii menjadi pegolf China Daratan kedua setelah Li Haotong yang berhak tampil pada kejuaraan yang memperebutkan total hadiah senilai US$15 juta ini. Yang juga membuatnya istimewa bagi Zhang ialah bahwa selama bertahun-tahun kejuaraan ini telah mendapat status istimewa dengan menjadi turnamen dengan peserta tertangguh dari turnamen golf di seluruh dunia.

”Saya belum berpikir untuk memenangkan ajang ini. Saya hanya berharap bisa mendapatkan hasil yang bagus. Namun, kalau bisa meraih kemenangan, pasti akan menjadi dorongan yang besar bagi perkembangan golf di China,” tutur Zhang.

Rekan senegaranya, Li, sempat bermain pada THE PLAYERS 2018 dan 2019 ketika ia menjadi salah satu pegolf berperingkat 50 besar dunia. Sayangnya, ia harus gagal lolos cut dalam dua kesempatan tersebut. Zhang, yang kini menjadi satu-satunya pegolf China Daratan yang bermain pada PGA TOUR dalam dua musim terakhir, jelas berharap bisa melangkah lebih baik.

”Saya merasa bersemangat,” ujarnya, ”Ini Major kelima dengan peserta yang kuat. Biasanya saya menyaksikan siaran langsung THE PLAYERS di TV dan saya juga rutin berlatih di TPC Sawgrass. Saya sangat menyukai lapangannya dan telah merindukan memiliki kesempatan untuk bersaing dalam turnamen ini. Saya berharap bisa memiliki performa yang baik.”

”Green-nya lebih kecil daripada yang saya kira. Ketika tidak ada angin, tidaklah sulit memainkannya. Namun, jika angin bertiup, akan sulit mengontrol akurasi dan menemukan spot yang tepat untuk mendaratkan bola Anda.”

Perjalanan Zhang memang menjadi kisah yang inspiratif. Besar dalam keluarga petani di Shanxi, ia mengenal golf pada akhir masa remajanya ketika bekerja sebagai petugas keamananan di lapangan golf setempat. Bakat alaminya lekas membawanya masuk Tim Nasional China ketika masih amatir. Setelah beralih profesional tahun 2010, ia meraih gelar profesionalnya dengan dua kali memenangkan ajang PGA TOUR Series-China. Ia pun mewujudkan impian Amerikanya dengan meraih kartu PGA TOUR pada 2018 melalui Korn Ferry Tour. Pada Tour tersebut ia juga meraih dua kemenangan. Dan tahun lalu ia menjadi pegolf China Daratan pertama yang menembus FedExCup Playoff.

Tahun 2020 ini ia berdomisili di sekitar TPC Sawgrass, di Jacksonville. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk berlatih dan bermain di lapangan karya Pete Dye, The Stadium Course. Dan kini iab erharap bisa memanfaatkan pengenalannya akan lapangan terkenal, yang dianggap sebagai ujian paling murni pada olahraga ini.

”Lapangan ini menuntut banyak pembentukan pukulan. Misalnya, Anda mesti memukul draw di hole 2 dan 10, dan memainkan fade di hole 4. Layout-nya menuntut akurasi driving dan menggerakkan bola ke dua arah. Tak mengherankan kalau lapangan ini sangat menantang dan menuntut seorang pemain untuk berada dalam puncak permainannya dalam setiap aspek. Saya suka memukul fade dan draw, jadi saya tak sabar untuk bermain di lapangan ini,” tandas ayah dari dua anak ini.

Zhang juga dengan mudah menyebut hole 17 par 3 dengan green pulau yang terkenal itu sebagai desain Dye yang menonjol. ”Sudah berkali-kali saya memainkan hole 17 itu. Sensasi ketika benar-benar memainkan hole itu terasa berbeda dengan ketika melihatnya di TV. Green-nya lebih kecil daripada yang saya kira. Ketika tidak ada angin, tidaklah sulit memainkannya. Namun, jika angin bertiup, akan sulit mengontrol akurasi dan menemukan spot yang tepat untuk mendaratkan bola Anda,” tandasnya.

Ia sadar bahwa peluangnya sangat kecil untuk bisa memenangkan ajang ini dalam penampilan pertamanya. Sejauh ini hanya dua pegolf yang berhasil melakukannya. Mereka adalah Hal Sutton pada tahun 1983 dan Craig Perks tahun 2002.