Favorit tuan rumah mewujudkan harapan dengan menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific dengan kemenangan meyakinkan.

Yuka Yasuda berhasil mewujudkan harapan publik tuan rumah dengan permainan fenomenal pada putaran final hari ini (28/4). Memulai kejuaraan ini dengan berada tujuh stroke di belakang Becky Kay, pimpinan klasemen saat itu, kini ia menuntaskan pekan istimewa ini dengan keunggulan delapan stroke. Skor 7-under 65 yang ia bukukan hari ini menegaskan kualitasnya sebagai pegolf amatir wanita nomor satu Jepang.

Bermain dengan keunggulan dua stroke dari dua pesaing terdekatnya, juara bertahan asal Thailand Atthaya Thitikul dan pegolf Korea Hong Yae-eun, Yasuda langsung meninggalkan para pesaingnya itu berkat tiga birdie berturut-turut di tiga hole pertamanya. Dengan cuaca hari Minggu yang jauh lebih ideal daripada putaran kedua dan ketiga, Yasuda melanjutkan dominasinya pada hari terakhir dengan menambah dua birdie lagi di hole 5 dan 8, yang membuatnya memegang keunggulan tujuh stroke dari sang juara bertahan.

Thitikul sendiri sempat memulai putaran final ini dengan birdie di hole pertama, namun mendapat bogey di hole kedua. Dalam tujuh hole berikutnya, ia juga tak kunjung mendapat birdie dan hanya bisa bertahan dengan skor par. Meskipun ia akhirnya mendapatkan birdie kedua di hole 13, ia sudah hampir mustahil mengejar perolehan skor Yasuda, yang juga mencatatkan birdie di hole yang sama, yang sekaligus memperlebar selisih keduanya menjadi tujuh stroke.

Yasuda akhirnya memastikan sebelah tangannya memegang trofi bergengsi ketika ia mencatatkan birdie ketujuhnya di hole 16. Dengan bermain par di dua hole terakhir, ia tak hanya memastikan memiliki kartu skor yang bersih dari bogey, tapi juga memenangkan kejuaraan prestisius yang layak layak disebut sebagai kejuaraan Major bagi para pegolf amatir wanita di wilayah Asia Pasifik.

Keberhasilannya kali ini jelas tidak terlepas dari permainan fenomenalnya di empat hole terakhir putaran ketiga. Kala itu, ia berhasil menorehkan tiga birdie dan sebuah eagle, yang melambungkan dirinya ke posisi teratas klasemen sementara. Keunggulan dua stroke itu kemudian menjadi batu loncatan baginya untuk menampilkan permainan yang nyaris sempurna hari ini.

“Saya menampilkan permainan golf yang sangat sempurna hari ini, kecuali beberapa pukulan kedua yang memaksa saya harus melakukan up-and-down. Saya pikir dua par (di hole 7 dan 9) menjadi sangat penting bagi saya untuk mempertahankan momentum hari ini,” tutur Yasuda.

“Finis kemarin (putaran ketiga) juga menjadi sangat penting buat saya karena memberi saya posisi sebagai pemimpin. Berada dalam posisi dikejar sama sulitnya seperti ketika sedang mengejar pimpinan, jadi saya mesti memulai putaran final ini dengan baik. Saya pikir start yang solid hari ini menjadi sangat krusial untuk membantu membuat saya lebih tenang.

Bagi Yasuda, kemenangan ini menjadi kemenangan yang istimewa, bukan saja karena ia melakukannya di depan para penggemar tuan rumah di The Royal Golf Club, tapi juga merupakan kemenangan pertama yang ia raih dengan memegang kendali di puncak klasemen ketika memulai putaran final.

Atthaya Thitikul terpaksa mengakui keunggulan Yuka Yasuda dan menyebut pengalaman pekan ini akan menjadi pelajaran yang sangat berharga baginya. Foto: R&A.

“Sejujurnya, saya tidak berpikir memenangkan kejuaraan ini. Tapi ada begitu banyak orang yang datang dan menyemangati serta memotivasi saya dan saya sangat senang dengan fakta bahwa saya bisa memainkan permainan yang bagus,” ujar Yasuda. “Kemenangan ini sangat luar biasa bagi saya Saya berusaha untuk menjadi pegolf profesional dan saya yakin kemenangan ini akan membuka lebih banyak peluang pada masa mendatang.”

Kemenangan ini juga membuat pegolf asal Kobe ini melanjutkan tren positif di mana ia selalu bermain dengan baik dalam kejuaraan-kejuaraan besar. Setelah menjuarai Japan Women’s Amateur Championship pada tahun 2017, tahun 2018 ia mencatatkan tiga kemenangan. Selain menjuarai Women’s Australian Master of the Amateurs turnamen yang berstatus B pada World Amateur Golf Ranking, ia kemudian menjuarai JHGA Spring Championship 15-17 dan menjuarai Toyota Junior World Cup.

Sepanjang 2018 itu, ia juga ikut bermain dalam delapan turnamen Japan LPGA dan hanya sekali tidak lolos cut. Lima di antaranya ia berhasil finis di peringkat 15 besar. Ia finis di peringkat 7 pada ajang Studio Alice Ladies Open, finis di posisi 3 pada Daito Kentaku Eheyanet Ladies, dan finis di peingkat 6 Munsingwear Ladies Tokai Classic.

Awal tahun ini ia sempat mengalami cedera dan terpaksa mundur dari ajang Women’s Australian Master of the Amateurs. Namun, ia kembali menorehkan hasil mengagumkan ketika berhasil finis di peringkat ketiga pada gelaran perdana Augusta National Women’s Amateur Championship. Kala itu ia berbagi posisi dengan pegolf Filipina Yuka Saso.

Kemenangan ini turut memberinya tempat untuk bermain dalam dua ajang Major, AIG Women’s British Open dan The Evian Championship. Selain itu, ia juga dipastikan kembali ke Augusta National Women’s Amateur 2020, dengan catatan ia masih mempertahankan status amatirnya.

“Saya sangat bersemangat mendapat dua kesempatan tersebut. Pengalaman itu nantinya pasti akan membantu saya menjadi pemain yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Meskipun akhirnya gagal mempertahankan gelarnya, Thitikul masih berhasil finis di tempat kedua. Sebagai pemain berperingkat dunia tertinggi, No.9 dunia ketika memulai kejuaraan ini, ia berusaha untuk tampil maksimal dan berusaha main solid, setelah sempat mendapat bogey di hole 2, namun birdie yang tak kunjung ia dapatkan membuatnya gagal memberi tekanan bagi Yasuda.

“Permainan saya tidak begitu jelek. Ada beberapa putt birdie yang meleset, tapi Yasuda malah memainkan putarannya dengan solid dan ia menunjukkan performa yang luar biasa,” ujar Thitikul yang mengakui keunggulan sang juara.

Lee Ye-won menempati peringkat ketiga setelah mengumpulkan skor total 2-under 286, sementara Yuna Nishimura (kanan) menempati peringkat kelima dengan torehan skor 289. Foto: R&A.

“Saya senang (dengan permainan pekan ini). Saya datang sebagai juara bertahan dan sangat menikmati berada di sini. Kami bermain dalam beberapa kondisi yang sangat berat dan pengalaman itu bakal menjadi pelajaran yang sangat penting buat saya.”

Dua pegolf Korea, Lee Ye-won dan Hong Yae-eun finis di peringkat tiga dan empat, masing-masing dengan catatan 2-under 286 dan 1-under 287. Sementara rekan senegara Yasuda, Yuna Nishimura, yang memberi perlawanan hingga hole play-off ketiga pada kejuaraan ini tahun lalu, kini finis di peingkat 5 setelah mengumpulkan skor 289.

Sementara itu, dua wakil Indonesia yang berhasil menembus putaran final, Patricia Sinolungan dan Ribka Vania, menuntaskan turnamen ini dengan mencatatkan hasil terbaik dalam dua partisipasi mereka mengikuti ajang ini. Patty, sapaan Patricia, finis di peringkat T42, 11 posisi lebih baik daripada tahun lalu, sementara Ribka ada di peringkat T48.

Leave a comment