Pegolf Filipina Yuka Saso berniat melanjutkan dominasinya di level Asia lewat gelaran Women’s Amateur Asia-Pacific.

Belum genap setengah tahun berlalu sejak meraih medali emas nomor individu Asian Games, pegolf Filipina Yuka Saso berniat untuk melanjutkan dominasinya di kancah Asia ketika ia kembali tampil pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP). Edisi kedua ini bakal digelar pada 25-28 April 2019 di Royal Golf Club, Ibaraki, Jepang.

Pegolf berusia 17 tahun asal Manila ini nyaris menjuarai gelaran perdana ajang elit ini pada tahun lalu. Bermain di Sentosa Golf Club New Tanjong Course, Saso sempat bermain dalam play-off yang diikuti oleh empat pemain. Bogey yang ia peroleh di hole ekstra kedua membuatnya tersingkir. Pegolf Thailand Atthaya Thitikul akhirnya berhasil keluar sebagai juara.

Saso kemudian menebus kegagalan di Singapura itu ketika menjuarai medali emas pada ajang Asian Games di Jakarta pada bulan Oktober 2018. Bersama rekan satu timnya, Bianca Pagdanganan dan Lois Kaye Go, ia juga meraih medali emas untuk nomor beregu. Emas pada kedua nomor ini sekaligus menjadi prestasi pertama yang diraih Filipina sejak mengikuti cabang olahraga golf pada Asian Games. Medali perak individu juga akhirnya dimenangkan oleh Pagdanganan.

Pagdanganan, yang kini menghuni peringkat 72 golf amatir wanita, juga akan menemani Saso di Jepang sebagai bagian dari Tim Filipina yang bakal tampil pada WAAP kali ini. Tiga wakil Filipina lainnya adalah Clare Legaspi, Mikhaela Denise Fortuna, dan Francesca Bernice Olivares Llas.

Saso sendiri kini berada dalam performa yang sangat prima. Dalam tujuh turnamen terakhir yang ia mainkan sejak November 2018, ia hanya sekali finis di luar empat besar. Dengan peringkat 30 golf amatir dunia, ia menjadi pegolf berperingkat tertinggi ketiga yang akan bermain di Ibaraki.

Meski ekspektasi bakal tinggi baginya, apalagi mengingat permainannya tahun lalu yang juga meyakinkan, ditambah dengan beberapa penampilan terakhirnya, Saso berniat untuk menikmati turnamen.

“Saya pikir keberhasilan itu dikarenakan para pemain kini melakukan hal yang tepat dan dukungan yang kami dapatkan sekarang sudah lebih baik lagi.” – Yuka Saso

“Saya merasa sangat bangga pada pencapaian kami pada Asian Games, terutama dengan rekan satu tim saya, Bianca dan Lois. Kami sangat menikmatinya. Asian Games juga mengajarkan banyak hal kepada saya. Jadi, ajang tersebut memberi pengalaman yang sangat bagus,” ujar Saso, yang telah menjalin komitmen dengan Georgia Bulldogs dan akan melakoni karier golf universitas di AS.

“Walaupun tidak menang, WAAP tahun lalu juga sangat menyenangkan, dan saya merasa telah belajar banyak. Saya tidak memikirkan soal nyaris menang, dan finis di posisi T2 juga tidak memberi motivasi ekstra buat saya agar bisa tampil lebih baik tahun ini. Ada banyak hal positif yang bisa saya ambil dari hasil tersebut.

“Sekarang saya tak sabar untuk kembali bermain pada WAAP di Jepang. Kita semua tahu kalau turnamen ini merupakan kejuaraan yang prestisius. Seperti yang saya katakan tadi, saya hanya ingin menikmati setiap momen bisa berada di sana,” ujar Saso.

Performa Saso telah menempatkannya meraih enam kali finis di empat besar dalam tujuh turnamen terakhirnya, termasuk keberhasilannya mempertahankan gelar Philippines Ladies Open bulan lalu. Selain itu, ia juga sempat bermain dalam sejumlah turnamen Japan LPGA Tour dan juga mencatatkan hasil yang cukup konsisten. Tak heran jika ia dianggap sebagai salah satu favorit, meskipun ia menolaknya.

“Saya tak yakin kalau saya telah memainkan permainan golf terbaik saya saat ini, tapi saya senang dengan permainan saya sekarang. Sudah pasti ada banyak hal yang mesti saya latih, tapi yang penting buat saya ialah bahwa saya menikmati bermain di lapangan,” ujar Saso, yang empat kali lolos cut dari lima turnamen profesional yang ia mainkan tahun lalu.

“Saya tak yakin kalau mengikuti turnamen profesional di Jepang akan membantu persiapan saya untuk WAAP. Tapi sudah jelas Royal Golf Club akan menjadi langkah besar buat saya dan saya akan memiliki banyak pertanyaan terkait lapangan tersebut ketika berada di sana.”

Golf wanita tengah mengalami ledakan positif di Filipina. Selain meraih medali emas pada Asian Games tahun lalu, empat pegolf Filipina juga kini berada di peringkat 100 besar dunia. Saso sendiri memuji Asosiasi Golf Nasionalnya sebagai bagian dari kunci sukses belakangan ini.

Dalam gelaran pertama tahun 2018 lalu, Yuka Saso nyaris memenangkan Women’s Amateur Asia-Pacific, namun harus tersingkir di hole ekstra kedua. Foto: R&A.

“Saya pikir keberhasilan itu dikarenakan para pemain kini melakukan hal yang tepat dan dukungan yang kami dapatkan sekarang sudah lebih baik lagi. Saya tidak berniat untuk mewakili yang lain, tapi saya yakin semuanya, termasuk saya, sangat bersemangat dan tak sabar untuk bermain pada WAAP,” ujarnya.

Peserta yang akan turun di Ibaraki bulan April mendatang terdiri dari 15 pemain yang berada di peringkat 100 WAGR. Kontingen terbesar berasal dari tuan rumah, yang menurunkan delapan pemain. Kemudian, beberapa negara, seperti Bangladesh, Guam, Vietnam, dan Kepulauan Cook juga akan mengirimkan wakilnya. Langkah ini ditujukan sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan golf di negara-negara tersebut.

Pada edisi tahun lalu, juara WAAP mendapatkan slot bermain pada HSBC Women’s Worl Championship dan Women’s British Open. Tahun ini prestise turnamen bertambah dengan sang juara juga akan mendapat undangan untuk tampil pada Augusta National Women’s Amateur 2020, termasuk juga mengikuti AIG Women’s British Open dan The Evian Championship.

Turnamen ini sendiri sengaja diprakarsai oleh R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation dalam rangka memunculkan bakat-bakat baru dan memberikan jalur bagi para pegolf elit amatir wanita untuk tampil di panggung internasional. Turnamen ini sendiri diadakan sebagai salah satu dari kejuaraan kunci yang diselenggarakan oleh R&A, setelah sebelumnya badan berwenang golf ini meluncurkan Women in Golf Charter dan berkomitmen meningkatkan partisipasi wanita dalam olahraga ini.

Turnamen ini sendiri akan diikuti oleh 83 pemain dengan nama-nama pesertanya ditentukan oleh negara anggota Asia Pacific Golf Confederation. Hanya negara-negara yang memiliki pemain yang berada pada World Golf Amateur Ranking saja yang berhak mendapatkan undangan.

Setidaknya ada lima kategori yang diberlakukan untuk menjaring total 82 pemain tersebut. Kategori A, dengan enam pemain per negara, ditujukan bagi negara-negara yang setidaknya memiliki 20 pemain pada WAGR, atau setidaknya satu pemain di peringkat 100 besar WAGR. Kategori B, dengan empat pemain per negara, ditujukan bagi negara-negara yang memiliki 6-19 pemain pada WAGR. Kategori C, dengan satu pemain per negara, ditujukan bagi negara-negara yang memiliki 1-5 pemain pada WAGR. Sementara kategori D, dengan dua peserta, ditujukan bagi Jepang, di mana dua pemain tambahan akan turut memperkuat negara tuan rumah ini. Kategori E, dengan lima pemain undangan, diberikan bagi negara mana pun di wilayah Asia Pasifik, dengan catatan para undangan ini sanggup berkompetisi secara layak pada level kejuaraan. Handicap maksimal untuk kategori ini ialah 5,4.

Leave a comment