Pegolf tuan rumah Xiao Bowen menaklukkan kondisi berangin di Kaikou Golf Club West Course dan bermain 5-under 67 untuk mencuri posisi teratas pada ajang KG S&H CITY Asian Golf Championship hari ini (1/12).

Pegolf berusia 27 tahun tersebut melakoni debutnya pada ajang Asian Tour dengan memanfaatkan keunggulan sembilan hole pertamanya yang solid dengan bermain 32. Ia membukukan satu eagle dengan dua birdie, yang membantunya memuncaki klasemen sementara dengan total 6-under 138.

”Permainan saya hari ini sangat bagus. Saya amat puas dengan cara main saya, terlebih dengan kondisi yang sangat berangin. Malah saya kaget juga bisa mendapat eagle di hole 12,” tutur Xiao yang juga mengaku level permainan Asian Tour jauh lebih tinggi ketimbang China Tour yang biasa ia mainkan.

”Kalau kondisinya masih berangin terus dalam dua hari ke depan, saya akan memainkan strategi yang sama,” katanya lagi.

Xiao dibayangi oleh Namchok Tantipokhakul dari Thailand yang hanya berselisih satu stroke darinya. Namchok mengaku kondisi mentalnya menjadi kunci performanya sehingga bisa berada di peringkat kedua.

”Yang menjadi sorotan saya hari ini ialah hole 14 par 5. Saya mendapatkan kesempatan dengan driver, lalu melakukan lay up pada pukulan kedua saya. Approach ke green saya juga bagus dan bola berhenti tiga yard dari hole untuk birdie,” tutur Namchok.

Meski saat ini posisinya berada di peirngkat 69 Order of Merit Asian Tour, Namchok mengaku tak memikirkannya. Ia memang harus mendapat hasil yang bagus untuk bisa mendongkrak peringkatnya tersebut agar bisa mempertahankan status bermainnya pada Asian Tour musim depan.

”Saya tak banyak memikirkan hal itu. Saya hanya akan memainkan satu demi satu putaran dan satu demi satu pukulan,” tuturnya lagi.

Dua stroke di belakang Namchok, Marcus Both asal Australia berusaha untuk membangkitkan lagi kenangannya ketika menjuarai ajang Asian Tour pertamanya di China. Ia memanfaatkan kondisi lapangan yang, menurutnya, tidak begitu jauh berbeda dengan yang biasa ia mainkan kala berada di Melbourne.

”Makanya saya tidak merasa terlalu terganggu tiap kali harus bermain dalam kondisi yang berangin. Dengan begini saya bisa menunjukkan permainan saya di sekitar lapangan, yang menjadi kekuatan saya. Saya suka lapangan golf di mana par menjadi amat berarti,” tutur Both.

Dua wakil Indonesia dalam ajang kolaborasi China Tour dan Asian Tour yang memperebutkan total hadiah sebesar US$350.000 ini, George Gandranata dan Danny Masrin mendapat hasil yang berbeda pada putaran kedua.

George berhasil memastikan diri lolos ke putaran akhir pekan setelah hari ini (1/12) berhasil mencatatkan skor even par. Ia mendapatkan 3 birdie dengan 3 bogey untuk mengumpulkan total skor 3-over 147. Hasil ini ternyata cukup membawanya untuk memainkan dua putaran final. Bahkan dengan total skor tersebut George untuk sementara berada di peringkat T15.

”Akhirnya,  bisa lolos cut juga. Par di lapangan ini benar-benar sangat berarti,” tutur George yang cukup puas bisa terus mewakili Indonesia hingga putaran final.

Sayangnya, langkah serupa belum bisa diwujudkan Danny Masrin. Pegolf yang saat ini berada di urutan tiga Order of Merit PGA Tour of Indonesia ini bermain dengan skor 81. Total skor yang ia peroleh, 157, hanya kurang dua stroke dari batas cut off yang ditentukan.