Pemain tuan rumah Xiao Bowen melakukan terobosan dalam karier profesionalnya dengan menjuarai KG S&H CITY Asian Championship. Pegolf berusia 27 tahun ini berhasil memenuhi impian profesionalnya setelah menempuh babak play-off dengan pegolf Australia Bryden Macpherson pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$350.000 ini.

Xiao, yang beralih profesional pada tahun 2012 lalu sebenarnya berpeluang untuk menuntaskan turnamen ini dalam 72 hole. Hingga hole 14 ia masih unggul tiga stroke. Namun, tiga bogey di empat hole tersisanya membuatnya hanya bisa mengakhiri putaran keempat dengan 2-ovr 74.

Macpherson sendiri berhasil menyamakan total skornya dengan Xiao lantaran bermain dengan skor 69. Dengan total skor 3-under 285 di Kaikou Golf Club West Course, Xiao dan Macpherson pun harus memainkan babak play-off guna menentukan juara.

Pada hole play-off pertama, yang dimainkan di hole 18 par 4 sepanjang 440 yard, Xiao kembali menyia-nyiakan kesempatan setelah putting untuk birdie dari jarak 5 kakinya gagal. Namun, ia tak lagi membuang peluang setelah di hole play-off kedua, masih di hole 18, ia berhasil memasukkan putt dari jarak 4 kaki, yang memberinya birdie sekaligus gelar penting dalam kariernya.

”Saat mulai mendapat bogey di hole 15 dan 16, saya menjadi gugup lantaran hanya punya keunggulan satu stroke. Putt bogey dari jarak empat kaki di hole 18 par 4 itu menjadi pukulan yang penting buat saya lantaran memastikan tempat di babak play-off,” tutur Xiao.

Meski berhasil masuk babak play-off,  Xiao mengaku merasa lega lantaran tak lagi terbeban akan menang atau kalah.

”Saya sudah senang melihat cara saya bermain. Saya cukup puas menuju babak play-off dan mungkin hal itulah yang membantu saya (untuk menang),” ujar Xiao yang melakoni debut Asian Tournya dengan kemenangan ini.

Kemenangan ini juga memberinya exemption selama satu tahun untuk mengikuti berbagai ajang Asian Tour. Selain itu, kemenangan ini juga menjadikan Xiao sebagai pegolf China ketiga yang berhasil menjuarai ajang Asian Tour, setelah Zhang Lian-wei dan Liang Wen-chong.

Adapun Macpherson telah menikmati musim yang sukses bermain pada China Tour. Ia menjuarai satu turnamen di Beijing dan masuk sepuluh besar dalam lima turnamen sebelum turun bertanding pada ajang kolaborasi China Tour dan Asian Tour ini. Gagal menjadi juara jelas membuang peluangnya menjuarai Order ofMerit China Tour.

”Xiao main sangat bagus di dua hole play-off itu. Saya tak keberatan kalah dari permainan golf yang bagus dan Xiao benar-benar menunjukkan permainan yang bagus,” ujar Macpherson. ”Saya tak memikirkan apa-apa saat play-off. Saya cuma ingin main golf. Memang saya tak melakukan approach sebagus yang saya inginkan, tapi itulah yang terjadi. Itulah bagian dari golf.”

Sementara Marcus Both, yang sebenarnya berpeluang meraih gelar Asian Tour keempatnya, harus puas berada di peringkat T4 setelah pada putaran final kemarin (4/12) ia justru bermain 77.

Pegolf andalan Indonesia, George Gandranata kemarin menunjukkan performa yang lebih baik ketimbang tiga putaran sebelumnya. Ia membukukan skor 1-under 71 setelah bermain dengan 3 birdie dan satu double bogey di hole 5. Dengan total skor 298 ia finis di peringkat  T33 bersama William Harrold asal Inggris yang sempat main dengan skor 64 pada hari pertama.