Aberdeen Standard Investments Scottish Open menjadi gelar European Tour keenam bagi Bernd Wiesberger, sekaligus gelar Rolex Series pertama bagi pegolf Austria ini.

Bernd Wiesberger akhirnya meraih kemenangan pertamanya pada Rolex Series dengan menaklukkan Benjamin Hebert dalam partai play-off pada ajang Aberdeen Standard Investments Scottish Open kemarin (14/7). Pegolf Austria ini memperbaiki catatan penampilannya setelah sepekan sebelumnya meraih runner-up pada Dubai Duty Free Irish Open.

Pegolf Austria berusia 33 tahun ini memegang keunggulan dua stroke ketika memulai putaran final kemarin. Namun, Hebert juga menampilkan permainan sensasional dengan bermain 9-under 62 pada putaran final di The Renaissance Club itu, sekaligus membukukan skor total 22-under. Wiesberger kemudian menyamai raihan Hebert itu setelah menuntaskan 72 hole-nya dengan skor 69.

Pada dua hole play-off pertama, keduanya sama-sama hanya bisa mendapatkan par. Namun, di hole play-off ketiga, Wiesberger memastikan kemenangan setelah kembali mencatatkan par. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang kedua baginya pada musim ini setelah menjuarai Made in Denmark bulan Mei 2019 lalu. Kemenangan ini pun membawanya ke posisi teratas Race to Dubai Rankings presented by Rolex.

“Saya tahu putaran final ini takkan mudah buat saya. Pagi harinya saya melakukan pemanasan dengan baik, tapi kemudian kondisinya menjadi lebih sulit buat saya,” tutur Wiesberger, yang juga merupakan juara Indonesian Masters 2013 ini.

Bernd Wiesberger memegang keunggulan dua stroke saat memulai putaran final, tapi akhirnya harus melalui partai play-off setelah Benjamin Hebert bermain luar biasa dengan skor 62 pada putaran final. Foto: Getty Images.

“Tentulah saya ingin memastikan kemenangan dengan beberapa par, tapi terkadang hole-hole terakhir benar-benar menjadi ujian. Ini pekan yang luar biasa juga bagi Benjamin karena dia seharusnya bisa mererbut kemenangan ini dari saya di dua hole pertama, tapi saya sungguh bersyukur akhirnya bisa menang pekan ini.”

Wiesberger sempat tidak berniat untuk tampil pada turnamen di Skotlandia ini. Tak hanya ia telah memastikan tempat untuk bermain pada ajang Major terakhir tahun ini, tapi ia juga mencatatkan hasil yang positif bermain di lapangan links pada Dubai Duty Free Irish Open sepekan sebelumnya. Tapi keputusannya untuk tampil di Skotlandia jelas akan lebih memberinya percaya diri untuk menghadapi The Open.

“Saya selalu menikmati bermain di lapangan links, links di Skotlandia, dan saya sendiri sudah mendapat sejumlah kesuksesan di Skotlandia, jadi sangat menyenangkan bisa berdiri dengan trofi ini. Putaran final ini memang menjadi hari yang panjang, tapi saya berhasil mengatasinya,” tutur Wiesberger yang kini telah mengoleksi enam gelar European Tour.

Meskipun gagal memenangkan turnamen ini, Hebert masih bisa tersenyum setelah memastikan hak bermain pada The Open Campionship di Royal Portrush pekan ini.

“Saya memang mengincar spot untuk The Open, jadi pertama-tama, saya senang bisa mencapai target ini. Saya sangat senang karena pekan ini bakal menjadi kejuaraan Major pertama saya sebagai pemain profesional. Bisa main pada ajang Major pada musim ini memang menjadi target saya pada musim ini. Saya memang sempat bermain pada The Open 2008, tapi waktu itu saya masih amatir. Sudah lama sekali,” ujar Hebert.

Pegolf Italia Nino Bertasio dan pegolf Inggris Andrew Johnston juga memastikan tiket terakhir menuju ajang Major tertua di dunia itu berkat permainan gemilang masing-masing.

Johnston juga mendapat sorotan khusus setelah mencatatkan skor terendah dalam kariernya. Pada putaran final itu ia menorehkan skor 9-under 62. Hal ini seakan mengangkat beban yang selama ini ia pikul setelah mengalami salah satu fase terberat dalam karier profesionalnya. Dalam beberapa waktu terakhir, pegolf yang akrab disapa Beef ini mengalami tekanan mental yang luar biasa, yang di antaranya memaksanya untuk menarik diri dari sejumlah turnamen, seperti ISPS Handa World Super 6 Perth awal tahun ini.

“Rasanya sangat menyenangkan. Saya pikir ini merupakan tahun yang berat buat saya, jadi saya senang (bisa mencatatkan skor terendah dalam karier saya). Reaksi yang saya dapatkan (dari orang banyak) sungguh luar biasa dan rasa terima kasih saja rasanya tidak cukup untuk mengungkapkannya,” tutur Johnston sembari menahan air mata.

“Menyenangkan bisa menembus kualifikasi untuk The Open karena saya suka bermain pada ajang besar. Ini kejuaraan yang spesial. Saya punya kenangan yang indah dari ajang ini dan tak sabar untuk bisa kembali bermain dan mencoba memenangkannya,” imbuh Johnston yang segera menjadi ayah.

Leave a comment