Lee Westwood meraih penghargaan Seve Ballesteros Award 2020 setelah terpilih sebagai Players’ Player of the Year.

Permainan memesona sepanjang musim 2020 lalu membawa Lee Westwood meraih pengakuran dari sesama rekan-rekan pegolf profesoinal European Tour. Pegolf Inggris berusia 48 tahun ini terpilih sebagai Players’ Player of the Year, sekaligus meraih Seve Ballesteros Award 2020.

Pengumuman ini bertepatan dengan sepuluh tahun peringatan berpulangnya pegolf legendaris Spanyol tersebut. Seve Ballesteros meninggal pada 7 Mei 2011, menyusul perjuangannya melawan kanker. Debut Westwood pada Ryder Cup juga terjadi pada tahun 1997 di bawah kepemimpinan Ballesteros, yang mempersembahkan kemenangan terkenal di Valderrama.

Pegolf Inggris ini sendiri telah mencapai status sebagai pegolf terbaik European Tour, menyejajarkannya dengan Ballesteros, beberapa waktu lalu. Namun, permainannya yang mengesankan sepanjang 2020 membuat rekan-rekan profesionalnya merasa layak memberi kehormatan meraih penghargaan kepada pemegang tiga gelar Indonesian Masters ini.

Musim berkesan Westwood itu, pertama-tama ditandai dengan keberhasilannya meraih gelar Rolex Series kedua dalam kariernya, Abu Dhabi HSBC Championship. Kala itu ia mengalahkan sesama pegolf Inggris, Matt Fitzpatrick dan Tommy Fleetwood, dan pegolf Perancis Victor Perez. Dan ia menutup musim itu dengan finis di tempat kedua, di belakang Fitzpatrick, pada ajang pamungkas DP World Tour Championship, yang sekaligus memberinya gelar Juara Race to Dubai 2020.

Meskipun musim lalu diwarnai sejumlah pembatalan kompetisi akibat pandemi COVID-19, konsistensi Westwood tetap mengesankan. Dari 15 turnamen yang ia ikuti, ia hanya sekali gagal lolos cut, dan delapan kali ia berhasil finis di 20 besar.

 

 

Westwood kemudian memberi kontribusi bagi golf dan European Tour dengan menjadi tuan rumah pada ajang Betfred British Masters at Close House 2020. Ajang ini menjadi turnamen pertama dari enam ajang yang dimainkan sebagai UK Swing.

”Dipilih oleh sesama pemain, yang bersama mereka saya kerap bermain, jelas sangat berarti bagi saya. Penghargaan seperti ini selalu sangat spesial karena saya merasa, sebagai pemain, mereka tahu apa yang Anda lalui,” tutur Westwood.

”Saya banyak menghasilkan permainan yang bagus di bawah tekanan ketika membutuhkannya pada tahun 2020. Menjuarai Abu Dhabi pada awal tahun dan berpeluang main bagus pada ajang terakhir DP World di Dubai, membuat saya merasa puas dengan dua turnamen tersebut, tapi saya juga bisa main konsisten dan hal ini juga penting bagi saya. Akibat pandemi, tahun lalu menjadi tahun yang sangat sulit bagi semua orang, dan kami sangat beruntung bisa bermain golf pada periode seperti ini.”

Westwood menambahkan bahwa baginya hingga saat ini Seve merupakan ikon golf yang tak pernah lekang oleh waktu.

”Ketika mulai bermain golf, saya melihat para pemain Eropa dan mendapati nama Seve menjadi salah satu pemain top di daftar pemain yang memberi inspirasi. Turnamen-turnamen pertama yang saya saksikan langsung ialah Ryder Cup 1989 dan 1993 dan nama Seve sudah sinonim dengan Ryder Cup,” tuturnya.

”Saya ingat mengagumi sosok, seperti Seve dan Nick Faldo, Colin Montgomerie, Bernhard Langer, dan Ian Woosnam dan ingin menjadi seperti mereka. Lalu tahun 1997 saya masuk Tim Ryder Cup yang dikapteni Seve Ballesteros, jadi ada rentang waktu yang singkat antara mengagumi dan menyaksikan dan belajar dari para pahlawan saya sampai akhirnya bisa berada di antara mereka, berusaha memenangkan poin untuk Ryder Cup. Bagi saya itulah momen-momen ketika saya berusaha mempercayai bahwa semua itu benar-benar terjadi. Seve merupakan bagian terbesarnya dan inspirasional dalam ruangan tim, dan kehadirannya fenomenal dan sangat menenangkan.”

”Lee Westwood merupakan satu dari sedikit pemain European Tour yang sempat bersaing bersama Seve dan sempat mendapat kehormatan bisa menyapanya sebagai seorang teman.” — Keith Pelley, Ketua Eksekutif European Tour.

Ketua Eksekutif European Tour Keith Pelley mengaku tidak terkejut dengan terpilihnya Westwood dalam meraih penghargaan ini.

”Dalam usia 48 tahun, ia menjadi ikon, mantan Pegolf Nomor Satu Dunia, Juara Race to Dubai kami yang terkini dan seperti Seve, Lee adalah juara sejati. Ia memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan untuk meraih sukses, dan ia telah membuktikan hal tersebut berkali-kali,” ujar Pelley. ”Ia merupakan satu dari sedikit pemain European Tour yang sempat bersaing bersama Seve dan sempat mendapat kehormatan bisa menyapanya sebagai seorang teman. Keduanya akan menjadi pemain yang akan dikenang sepanjang masa sebagai pemain terbaik Euroepan Tour dan Ryder Cup.”

Putra tertua Seve, Javier Ballesteros, menambahkan, ”Secara pribadi saya sangat senang Lee Westwood menjuarai Seve Ballesteros Award untuk musimnya yang luar biasa. Menurut saya kondisi fisiknya luar biasa dan ketika Anda tak hanya menikmati golf, tapi juga kehidupan jauh dari olahraga ini, segalanya akan berjalan dengan baik, dan hal tersebut telah terbukti dalam permainannya, tak hanya tahun lalu, tapi juga tahun-tahun sebelumnya.”

Ketua Komite European Tour David Howell ikut menambahkan bahwa sebagai pegolf kelas dunia yang telah memenangkan Major, Seve merupakan figur yang selalu memperhatikan pertumbuhan European Tour, sesuatu yang menurutnya mirip dengan Westwood.

”Meskipun ia telah berada di posisi teratas selama bertahun-tahun, Anda tahu bahwa hatinya bersama kami dan ia selalu mendukung European Tour sebisa mungkin. Ia telah menjadi salah satu nama besar selama lebih dari dua dekade dan sungguh membanggakan bisa melihat seseorang seloyal dia kembali bisa menjadi yang terbaik tahun lalu,” tutur Howell.