Im Sungjae menjadi wakil Asia terbaik pada PGA TOUR musim 2019-2020, namun ia berniat untuk meraih hasil yang lebih baik untuk musim 2020-2021.

Pegolf Korea Im Sungjae meninggalkan ajang FedExCup Playoff Finale, TOUR Championship, dengan sedikit perasaan kecewa. Pada putaran final itu, ia bermain dengan skor 70 dan menyudahi musim 2019-2020 di peringkat 11.

Hadiah utama PGA TOUR musim ini sebenarnya berada dalam jangkauan pegolf berusia 22 tahun ini. Pada putaran kedua di East Lake Golf Club itu, ia hanya berjarak satu stroke saja dari pimpinan klasemen. Sayangnya, ia tak dapat mempertahankan permainan terbaiknya untuk meraih kemenangan. Dengan skor 72 pada putaran ketiga, ia pun terlempar dari persaingan. Lalu ia harus menyudahi turnamen tutup musim ini dengan 6 birdie, 4 bogey, dan satu double bogey.

Meski demikian, ia masih bisa menghibur dirinya sendiri setelah mengakhiri klasemen FedExCup musim ini sebagai pegolf terbaik Asia. Peringkat 11 itu berarti ia berada di tempat yang lebih baik ketimbang wakil Asia lainnya, Hideki Matsuyama. Matsuyama sendiri telah enam musim berturut-turut menjadi pegolf Asia terbaik, sejak 2014. Tapi kali ini, ia harus berada di peringkat 15 setelah pada hari terakhir bermain even par 70.

Pegolf Amerika Dustin Johnson meraih gelar FedExCup pertamanya, plus bonus hadiah sebesar US$15 juta sebagai juara musim ini. Putaran final 2-under 68 memastikan pemukul jauh ini meraih kemenangan tiga stroke atas Justin Thomas dan Xander Schauffele.

Im meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada The Honda Classic pada awal tahun ini. Selain itu, ia juga enam kali finis di sepuluh besar, termasuk meraih tempat ke-3 pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard, yang melambungkan posisinya ke peringkat teratas klasemen FedExCup. Semua ini terjadi sebelum musim ini terpaksa dihentikan menyusul pandemi COVID-19.

”Saya menantikan musim 2020-2021 dan akan terus bersiap dan berlatih.”

Ketika ia kembali bertanding pada bulan Juni, pegolf Korea yang terkenal dengan pukulan lurusnya ini hanya dua kali masuk sepuluh besar dan empat kali gagal lolos cut, yang ikut memupuskan harapannya menjadi pegolf Asia pertama yang mengangkat trofi FedExCup.

”Saya mengawali permainan dengan baik, tapi tak mendapatkan putaran yang saya harapkan dalam beberapa hari terakhir ini. Saya sangat ingin bisa finis di sepuluh besar, dan jelas saya merasa sedikit kecewa. Tapi saya juga menantikan musim yang baru dan akan terus bersiap dan berlatih,” ujar Im, yang meraih bonus senilai US$750.000 dan mengoleksi lebih dari US$5 juta pada musim ini.

Memang mudah melupakan fakta bahwa Im baru melakoni musim keduanya bermain pada PGA TOUR. Namun, tahun lalu ia menyabet gelar Rookie of the Year 2019 dan melakoni debut Presidents Cup di Australia, menyumbangkan 3,5 poin bagi Tim Internasional yang kalah tipis dari Tim AS yang dipimpin Tiger Woods.

Jeda kompetisi kali ini akan lebih singkat karena ia akan segera menyambut musim 2020-2021. Waktu yang singkat ini akan membantunya untuk menata ulang targetnya dan berusaha mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pegolf internasional terkemuka pada PGA TOUR.

”Ini TOUR Championship kedua saya dan ada banyak tekanan yang saya rasakan. Pengalaman ini sangatlah berharga dan pasti membantu saya bersaing pada turnamen-turnamen ke depan. Banyak yang saya pelajari pekan ini,” ujarnya.

Matsuyama sendiri harus mendapat 4 bogey dengan 4 birdie, termasuk dua yang ia raih di tiga hole terakhirnya untuk finis di posisi T15. Dengan hasil akhir ini, Matsuyama telah 15 kali finis di jajaran 25 besar pada musim ini, termasuk lima kali finis di 10 besar.