Kontingen tuan rumah mengusung optimisme untuk meraih kemenangan ketika Women’s Amateur Asia-Pacific Championship digelar di Thailand bulan Februari mendatang.

Untuk pertama kalinya, turnamen Major bagi para pegolf amatir wanita di kawasan Asia Pasifik bakal digelar di Thailand. Ajang prestisius yang menjadi pintu menuju panggung yang lebih besar ini segera diselenggarakan di Siam Country Club pada 12-15 Februari 2020.

Status istimewa turnamen ini tak hanya terlihat dari kualitas peserta yang mengikuti kejuaraan ini, tapi juga hadiah yang diberikan bagi pemenangnya. Juara edisi 2020 bakal mendapat hak tampil pada dua ajang Major, yaitu AIG Women’s British Open dan The Evian Championship. Selain itu, ia juga bakal mendapatkan undangan mengikuti tiga turnamen prestisius lain, yaitu Honda LPGA Thailand, Hana Financial Group Championship, dan Augusta National Women’s Amateur.

Pegolf asal China Taipei Hou Yu-Chiang menjadi pemain dengan ranking amatir dunia tertinggi ketika memulai kejuaraan ini di Pattaya bulan depan. Selain itu, ada 12 pemain lain yang berada di jajaran 100 besar dunia menurut World Amateur Golf Ranking yang ikut bersaing pada edisi ketiga ini, termasuk dua pemain China Taipei lainnya, Hou Yu-Sang, yang merupakan kakak dari Yu-Chiang yang kini berperingkat 39, dan Wu Chia Yen, No. 47 dunia.

Adapun peserta termuda kali ini ialah Mirabel Ting dari Malaysia, yang baru berusia 14 tahun. Sementara pegolf tertua ialah Rotana Howard dari Kepulauan Cook yang kini berusia 27 tahun.

Siapa saja wakil tuan rumah?
Siam Country Club bakal segera menyambut 83 peserta dari 20 negara Asia Pasifik, termasuk Thailand sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Thailand juga mendapat jatah perwakilan yang lebih banyak, dengan total delapan peserta. Tuan rumah kali ini diwakili oleh Javaree Boonchant, yang kini berperingkat 19 dunia, Chanikan Yongyuan (103), Kornkamol Sukaree (161), Suthavee Chanachai, Yosita Khawnuna, Chanettee Vannasaen, Natthakritta Vongtaveelap, dan Jumpita Chul-Ak-Sorn.

(Ki-ka) Natthakritta Vongtaceelap, Atthaya Thitikul, Chanettee Vannasaen, Jumpita Chul-Ak-Sorn, dan Yosita Khawnuna berpose bersama pada jumpa pers Women’s Amateur Asia-Pacific. Foto: The R&A.

Kedelapan pegolf ini bakal berusaha untuk mengikuti langkah Atthaya Thitikul, yang menjadi pemenang pertama kejuaraan ini ketika digelar di Sentosa Golf Club tahun 2018 lalu. Kala itu Thitikul berhasil menang melalui babak play-off dengan tiga pegolf lainnya.

Setelah kemenangannya itu, Thitikul menjadi pegolf Asia non-Jepang pertama yang menyandang status No.1 Dunia pada tahun lalu. Ia juga nyaris berhasil mempertahankan gelarnya pada edisi kedua di Jepang, sebelum akhirnya finis di tempat kedua.

Keberhasilan Thitikul dalam dua tahun terakhir jelas menjadi inspirasi bagi kedelapan pegolf tuan rumah ini untuk tampil maksimal. Hal ini turut ditegaskan oleh Boonchant yang kini berstatus mahasiswi Ilmu Statistik pada Duke University, salah satu universitas dengan tim golf yang tangguh di AS. Ia juga terinspirasi oleh keberhasilan kakak beradik Jutanugarn, Ariya dan Moriya, di level LPGA.

“Keberhasilan mereka memotivasi saya untuk berlatih lebih keras dan menjadi lebih baik. Semoga, suatu saat nanti nama saya akan sejajar dengan mereka. Saya sendiri berharap bisa mengikuti banyak turnamen bersama mereka kelak,” ujar pegolf berusia 20 tahun yang segera melakoni debutnya pada kejuaraan ini.

Ia sendiri tak sabar untuk kembali berkompetisi, mengingat ia hanya mengikuti tiga turnamen ketika berada di AS bulan September 2019 lalu setelah magang tiga bulan sejak Juni. Kala itu ia dua kali finis di jajaran enam besar.

Thitikul sendiri tahun dipastikan tidak mengikuti kejuaraan ini, mengingat pada 7 Januari 2020 lalu ia resmi beralih status menjadi pegolf profesional.

Juara bertahan Yuka Yasuda juga tidak akan tampil tahun ini lantaran ia kini juga menjadi pegolf profesional.

Waterside Course di Siam Country Club menjadi panggung gelaran ketiga Women’s Amateur Asia-Pacific yang segera digelar pada 12-15 Februari 2020. Foto: The R&A.


Bagaimana pandangan R&A?

Kejuaraan ini merupakan panggung yang sengaja disiapkan oleh R&A dan Asia-Pacific Golf Confederation dengan tujuan mengembangkan bakat dan memberi jalur bertanding bagi para pegolf elite amatir wanita di panggung internasional.

Ketua Eksekutif R&A Martin Slumbers menyebut kehadiran Thailand di kancah golf internasional sangatlah kuat dengan sejumlah pegolf pria dan wanita yang menampilkan performa cemerlang di berbagai turnamen.

“Kami senang bisa membawa Women’s Amateur Asia-Pacific ke Thailand untuk terus menginspirasi para juara masa depan potensial di Thailand dan seluruh wilayah Asia Pasifik,” ujar Slumbers.

Setelah Atthaya Thitikul menjuarai gelaran perdana pada 2017, pegolf Jepang Yuka Yasuda meraih kemenangan saat ajang ini dimainkan di Jepang tahun 2019.

Tahun ini, Waterside Course di Siam Country Club akan menghadirkan tantangan bagi seluruh peserta. Lapangan 72 par sepanjang 6.608 yard ini telah meraih sejumlah penghargaan, termasuk Best Golf Course di Thailand pada ajang Asia Pacific Award bulan Desember 2019 lalu. Sementara Old Course di sini menjadi lapangan golf tertua kedua di Thailand dan sempat berada di peringkat 73 pada Top-100 Golf Courses in the World 2018 menurut Golf Digest.