Nick Voke harus mengakui gugup ketika memimpin dengan keunggulan lima stroke pada ajang Clearwater Bay Open dalam upayanya meraih gelar PGA TOUR Series-China ketiga dalam kariernya. Kemenangan itu akan membuatnya beranjak dari peringkat lima Order of Merit. Pegolf Selandia Baru tersebut membukukan skor 3-under 67 dan mengumpulkan 11-under selepas tiga putaran pada ajang penutup musim 2018 ini.

Voke memang tengah berada dalam kondisi prima. Setelah finis di posisi T4 di Suzhou, ia langsung menjuarai dua seri secara berturut-turut, yaitu di Qinhuangdao dan Macau bulan lalu. Meski sebelum bermain di Clearwater Bay Golf and Country Club ia hanya finis di peringkat 16 pada ajang Zhuhai Championship, pegolf profesional baru ini telah menunjukkan konsistensinya bermain dan hanya mendapat tiga bogey dalam 54 hole yang ia mainkan.

“Hari ini sungguh menjadi suatu pertarungan. Saya tak memiliki permainan terbaik saya, tapi short game saya sangat tajam dan saya masih bisa memukul bola tetap di fairway. Saya mendapat empat birdie dan sebuah bogey, jadi secara keseluruhan, saya puas dengan posisi saya,” ujar Voke yang menorehkan birdie di hole 2, 7, 9, dan 16, dengan bogey di hole 3.

“Saya mulai paham bahwa bukan soal sebagus apa Anda bermain, tapi sebagus apa Anda bisa mengelola diri Anda.” – Nick Voke

“Saya jadi tahu cara memainkan lapangan ini. Saya mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship di sini pada 2015 dan masuk dalam persaingan, jadi saya mengetahui kalau kunci buat saya bukanlah seberapa banyak birdie yang bisa saya lakukan, melainkan seberapa banyak bogey yang tidak saya lakukan. Rata-rata saya bermain dengan satu bogey per hari dan jika bisa melakukan itu besok, saya punya peluang (untuk menang),” sambungnya.

Meskipun telah mengenyam dua kemenangan pada bulan lalu, Voke melakukannya dengan proses yang benar-benar berbeda. Dalam dua kesempatan itu, ia menang dari posisi yang mengejar dan menyalip pimpinan klasemen. Tapi kali ini, untuk pertama kalinya ia akan berusaha untuk meraih gelar juara dengan menjadi pimpinan klasemen.

“Saya mulai paham bahwa bukan soal sebagus apa Anda bermain, tapi sebagus apa Anda bisa mengelola diri Anda. Memukul bola golf ibarat shotgun yang menyebar peluru ketimbang senapan berburu, jadi saya berusaha mengelola sebaran itu sebaik mungkin. Mungkin saya memukul 5-iron dari hole-hole yang sulit ketimbang memainkannya dengan driver,” ujar Voke yang merupakan pegolf amatir terbaik Selandia Baru hingga ia beralih proefsional bulan Januari lalu.

Kim Tae-woo tampil sebagai penantang terdekat Nick Voke dengan selisih skor hanya lima stroke menuju putaran final. Foto: Liu Zhuang/PGA TOUR Series-China.

Pegolf Korea Kim Taewoo berada lima stroke di belakang Voke. Ia sempat finis di tempat keempat pada Order of Merit 2016, tapi harus kehilangan kartu Web.com Tour. Musim ini, namanya tidak sering tampil dan hanya berada di peringkat 28 Order of Merit.

Tapi permainannya pada hari Sabtu (13/10) kemarin memberinya peluang untuk mencatatkan kemenangan pertamanya tahun ini. Dan kemenangan berarti bahwa ia bisa melambungka peringkatnya ke sepuluh besar Order of Merit, yang sekaligus memberinya tempat untuk Final Stage Qualifying Tournament Web.com Tour pada bulan Desember nanti.

“Saya sangat bersemangat untuk bermain besok. Entah apa yang mesti saya harapkan, saya hanya ingin main bagus dan ingin menang kalau bisa. Saya pikir driver menjadi bagian terbaik permainan saya. Sepanjang hari ini saya bisa memukul lurus. Semoga saya bisa mempertahankannya dan lebih sering melakukan hal yang sama besok,” ujar Kim.

Sementara itu, Rory Hie kembal harus berjibaku untuk menorehkan skor rendah. Pada hari ketiga, ia kembai bermain 2-over 72 setelah membukukan tiga birdie, tiga bogey, dan sebuah double bogey.

Leave a comment