Pegolf Amerika Serikat Johannes Veerman mencatat 6-under 66 dan untuk sementara memimpin putaran kedua BANK BRI-JCB Indonesia Open dan membuka peluang untuk meraih gelar Asian Tour perdana dalam kariernya.

Veerman yang juga fasih berbahasa Indonesia ini mencetak eagle di hole 14 untuk kedua kalinya secara berturut-turut dan berhasil mengumpulkan total 11-under 133 pada turnamen yang dimainkan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta ini.

Menghabiskan sebagian dari masa mudanya di Asia, Veerman yang kini berdomisili di Texas berharap untuk bisa melanjutkan performanya yang mengesankan di hadapan ibu dan saudara-saudaranya yang datang untuk mendukungnya.

”Saya memainkan permainan golf yang bagus. Saya banyak mencatat eagle pekan ini, yang mungkin merupakan yang terbanyak yang pernah saya lakukan dalam hidup saya. Saya mencetak dua eagle kemarin dan hari ini di hole 14. Entah apa yang terjadi, tapi saya menyukainya,” ujar Veerman.

”Tidaklah mudah berkeliling dunia, tapi ibu saya orang Indonesia dan dia akan datang bersama keluarga saya dan mereka akan datang ke sini. Saya sangat bersemangat dan gembira bisa main di depan mereka,” imbuhnya.

Tahun ini Veerman bermain sangat baik pada ajang Asian Development Tour (ADT) dan berhasil menang sekali. Jelas ia berharap bisa menggikuti jejak Pavit Tangkamolprasert dan Poom Saksansin yang bulan lalu sama-sama meraih gelar Asian Tour pertama.

”Semua latihan di ADT telah memoles permainan saya. Anda sudah membaca kisah-kisah sukses pegolf yang menang, tapi saat Anda bermain dengan mereka (Pavit dan Poom) dan melihat mereka menang, Anda mulai berkata pada diri sendiri, ’Hei, kalau mereka bisa melakukannya, saya juga bisa’,” ujarnya.

Dua stroke di belakang Veerman ada Janne Kaske dari Finlandia dan Lionel Weber asal Prancis yang sama-sama mencatatkan total skor 9-under 135.

Weber yang memainkan musim keempatnya di Asian Tour mencatatkan skor terendah dalam kariernya, 10-under 62, yang salah satunya ditandai dengan berhasil mencatatkan lima birdie berturut-turut pada lima hole terakhirnya.

”Saat turnamen mengalami penundaan, saya ke restoran, menikmati makanan enak dan nonton golf di televise. Setelah kembali ke lapangan, saya merasa relaks dan menikmati putaran saya. Dapat lima birdie berturut-turut memberi perasaan puas,” ujarnya.

Sementara itu, Kaske, yang menyandang gelar juara pada ADT, sempat mendapat bogey di hole 16. Tapi setelah penundaan akibat cuaca, ia kembali dengan melakukan chip-in dari luar green hole 18.

”Ada tiga jam penundaan dan saya membayangkan melakukan putt par itu, tapi malah gagal melakukannya. Saya mengalami tahun yang buruk sejauh ini, tapi saya berusaha mengakhiri musim ini dengan meyakinkan. Jadi juara bakal menjadi skenario terbaik,” ujar Kaske.

Adapun Khalin Joshi dari India dan Hung Chien-yao yang sempat memimpin klasemen sementara pada putaran pertama kemarin sudah mendapatkan 9-under setelah masing-masing menuntaskan sembilan dan sepuluh hole, sebelum turnamen dihentikan pada pukul 17:30 tadi. Sebanyak 74 pemain akan kembali melanjutkan putaran kedua mereka besok pada pukul 6:15. Penundaan pertandingan hari ini merupakan yang terlama karena mencapai tiga jam.

BANK BRI-JCB Indonesia Open tahun ini merupakan turnamen yang terbuka bagi umum. Artinya, seluruh penggemar golf di Indonesia bisa menyaksikan langsung turnamen ini di Pondok Indah Golf Course secara gratis.