Berakhirnya PGM Maybank ADT Championship pada akhir pekan lalu menandakan berakhirnya musim kompetisi pada level Asian Development Tour. Ini berarti berakhir pula perlombaan Order of Merit yang berlangsung sejak bulan Januari 2018 lalu sampai akhir awal Desember 2018 ini.

Sebanyak 22 turnamen yang berlangsung pada musim kompetisi tahun ini tersebar di tujuh negara berbeda. Dari Malaysia ke Bangladesh, Brunei ke Indonesia, Thailand ke India, lalu hingga ke China Taipei. Malaysia menggelar turnamen Asian Development Tour terbanyak, yaitu mencapai 12 turnamen. Sementara Indonesia sendiri menjadi tuan rumah dari 3 turnamen, Bangladesh dan Thailand masing-masing menggelar dua turnamen. Sedang tiga turnamen lainnya disebar di tiga negara: India, China Taipei, dan Brunei Darussalam.

Perburuan Order of Merit tahun ini akhirnya dimenangkan oleh Miguel Angel Carballo. Pegolf dari Amerika Latin ini seakan mengikuti keberhasilan Wolmer Murillo, sebagai sesama pegolf Amerika Latin, yang meraih kemenangan pada sirkuit batu loncatan ke Asian Tour ini. Kemenangannya pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic pada bulan Agustus 2018 lalu menjadi salah satu sorotan dalam karier profesionalnya. Ia juga delapan kali mencapai sepuluh besar, yang praktis membuatnya sebagai juara Order of Merit setelah mengumpulkan total hadiah sebesar US$43.378.

 

Varanyu Rattanaphiboonkij menjadi satu-satunya pegolf yang sanggup menjuarai dua turnamen Asian Development Tour pada musim 2018 ini. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.

 

“Saya sangat gembira karena sudah bermain di begitu banyak Tour di seluruh dunia,” ujar Carballo. “Inilah untuk pertama kalinya saya menjuarai sesuatu yang besar, seperti Order of Merit Asian Development Tour. Ini pencapaian besar buat saya.”

“Saya tak sabar untuk untuk bermain pada lebih banyak turnamen pada Asian Tour dengan gelar Order of Merit ini. Ini bakal menjadi langkah besar dan saya berharap bisa lekas menjuarai ajang Asian Tour.”

Varanyu Rattanaphiboonkij sebenarnya layak disebut sebagai bintang Asian Development Tour musim ini. Ia menjadi satu-satunya pegolf yang berhasil memenangkan lebih dari satu turnamen Asian Development Tour tahun ini. Meski salah satu kemenangan ia bukukan dalam salah satu ajang dengan hadiah uang terbesar, Combiphar Players Championship, selain juga menjuarai Singha Laguna Phuket Open, jumlah hadiah uang yang ia kumpulkan sayangnya tidak bisa menandingi koleksi Carballo, meski keduanya sama-sama memainkan 13 turnamen sepanjang musim ini. Ia hanya menempati posisi ketiga dengan koleksi US$34.031. Rekan senegara Varanyu, Nitithorn Thippong berhasil menempati posisi kedua lantaran membukukan hasil yang lebih baik, US$37.578.

Pegolf Amerika Han Lee, pegolf Finlandia Janne Kaske, dan Mathiam Keyser dari Afrika Selatan menempati posisi keempat, kelima, dan keenam. Pujian juga layak disandangkan kepada Lee lantaran pada musim ini ia hanya memainkan enam turnamen, namun justru berhasil menembus tujuh besar dan berada di peringkat keempat untuk mendapatkan kartu Asian Tour musim 2019. Pencapaian itu di antaranya ia lakukan dengan membukukan kemenangan pada ajang PGM CCM Championship, yang terpaksa dimainkan hanya tiga putaran, pada bulan Oktober 2018 setelah meraih posisi T2 pada Taifong Open bulan Agustus 2018.

 

Shinichi Mizuno melakukan lompatan luar biasa ketika menjuarai PGM Maybank ADT Championship dan menjadi orang ketujuh yang mendapat kartu Asian Tour musim 2019. Foto: Asian Development Tour.

Lalu sudah tentu Shinichi Mizuno memberikan paket kejutan pada saat-saat terakhir ketika pegolf Jepang ini menjuarai gelaran pamungkas musim 2018 ini. Ia mulai tampil ke jajaran atas usai melakukan mini maraton pada hari kedua, ketika ia harus memainkan 5+18 hole. Mizuno pun sukses mempertahankan posisinya di puncak klasemen pada akhir putaran ketiga pada turnamen yang harus terbuang total 10 jam sepanjang pekan lantaran curah hujan akhir tahun khas Asia Tenggara.

Putaran final akhir pekan itu memang menjadi ajang adu ketahanan fisik. Awalnya, seluruh pemain diparapkan untuk memainkan setidaknya 27 hole di Saujana Golf and Country Club itu. Mizuno sendiri hanya memainkan 13 hole dari putaran ketiganya itu. Ia memastikan berada di puncak klasemen usai bermain 1-under 71, dan bersiap untuk memulai putaran keempat. Persis ketika ia berada di hole 12, sirene kembali menghentikan pertandingan hingga lebih dari dua jam, yang memaksa komite memutuskan turnamen hanya dimainkan 54 hole, persis seperti yang terjadi di China Taipei. Dan Mizuno resmi berada di peringkat ke-7 dan mendapatkan kartu Asian Tour musim depan.

“Sulit mengungkapkan perasaan saya dengan kata-kata, tapi saya senang semua berjalan lancar,” ujar Mizuno yang mengumpulkan total 8-under 208. Prestasi ini sekaligus memberinya tempat untuk bermain pada ajang Maybank Championship musim 2019 mendatang, sekaligus memberinya kesempatan menguji diri di panggung yang lebih besar.

Kehadiran ketujuh pemain ini di kancah Asian Tour pada musim 2019 mendatang jelas patut menjadi perhatian. Terutama melihat bagaimana mereka membawa momentum tahun ini ke lingkup persaingan yang lebih kuat lagi. Meski pada akhirnya waktu yang akan menjawab, ada baiknya kita mencermati perkembangan mereka karena siapa tahu salah satu dari mereka justru mencetak sejarah baru.

Leave a comment