Tujuh pegolf Asia berjuang untuk memperbaiki posisi mereka pada The Open Championship akhir pekan ini.

Bendera Asia akhirnya masih akan terus berkibar pada akhir pekan ini di Royal Portrush. Setidaknya tujuh pegolf Asia akan berjuang untuk memperbaiki peringkat mereka pada akhir pekan ini.

Pada awal kejuaraan ini, ada 23 pegolf Asia yang bermain dengan mewakili 6 negara. Sayangnya, dengan batas cut-off pada 1-over, hanya tujuh nama yang sanggup melanjutkan asa Asia. Jumlah ini masih lebih sedikit ketimbang tahun lalu. Kala itu ada sebelas pemain yang berhasil melangkah ke dua putaran terakhir.

Pegolf asal Korea Selatan An Byeonghun untuk sementara memimpin kontingen Asia dengan berada di peringkat T25. An memulai permainannya pada pekan ini dengan catatan skor 2-over 73, namun berhasil bangkit dan memperbaiki permainan pada hari kedua dengan memaksimalkan kondisi cuaca yang relatif lebih baik. Berbekal lima birdie dan sebuah bogey, ia berhasil mencatatkan skor 4-under 67 dan mengumpulkan skor total 140.

“Hari ini lebih baik daripada kemarin. Saya bisa mendapat lebih banyak birdie. Tentunya kondisi yang lebih tenang (cuaca yang lebih baik) membantu saya. Bola juga bisa bergulir dengan lebih baik di green,” tutur An.

Ia melanjutkan bahwa pukulan drive-nya juga lebih baik dan memberinya banyak peluang birdie. “Semuanya berjalan dengan baik,” imbuhnya.

“Saya pikir permainan golf saya sudah meningkat drastis. Masih ada 36 hole tersisa buat saya untuk memperbaiki peringkat, …” – Kiradech Aphibarnrat

Namun, ia tak bisa menutupi kekecewaannya mendapat bogey di hole 16. Setelah pukulan tee-nya meleset dari fairway, putting-nya juga meleset dan memaksanya harus menerima bogey.

“(Di sana) saya memang layak mendapat bogey. Pukulan tee saya buruk, melambung agak ke kanan. Posisi lie bola juga bukannya jelek, saya masih bisa melakukan chipping hingga menyisakan enam kaki. Tapi kemudian putting saya meleset sehingga harus mendapat bogey. Bogey bisa dengan sangat mudah terjadi di sini,” jelasnya lagi.

“Saya berniat untuk tak melakukan kesalahan kontol. Main sabar karena bogey jelas bisa terjadi. Saya harus sabar dan menerima hasilnya karena kadang bola Anda bisa memantul liar dan malah memberi keberuntungan.”

Rekan senegara An, Park Sanghyun berada satu stroke di belakang, dengan berada di peringkat T32 bersama bintang Thailand Kiradecht Aphibarnrat.

Kiradech sendiri kali ini terpaksa berjuang keras untuk memastikan lolos cut untuk kedua kalinya sepanjang bermain pada The Open. Setelah sempat bermain tanpa bogey, kali ini dengan berat hati ia harus menerima tiga birdie, tiga bogey, dan sebuah double bogey di hole 7 par 5.

“Pukulan saya solid, sama seperti putaran pertama. Tapi sejumlah keputusan yang saya ambil di lapangan ternyata agak sedikit sulit. Di hole par 5, saya bisa memukul ke tengah fairway, dan semua green-nya bisa dijangkau (dalam dua pukulan). Dan sekarang, dengan 2-over, saya merasa hari ini cukup mengecewakan. Putter saya masih bagus, driver, semuanya bagus. Justru di par 5 itulah saya kehilangan dua stroke.

Meski demikian Kiradech menilai permainannya kini telah mengalami kemajuan berarti pasca-cedera yang ia alami.

“Saya akan berusaha memainkan permainan terbaik saya. Saya pikir permainan golf saya sudah meningkat drastis. Masih ada 36 hole tersisa buat saya untuk memperbaiki peringkat, mengembalikan peringkat saya ke 50 besar dunia lagi, lalu mengambil jatah tampil pada World Golf Championships pekan depan,” tandasnya.

Sementara itu, bintang muda India Shubhankar Sharma berharap bisa menemukan kembali sentuhan ajaib pada putting-nya ketika memainkan putaran ketiga hari ini. Sharma berhasil memastikan lolos ke babak akhir pekan setelah bermain even par 142 dalam dua putaran awal. Juara Order of Merit Asian Tour ini kini berada di peringkat T48.

“Saya mesti mempertajam putting saya karena performanya tidak seperti kemarin (putaran pertama) di sembilan hole terakhir. Saya kesulitan untuk mendapatkan kecepatan yang tepat di atas green,” ujarnya.

Shubhankar Sharma menembus putaran akhir pekan untuk kedua kalinya secara berturut-turut sejak melakoni debutnya pada The Open Championship tahun lalu. Foto: Asian Tour.

Pada putaran kedua itu, Sharma membukukan tiga birdie dan empat bogey.

“Saya sedikit kecewa, tapi rasanya masih bisa berbangga melihat permainan saya dalam 36 hole pertama. Saya merasa sangat tenang di lapangan dan bermain dengan baik. Ada beberapa pukulan yang mengecewakan dan saya harus kehilangan sejumlah pukulan di sembilan hole pertama. Tapi itulah bagian dari permainan ini. Bagaimanapun juga, saya senang bisa mengamankan tempat pada akhir pekan. Rasanya saya bisa mencatatkan skor yang lebih rendah, tapi masih ada 36 hole lain dan saya akan kembali memulai dari awal lagi,” jelas Juara Order of Merit Asian Tour 2018 ini.

Tiga nama lain yang berhasil menyusul ke dua putaran final ialah pegolf Korea Hwang Inchoon, dan duo Jepang Yuki Inamori dan Yosuke Asaji. Ketiganya sama-sama menghuni peringkat 58.

Pegolf Amerika J.B Holmes kini berbagi peringkat teratas dengan pegolf Irlandia Shane Lowry. Holmes membukukan skor 68, sementara Lowry terus membakar para penggemar golf di Royal Portrush dengan skor 67. Keduanya sama-sama mengumpulkan skor total 8-under 134.

Dua pegolf Inggris, Tommy Fleetwood dan Lee Westwood berada satu stroke di belakang pimpinan klasemen, sementara Juara Indonesia Open 2018 Justin Harding kini ada di peringkat lima bersama pegolf Australia Cameron Smith dengan catatan 6-under 136.

Leave a comment