Dua pegolf tuan rumah meraih gelar bergengsi pada gelaran Pondok Indah International Junior Golf Championship ke-8.

Kemenangan yang meyakinkan. Itu kesan yang langsung terlintas tatkala melihat nama Amadeus Christian Susanto menorehkan skor total 9-under 207 dari hasil tiga putaran ajang Pondok Indah Internasional Junior Golf Championship. Pegolf asal D.I. Yogyakarta ini memastikan meraih gelar terhormat dengan keunggulan tiga stroke dari pegolf Singapura Justin Kuk.

Amadeus memastikan dominasi penuh sepanjang tiga putaran pekan ini. Pada hari pertama, skor 66 ia bukukan dengan mencatatkan tujuh birdie dan satu bogey. Empat di antaranya ia torehkan secara berturut-turut di dari hole 4 di Pondok Indah Golf Course.

Meskipun pada hari kedua hanya bermain 73 lantaran mendapat tiga bogey dan hanya dua birdie, posisinya di puncak klasemen tak tergoyahkan.

Lalu pada putaran final, ia memastikan kemenangan dengan mencatatkan empat birdie dan tanpa satu bogey pun.

“Sebenarnya, saya mengikuti turnamen ini tanpa berekspektasi bisa menang. Jadi, saya bermain tanpa beban,” ujar atlet yang berdomisili di D.I. Yogyakarta ini. “Ini merupakan turnamen terbesar yang pernah saya menangkan sejauh ini.”

Kemenangan ini jelas melengkapi performanya sepanjang tahun ini. Dari total delapan ajang World Amateur Golf Ranking yang ia ikuti, ia telah dua kali meraih kemenangan. Gelar pertama ia raih saat memenangkan ajang 4th Indonesian Junior Premier League. Selain itu, ia juga empat kali finis di sepuluh besar, salah satunya ketika finis di peringkat 8 pada ajang AmBank SportExcel International Junior Championship di Malaysia.

Kemenangan Amadeus ini kemudian diikuti oleh pegolf putri Indonesia Lydia Hawila Stevany Sitorus. Pegolf asal Sulawesi Utara ini juga memastikan kemenangannya tanpa sekalipun terlempar dari puncak klasemen sejak putaran pertama.

Lydia Hawila Stevany Sitorus tak hanya meraih kemenangan, tapi juga mencatatkan satu-satunya skor under yang tercipta di kelompok putri. Skor 2-under 70 pada hari kedua juga menjadi skor terbaiknya selama mengikuti turnamen WAGR yang berstatus ajang internasional. Foto: Yongki Hermawan.

Setelah membuka turnamen dengan 1-over 73, dan berbagi posisi teratas dengan pegolf Singapura Shayne Lim, Lydia memastikan menjadi satu-satunya peserta putri yang berhasil bermain under setelah menorehkan 2-under 70.

Dengan skor total 1-under 143, salah satu tangannya praktis telah merengkuh trofi. Pasalnya, ia memiliki keunggulan hingga 7 stroke dari Shayne Lim. Dan ketika pesaing terdekatnya itu hanya bisa membukukan skor 78 pada putaran final, skor 2-over 74 sudah lebih dari cukup bagi Lydia untuk meraih gelar bergengsi ini. Skor total 1-over 217 memberinya kemenangan telak 9 stroke dari pegolf Malaysia, Maisarah Hezri.

Seperti halnya Amadeus, Lydia juga menutup tahun ini dengan meyakinkan. Dari total 12 turnamen WAGR yang ia ikuti, ia hanya dua kali finis di luar sepuluh besar. Pertama, kala bermain pada ajang Asia Pacific Junior Amateur (finis di peringkat 18). Dan yang kedua ialah ketika finis T20 pada ajang Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Dua prestasi besar ia bukukan kala bermain di luar negeri, yaitu finis di peringkat 9 pada ajang TrueVisions International Junior Championship di Thailand dan Sarawak Chief Minister Cup di Malaysia.

Sementara itu, gelar juara kelas Boys B akhirnya diraih oleh pegolf Malaysia, Rizq Adam Rohizam yang bermain dengan skor total 217, unggul satu stroke atas pegolf Indonesia Rayhan Abdul Latief. Sedangkan di kelas Boys C, pegolf Singapura Brayden Lee bermain mengesankan, membukukan skor total 5-under 139 dalam dua putaran.

Dari kelas Girls B, predikat juara dimenangkan oleh pegolf Malaysia, Mirabel Ting Ern Hui yang membukukan skor total 5-over 221, unggul empat stroke dari pegolf Singapura Anne Leqi Fernandez. Adapun Guo Jum Xi melengkapi dominasi Singapura di kelas C dengan menjuarai Girls C dengan skor total 164.

Catatan Akhir
Kemenangan Amadeus Christian Susanto dan Lydia Hawila Stevany Sitorus patut diapresiasi, mengingat mereka menampilkan permainan yang sangat baik. Amadeus adalah pegolf angkatan baru, mengingat ia baru bermain golf empat tahun terakhir. Kemenangan ini menunjukkan determinasi yang sangat baik dari atlet D.I. Yogyakarta ini untuk mengejar ketertinggalan dari teman-temannya.

Adapun catatan skor Lydia menunjukkan ia bisa tampil dengan performa bagus ketika tampil pada ajang internasional. Skor 70 yang ia bukukan menjadi skor terbaiknya tahun ini dari empat turnamen internasional kalender WAGR yang ia ikuti. Sayangnya kualitas peserta tahun ini sedikit menurun jika dibandingkan tahun lalu. Hasilnya mungkin akan berbeda, tapi bagaimanapun juga, tidak ada kemungkinan ketika sebuah kepastian telah terjadi. Dan fakta saat ini adalah Amadeus dan Lydia adalah juara untuk edisi 2019.