Para pemain papan atas Indonesia optimis bisa tampil maksimal pada ajang OB Golf Invitational.

Para pegolf profesional Indonesia berada dalam kondisi terbaik mereka menjelang penyelenggaraan OB Golf Invitational. Turnamen yang memasuki penyelenggaraan kedua ini menjadi turnamen Asian Development Tour (ADT) pertama yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2019 ini.

Kehadiran turnamen berskala ADT selalu disambut positif oleh para pegolf Indonesia. Betapa tidak, sirkuit ini menjadi sirkuit batu loncatan menuju kancah Asian Tour. Dengan poin ranking dunia yang diberikan, kesempatan untuk mewakili Indonesia pada ajang Olimpiade 2020 mendatang juga masih terbuka. Selain itu, turnamen ini akan menjadi turnamen ketiga dalam kalender Tour profesional di Indonesia, pasca-Indonesian Golf Tour.

Meski frekuensi berkurang, sejumlah pemain muda Indonesia masih giat mengasah kemampuan mereka, di antaranya dengan mengikuti turnamen-turnamen ADT yang digelar di negara tetangga.

Sementara itu, meskipun sudah sejak 2011 menggelar Indonesian Masters, ini menjadi debut pertama Royale Jakarta Golf Club menjadi tuan rumah gelaran ADT. Artinya, para peserta akan diperhadapkan pada tantangan yang umumnya akan dihadapi ketika bermain dalam ajang flagship Asian Tour tersebut.

Pegolf profesional No.1 di Indonesia saat ini, Danny Masrin menegaskan optimismenya untuk turun pada OB Golf Invitational ini.

“Saya sudah sering bermain di Royale Jakarta Golf Club, jadi sudah mengenal lapangannya. Permainan saya saat ini juga sedang bagus-bagusnya,” tutur Danny. “Yang penting bagi saya adalah permainan di sekitar green. Jika performa putting dan short game saya prima, saya bisa main bagus minggu ini.”

George Gandranata telah memulai tahun 2019 dengan positif dan menjadi salah satu wakil tuan rumah yang siap turun pada edisi kedua OB Golf Invitational.

Danny sendiri telah berkali-kali menavigasi Royale Jakarta Golf Club dan telah melakukan persiapan final menjelang berlangsungnya putaran pertama besok (7/5).

“Saya mendengar ada beberapa tee box yang akan dimajukan, jadi hole-hole par 5 akan menjadi lebih penting buat saya karena lebih memungkinkan untuk dicapai dalam dua pukulan. Kondisi lapangannya hampir sama, mungkin rough-nya tidak setebal saat Indonesian Masters, tapi kecepatan green-nya cukup licin untuk ADT kali ini,” sambung Danny lagi.

Hingga kuartal pertama ini, Danny memang belum menorehkan hasil yang luar biasa. Hasil terbaiknya sejauh ini ia torehkan ketika finis T20 pada ajang ADT, Boonchu Ruangkit Championship dan ajang Asian Tour Bangabandhu Cup Golf Open. Sementara, di dalam negeri pemenang Order of Merit PGA Tour Indonesia 2018 ini finis di peringkat 9 pada Magic Ohana Invitational Challenge.

Meski demikian, Danny memiliki percaya diri yang tinggi bahwa dirinya bisa mencatatkan hasil maksimal ketika bermain di Royale Jakarta Golf Club. Apalagi ia sendiri berhasrat untuk memperbaiki catatan penampilannya setelah hanya finis T22 dalam edisi tahun 2018.

“Saya sangat percaya diri dan merasa nyaman dengan permainan saya. Saat ini saya bisa melakukan pukulan sebagus yang pernah saya lakukan. Jadi, kalau saya bisa bermain cerdas, bisa menemukan irama short game, saya yakin bisa main bagus tiap hari,” tegasnya.

Keyakinan serupa juga diutarakan oleh George Gandranata. Sebagai satu-satunya pegolf Indonesia yang pernah menjuarai ajang ADT, George juga telah memiliki modal yang bagus pada tahun ini. Ia melanjutkan tren positif dengan mengawali sebuah musim kompetisi dalam negeri dengan kemenangan. Setelah menjuarai Indonesian Golf Tour Seri 1 2018, ia menjuarai Magic Ohana Invitational Invitational Challenge. Sementara, untuk tahun ini petualangannya belum sesering Danny dan hanya bermain dalam satu ajang ADT, yaitu PGM ADT Penang Championship dan finis di posisi T21.

Gelar profesional ketiga yang ia torehkan pada bulan April 2019 lalu menjadi salah satu modal bagi Rinaldi Adiyandono untuk tampil prima pada OB Golf Invitational pekan ini. Foto: Golfin’STYLE.

“Persiapan saya berjalan dengan baik. Sama seperti turnamen lain, tapi di lapangan ini yang secara khusus menjadi sorotan ialah long iron dan putting. Beberapa hari terakhir, latihan putting saya juga bagus,” tutur George, yang baru-baru ini finis T5 pada PAGI Pro Series I.

“Green-nya kali ini lebih licin dan lebih halus. Jadi, kita lihat saja semoga pada harinya nanti juga seperti itu. Mudah-mudahan cuaca juga mendukung.”

Pada gelaran perdana tahun lalu, George menjadi pegolf Indonesia terbaik setelah finis di peringkat 4. Kala itu ia menorehkan skor 7-under 206 pada turnamen yang terpaksa dimainkan hanya dalam tiga hari lantaran cuaca buruk.

Sementara itu, Rinaldi Adiyandono mendapatkan suntikan semangat setelah menjuarai PAGI Pro Series I pada akhir bulan April 2019 lalu. Kemenangan yang sangat penting ini jelas membangkitkan percaya dirinya untuk bersaing pada OB Golf Invitational.

“Club yang dipakai bisa dibilang mirip dengan seperti ketika bermain di Jagorawi Golf and Country Club, di mana saya banyak menggunakan long iron di hole-hole par 3. Bedanya, kalau di Royale Jakarta Golf Club, lebih banyak par 4 yang pukulan keduanya menuntut long iron bahkan hybrid,” tutur Rinaldi.

Publik golf Indonesia tentu masih ingat bagaimana Rinaldi harus tersingkir dari Indonesian Masters setelah hanya selisih satu stroke dari batas cut off. Maka OB Golf Invitational kali ini akan menjadi momen yang tepat baginya untuk menebus kekecewaan kala itu. Bedanya, kali ini ia akan tampil sebagai pemain yang baru saja kembali meraih kemenangan.

“Green kali ini lebih halus dan lebih licin daripada di Jagorawi. Kebetulan short game adalah salah satu bagian permainan yang sangat saya sukai, jadi saya tidak sabar untuk segera memainkannya,” ujar Rinaldi lagi.

Pekan ini, ada 31 pegolf Indonesia yang akan turun berlaga pada ajang ADT ini. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya adalah pemain amatir.

Leave a comment