Trofi supremasi golf Indonesia kembali ke tangan Gaganjeet Bhullar setelah pegolf asal India ini berhasil menjuarai ajang BANK BRI-JCB Indonesia Open setelah putaran final dilanjutkan pagi tadi pukul 06:15. Bhullar berhasil mempertahankan total skor 16-under 272 yang ia peroleh dengan bermain par di tiga hole terakhir di Pondok Indah Golf Course.

Gelar ini merupakan gelar Indonesia Open kedua dalam karier profesionalnya dan menjadi ajang ketiga yang ia menangkan di Indonesia. Ini juga menjadi gelar Asian Tour ketujuh yang ia menangkan dan turnamen kedua yang ia menangkan setelah pada Oktober lalu juga menjuarai turnamen di Korea.

”Saya tidur jam 7 semalam dan bangun jam 2 pagi. Ada banyak adrenalin yang mengalir di tubuh saya sehingga tak bisa fokus pada hal apapun lagi,” ujar Bhullar. ”Tapi saya gembira bisa memenangkan gelar Indonesian Open kedua.”

Bhullar menyebut putting sebagai kuncinya memenangkan turnamen ini sehingga ia bisa bersaing dan akhirnya memenangkan BANK BRI-JCB Indonesia Open.

Selain itu, kerja keras jelas sangat dibutuhkan untuk bisa memiliki permainan yang prima. Ia biasa menghabiskan waktu 7-10 jam berlatih di lapangan dan melatih semua aspek permainannya.

”Kerja keras menjadi satu-satunya kunci buat saya. Sebelumnya saya tidak bisa berlatih keras lantaran mengalami cedera,” sambung Gaganjeet. ”Tapi tahun ini saya lebih bisa 100%. Saya sangat gembira akhirnya bisa memenangkan turnamen ini.”

Lapangan di Indonesia tampaknya memang cukup ramah bagi Bhullar yang meraih gelar pertamanya di Jakarta setelah memenangkan Indonesia Presidential Invitational 2009. Empat tahun kemudian ia menjuarai BANK BRI Indonesia Open 2013 di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course.

”Dalam tahun-tahun sebelumnya, bahkan ketika permainan saya juga sedang tidak prima, saya masih bisa bermain dengan baik di negeri ini,” tutur Bhullar. ”Entahlah, saya pikir mungkin karena lapangannya, kecepatan green-nya, rough-nya, kontrol spin-nya, banyak faktornya.”

Dua kali menjuarai ajang ini, Bhullar juga berharap keberhasilannya ini bisa menginspirasinya untuk menjuarai ajang Nasional Terbuka di negerinya sendiri.

”Saya pikir dalam platform Asian Tour, semua turnamen adalah turnamen besar. Dan saya beruntung bisa menjuarai Indonesia Open dua kali. Gelar ini akan meningkatkan percaya diri bagi saya, bakal menginspirasi saya pada ajang Indian Open yang bakal diadakan tiga bulan lagi di New Delhi,” tutupnya.

Sejak pertama kali digulirkan pada 1974, Bhullar menjadi satu-satunya pegolf India yang menjuarai turnamen ini, tak hanya sekali, tapi dua kali. Sementara itu, Indonesia masih harus menunggu lagi untuk mendapatkan juara dari negeri sendiri setelah satu-satunya peluang yang dimiliki melalui Danny Masrin harus puas di peringkat 15 besar dengan 9-under 279.