Tiga nama mencuat ke posisi teratas ajang Asian Tour, Sarawak Championship hari ini (17/8). Pavit Tangkamolprasert asal Thailand, Richard T. Lee dari Kanada, dan Hung Chien-yao asal China Taipei memimpin klasemen dengan sama-sama mengoleksi 18-under 198 pada turnamen yang memperebutkan total hadiah senilai US$300.000 ini.

Pavit, yang telah mengemas satu gelar Asian Tour, menampilkan permainan yang nyaris sempurna setelah bermain 7-under 65. Pukulannya terbilang sangat tajam dan hanya meleset di satu fairway di Damai Golf and Country Club ini.

“Driver saya pekan ini cukup bagus dan saya bisa banyak memukul bola ke fairway sehingga bisa mendapatkan banyak peluang birdie. Lapangan ini bukan lapangan yang jauh, jadi saya bisa sering memainkan wedge,” tutur pemegang enam gelar Asian Development Tour ini.

Ia menambahkan, putting dari jarak sejauh 30 yard di hole 3 ikut membangkitkan rasa percaya dirinya.

Richard T. Lee telah menambah koleksi trofinya tahun ini ketika menjadi juara pada ajang Korea PGA Tour bulan April 2019 lalu dan kini meramaikan persaingan dalam penampilan perdananya di Sarawak. Foto: Asian Tour.

“Saya tidak berpikir untuk menang, malah berusaha tetap rileks dan menikmati tiap putaran. Saya tahu saya mesti berjuang dan mempertahankan kartu saya tahun ini, tapi saya tak ingin memberi beban pada diri sendiri,” tutur Pavit, yang sepanjang musim ini baru mencatatkan finis di peringkat T29 sebagai hasil terbaiknya, yaitu pada New Zealand Open.

Sukses finis di sepuluh besar pada Kolon Korea Open, kini pegolf Kanada berdarah Korea Richard T. Lee berpeluang meraih gelar Asian Tour ketiga dengan meramaikan persaingan di puncak klasemen. Pegolf berusia 28 tahun ini menyamai skor total 18-under milik Pavit.

Tahun ini Lee telah meraih satu gelar profesional lainnya di Korea. Bulan April lalu, ia menjuarai The 15th DB Insurance Promy Open, sebuah turnamen pada Korean PGA Tour. Ia butuh tiga tahun untuk menjuarai ajang Asian Tour keduanya, Shinhan Donghae Open 2017, setelah pada 2014 memenangkan Solaire Open.

“Sudah lama sekali saya tidak bermain 8-under. Anda mesti bisa memainkan driver dengan baik dan memasukkan banyak putt agar bisa mendapat skor yang bagus. Saya berhasil memainkan 5-iron hingga menyisakan jarak 10 kaki untuk eagle di hole 11. Ini eagle keempat saya pekan ini,” ujar Lee, yang baru pertama kali bermain di Sarawak.

Ia menilai kalau bisa main 6-under pada putaran final besok (18/8), ia berpeluang untuk menjadi juara.

“Permainan saya kini sudah lebih baik. Tahun lalu saya harus berjuang keras karena mengganti club. Saya harap sekarang makin bagus. Sejauh ini, 18-under merupakan skor 54 hole terendah saya selama bermain pada Asian Tour. Target saya besok ialah memasukkan banyak putt, tetap tenang, dan main bagus,” tandasnya.

Setelah berhasil memperbaiki catatan skor terendah 36 hole dan 54 hole, Hung Chien-yao kini berpeluang meraih gelar Asian Tour perdana. Foto: Getty Images.

Adapun Hung Chien-yao berhasil memecahkan rekor skor 36 hole pribadinya ketika ia berhasil main 64 dan 66 untuk berada di jajaran atas klasemen pada akhir hari kedua kemarin (16/8). Kali ini kembali mencatatkan rekor 54 hole terbaik dalam karier profesionalnya setelah bermain 4-under 68 pada putaran ketiga. Ia pun kini berpeluang meraih gelar Asian Tour pertama. Sejauh ini prestasi terbaiknya ialah meraih satu gelar Asian Development Tour di negeri sendiri.

“Saya pikir kemenangan saya di negeri sendiri bulan lalu ikut meningkatkan rasa percaya diri dan itulah salah satu alasan mengapa saya bisa main bagus pekan ini. Saya juga menyukai lapangan ini dan merasa sangat nyaman,” ujar Hung. “Hari ini saya bisa dua kali memasukkan bola dengan chipping. Short game saya benar-benar bagus hari ini dan bisa memecahkan rekor skor total tiga hari. Sebelumnya, saya hanya bermain 16-under.”

Meski puncak klasemen dikuasi oleh Pavit, Hung, dan Lee, pegolf Thailand Kosuke Hamamoto ikut mencuri perhatian. Pegolf muda yang membela Thailand pada Asian Games 2018 di Jakarta ini memecahkan rekor skor terendah di Damai Golf and Country Club. Ia mencatatkan skor 10-under 62 di lapangan yang didesain oleh Arnold Palmer ini.

Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di Sarawak, Danny Masrin, hari ini membukukan skor 71. Ia berada delapan stroke di belakang trio Pavit-Hung-Lee dengan torehan 10-under 206. Danny membutuhkan permainan yang luar biasa untuk bisa finis di jajaran atas klasemen agar bisa mendapatkan poin ranking dunia dan bisa mewakili Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020.

Leave a comment