Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Almay Rayhan Yagutah, dan M. Rifqi Alam Ramadhan memulai perjuangan mereka pada Asia-Pacific Amateur Championship hari ini.

Kontingen Indonesia memulai perjuangan mereka untuk mencatatkan prestasi terbaik pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship. Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Almay Rayhan Yagutah, dan M. Rifqi Alam Ramadhan turun sebagai wakil Indonesia pada ajang amatir paling bergengsi yang layak disebut sebagai kejuaraan Major bagi pegolf amatir Asia Pasifik ini.

Dengan Sheshan International Golf Club sebagai tuan rumah pada tahun ini, ketiga pemain tersebut dipastikan bakal menghadapi tantangan yang lebih berat ketimbang ketika bermain di Sentosa Golf Club New Tanjong Course, Singapura tahun lalu. Ini merupakan lapangan yang juga menjadi tuan rumah ajang bergengsi lainnya, World Golf Championships-HSBC Champions, yang bakal digelar bulan Oktober mendatang.

Pelatih Tim Indonesia David Milne, yang turut mendampingi ketiga atlet tersebut memberi gambaran bahwa lapangan ini mirip dengan lapangan untuk U.S. Open. Dengan ketebalan rough yang luar biasa dan siap menelan tiap bola yang meleset dari fairway.

“Satu-satunya hal yang bisa dilakukan tiap pemain ketika bola mereka masuk ke rough ialah sekadar mengeluarkannya ke fairway,” jelas Milne.

“Karena bola bisa tenggelam di rough, para pemain akan kesulitan mencarinya karena untuk bisa melihatnya, kita mesti berdiri persis di atas bola. Saya pikir dengan peraturan baru mencari bola yang hanya tiga menit, banyak pemain yang bakal kehilangan bola. Jadi, memukul fairway menjadi sebuah kebutuhan. Even par di lapangan seperti ini sudah menjadi skor yang bagus.”

Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjadi pemain Indonesia yang paling berpengalaman. Pekan ini menjadi partisipasi kelima baginya setelah terakhir finis T24 pada edisi 2018. Foto: GolfinStyle.

Naraajie, yang pekan ini berperingkat 119 pada World Amateur Golf Ranking, turut menegaskan pernyataan sang pelatih.

“Lapangan ini bisa dibilang sempit dan rough-nya juga sangat tebal. Kalau tee off kurang bagus, jelas akan sangat sulit bermain dari rough seperti ini,” ujarnya.

Ketiga atlet ini jelas menyadari tingkat kesulitan yang bakal dihadapi ketika bertanding pada ajang ini. Ketiganya juga bukan kali ini saja mengikuti ajang ini.

Naraajie jelas menjadi yang paling berpengalaman. Sejak menjalani debutnya tahun 2015, dalam dua edisi terakhir ia selalu menunjukkan peningkatan prestasi. Setelah hanya bermain dua putaran dalam dua partisipasi pertamanya, ia berhasil finis di peringkat T35 pada edisi 2017 dengan bermain 70-72-70-77.

Lalu pada edisi ke-10 yang digelar di Singapura tahun lalu, Naraajie bahkan sempat bersaing di jajaran atas. Setelah menorehkan skor 66-74, ia membukukan skor 7-under 63 pada hari ketiga. Meskipun akhirnya harus puas finis di posisi T24, ia berhasil memperbaiki rekornya selama bermain pada ajang ini.

“Rasanya sekarang saya bisa bermain dengan lebih tenang, selain itu ada perubahan dalam cara berpikir selama bermain di lapangan.” – Naraajie Emerald Ramadhan Putra

Sementara itu, catatan positif juga telah diraih oleh Almay. Dalam dua penampilan terdahulu, yaitu pada 2017 dan 2018, Almay selalu bermain penuh selama empat putaran. Finis T48 pada edisi 2017, ia kemudian finis di peringkat 53.

Bagi Alam, panggilan M. Rifqi Alam Ramadhan, gelaran tahun ini menjadi partisipasinya yang kedua setelah tahun lalu juga mendapat kesempatan tampil dan bermain penuh empat hari. Kala itu ia finis di 49 bersama pegolf asal China.

Bagi Naraajie, ajang pekan ini menjadi turnamen pertama baginya sejak finis di peringkat 4 pada Bank BRI Indonesia Open awal September 2019 lalu. Tahun ini jelas menjadi tahun yang luar biasa bagi pegolf berusia 19 tahun itu. Setelah menjuarai Saujana Amateur Championship pada pertengahan tahun ini, Naraajie mencatatkan finis terbaiknya pada ajang Asian Development Tour dengan finis T9 pada Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic, sebelum kemudian finis lima besar di Pondok Indah Golf Course.

“Kondisi mental dan lainnya sudah siap dan saya juga berada dalam kondisi yang bagus,” ujar Naraajie. “Rasanya sekarang saya bisa bermain dengan lebih tenang, selain itu ada perubahan dalam cara berpikir selama bermain di lapangan.”

Persiapan yang matang juga turut diungkapkan oleh Alam. “Ketika putaran latihan, cuaca di sini bagus, suhunya sekitar 25° pada siang hari. Untuk ajang kali ini persiapan saya sudah bagus, dan yang paling penting sekarang ini saya lebih menyukai permainan golf. Kondisi mental dan teknik juga bisa dibilang bagus,” ujarnya.

“Selama berlatih dengan David (Milne) dan Lawrie (Montague), saya banyak berlatih short game. Saya sendiri memang meminta porsi latihan short game agar lebih banyak karena pada turnamen-turnamen yang sebelumnya, short game saya kurang bagus, padahal pukulan saya sudah bagus.”

“Para pemain kita telah mempersiapkan diri dengan baik. Fokus pada rencana permainan bakal menjadi hal yang sangat krusial bagi mereka.” – David Milne

David Milne Memberi Pandangan
“Para pemain kita telah mempersiapkan diri dengan baik. Fokus pada rencana permainan bakal menjadi hal yang sangat krusial bagi mereka. Selain itu, mereka juga perlu bersabar dan tidak memaksakan diri untuk mendapatkan skor yang diinginkan.

“Naraajie telah melakukan refleksi atas penampilannya pada ajang Bank BRI Indonesia Open. Performanya waktu itu telah membeirnya percaya diri bahwa ia bisa bersaing di level yang lebih tinggi lagi.

“Almay dan (Rifqi) Alam harus belajar bagaimana meraih skor ketika permainan terbaik mereka tidak muncul. Saya menyarankan ketika mereka mulai menghadapi kesulitan dalam permainannya, mereka menggunakan backup system yang ada dan memilih untuk melakukan permainan scrambling dan tidak panik.

“Mustahil memprediksi bagaimana hasil permainan mereka, tapi berapa pun skor mereka, jelas hasil itu akan menjadi yang terbaik yang bisa mereka lakukan pada putaran tersebut.

“Para pegolf Australia tampaknya sangat kuat karena banyak di antara mereka yang bertanding di Eropa dan AS pada musim panas lalu, dan hal itu bakal mempertajam kemampuan mereka.

“Beberapa negara yang diwakili pemain amatir dengan kemampuan rata-rata mungkin akan bermain dengan skor 90-an (mengingat kondisi lapangan yang berat).”

Leave a comment