Tiger Woods kembali ke Muirfield Village dan bertanding pada ajang Memorial Tournament presented by Nationwide, ajang yang telah lima kali ia menangkan sebelumnya.

Beberapa jam lagi Tiger Woods akan segera kembali ke tee box. Dan yang jelas kisah ini tak perlu diperumit.

Pemegang 82 gelar PGA TOUR ini telah menjadi pemain yang paling dibicarakan belakangan ini. Partisipasi Woods dalam ajang PGA TOUR memang telah dinanti-nantikan sejak kompetisi kembali bergulir.

Saat Woods memukul bola pertamanya di Muirfield Village beberapa saat lagi, saat itu pula ia memulai pekan kompetitif pertamanya dalam lima bulan. Terakhir ia bertanding pada ajang Genesis Invitational di Riviera Country Club pada bulan Februari. Woods, yang telah lima kali menjuarai turnamen ini (1999, 2000, 2001, 2009, dan 2012) akan berada dalam satu grup bersama Rory McIlroy dan Brooks Koepka dalam dua putaran pertama.

”Menyenangkan bisa kembali,” ujar Woods pada hari Selasa (14/7) lalu.

”Sudah cukup lama saya belum mengikuti turnamen, terakhir pada bulan Februari lalu. Lalu bisa kembali bermain dan melakukan putaran latihan dengan Justin Thomas hari ini benar-benar menyenangkan. Memang terasa seperti dunia dan lingkungan yang berbeda. Melakukan putaran latihan seperti ini dan melihat PGA TOUR berkembang dan melanjutkan kompetisi, tapi tanpa kehadiran para penggemar, semua itu terasa seperti dunia yang benar-benar berbeda.”

Publik golf jelas sangat menantikan kembalinya Woods sejak ia berpartisipasi pada The Match: Champions for Charity pada bulan Mei lalu. Kepada reporter, Woods mengaku sempat mempertimbangkan untuk kembali berkompetisi setelah mengikuti ajang tersebut.

”Saya sempat mempertimbangkan untuk bermain lagi, …. Tapi saya merasa lebih baik jika berada di rumah dan tetap aman.” — Tiger Woods.

”Saya sempat mempertimbangkan untuk bermain lagi, sekadar memikirkan apakah saya mestinya bermain atau tidak. Tapi saya merasa lebih baik jika berada di rumah dan tetap aman,” ujarnya. ”Saya terbiasa bermain dengan banyak orang di sekitar saya atau menjumpai banyak orang yang berada dekat dengan saya, dan kondisi itu tak hanya bisa membahayakan saya, tapi juga teman-teman dan keluarga saya. Jadi, saya memilih tetap di rumah, berlatih dan menjaga jarak, dan jauh dari orang banyak.”

Woods melihat dari jauh bagaimana PGA TOUR menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan yang baru, termasuk tidak membolehkan penggemar berada di lapangan dan melakukan pengujian COVID-19 secara rutin sepanjang pekan turnamen. Melihat protokol tersebut, ia akhirnya merasa yakin untuk kembali bertanding dan memilih tampil di Ohio pekan ini.

”Seperti itulah risiko yang saya hadapi, dan seperti itu pulalah risiko yang kita semua hadapi,” ujar Woods. ”Saya tahu PGA TOUR telah melakukan hal yang luar biasa dengan menerapkan keselamatan dan berusaha memastikan semua kami terlindungi dan aman. Tapi ada risiko yang harus kita terima ketika kita melangkah ke lapangan dan berada di sekitar orang-orang yang tak Anda tahu dari mana dan apa yang mereka lakukan.

”Tapi pengecekan yang dilakukan, proteksi yang berusaha diterapkan oleh PGA TOUR telah membuktikan bahwa kami harus menyesuaikan diri. Tapi itulah risiko yang sudah siap saya jalani.”

Woods memang memiliki banyak waktu untuk berlatih di lapangan yang menjadi basis baginya, Medalist Golf Club. Tapi ia juga sering bermain tenis dengan kedua anaknya, Sam dan Charlie. Lalu ia juga punya cukup waktu membaca novel-novel horor karya penulis favoritnya, Dean Koontz.

Tapi sekarang ia harus kembali bertanding. Plus kesempatan untuk menghapus kenangan dari turnamen kompetitif terakhirnya. Ketika para penggemar menyaksikan Woods untuk terakhir kalinya, Woods finis di jajaran bawah bersama para pemain untuk bisa lolos cut dengan skor 11-over dan harus puas dengan membukukan skor 76 dan 77 pada dua putaran terakhir.

”Secara fisik saya terasa sangat kaku di Los Angeles. Dan gerakan saya juga tidak cukup bagus,” ujarnya. ”Punggung saya tidak terasa santai, rasanya dingin. Pukulan saya juga tidak terlalu jauh, permainan saya juga tidak bagus, dan konsekuensinya saya harus finis di jajaran bawah.

 

 

”Sekarang saya merasa jauh lebih baik. Saya sudah bisa kembali berlatih dan fokus untuk mendapatkan kecepatan dan mengikuti irama turnamen. Jadi, bagaimana saya bermain pada The Match dan bisa berkembang sejak saat itu, lalu bisa kembali ke lapangan hari ini dan berlatih bersama J.T. benar-benar menyenangkan bagi kami berdua.

Satu hal yang pasti, takkan ada lagi penggemar yang mengikuti dia sepanjang sisa musim ini. PGA TOUR telah memastikan bahwa seluruh sisa turnamen pada jadwal mereka takkan dihadiri oleh para penggemar, setidaknya hingga akhir FedExCup Playoffs pada bulan Agustus.

Bagi Woods, hal ini sebenarnya tidak terlalu asing. Ketika tampil pada ajang ZOZO CHAMPIONSHIP di Jepang, bulan November 2019 lalu, Woods juga harus bermain tanpa pemain pada putaran kedua (video di atas). Bedanya, curah hujan yang tinggi memaksa panitia untuk tidak mengizinkan para penggemar untuk menonton langsung lantaran kekhawatiran merusak kondisi lapangan. Setelah itu, Woods keluar sebagai pemenang. Dan uniknya lagi, kemenangan itu ia raih setelah dua bulan penuh absen dari kompetisi.

Akankah performa serupa bakal terwujud pada pekan ini?

”Saya pikir, secara khusus, saya hanya harus berfokus untuk bermain,” ujar Woods. ”Tapi pastinya suasananya akan berbeda. Dalam sebagian perjalanan karier saya berkompetisi, selalu ada banyak orang di sekitar saya, para penonton yang berseru, dan banyak pergerakan dari para penonton dengan kru kamera dan media.

”Hal seperti itu tidak terlihat ketika menyaksikan para pemain bertanding dalam beberapa pekan terakhir, dan semua itu sangat berbeda. Dan bagi pemain yang sudah cukup berumur dan bermain sejak begitu lama, pengalaman seperti itu jelas menjadi sangat berbeda.”