Peluang Tiger Woods untuk menembus TOUR Championship berada dalam posisi kritis!

Oleh Chris Cox, PGA TOUR

Taruhannya cukup sederhana bagi Tiger Woods pekan ini. Finis di peringkat empat atau lebih baik pada ajang BMW Championship (yang dimulai hari ini, 27/8) dan sekali lagi ia dapat mengikuti turanmen terakhir FedExCup Playoff, TOUR Championship dan peluang untuk mencatatkan rekor kemenangan PGA TOUR ke-83.

Selain hasil tersebut, pegolf berusia 44 tahun ini hanya akan menonton rekan-rekannya bertanding di East Lake Golf Club.

”Saya harus main bagus; saya mesti meraih tempat menuju East Lake,” ujar Woods. ”Sejauh ini saya belum membuktikannya, dan saya butuh hasil bagus pekan ini supaya bisa melangkah. Kalau tidak, saya harus pulang. Pekan ini pekan yang penting dan saya tak sabar untuk bisa segera bermain dan berkompetisi.

”Set-up lapangan ini menyerupai U.S. Open daripada untuk turnamen reguler PGA TOUR, tapi inilah Playoff. Memang sudah semestinya susah.”

Woods tiba di Olympia Fields Country Club dalam peringkat 57 pada klasemen FedExCup. Sementara hanya 30 pegolf teratas yang bisa bermain pada ajang pamungkas di Atlanta. Dengan peringkatnya sekarang ini, Woods sudah pasti membutuhkan finis di jajaran lima besar untuk bisa lolos. Pastinya posisi tersebut bukanlah sesuatu yang aneh bagi Woods, yang telah sepuluh kali finis di lima besar pada ajang Playoff, termasuk kemenangan tak terlupakan di East Lake tahun 2018, ketika ia mengakhiri puasa gelar selama lima tahunnya.

Hanya Dustin Johnson yang lebih banyak finis di lima besar setelah musim reguler. Pekan lalu, ketika menjuarai THE NORTHERN TRUST, menjadi yang ke-11 baginya.

”Kalau Anda melihat para pemain dari peringkat 1-30, merekalah pemain yang paling konsisten sepanjang tahun,” imbuh Woods. ”Beberapa pemain bisa lebih berhasil menjelang akhir tahun, tapi untuk bisa main di East Lake, hampir pasti, Anda harus tampil konsisten, dan untuk bisa menjuarai TOUR Championship dan menjuarai FedExCup, Anda mesti benar-benar panas pada saat yang tepat dan hingga akhir kompetisinya, seperti halnya yang dilakukan oleh para pemain lainnya.”

Woods telah lima kali menjuarai BMW Championship, dengan dua di antaranya ia menangkan pada era FedExCup. Tapi pekan ini menjadi yang pertama kalinya ia memainkan ajang ini di Olympia Fields sejak finis T20 pada U.S. Open 2003.

”Mungkin saya bisa ingat beberapa pukulan dari U.S. Open kala itu,” Woods mengingat-ingat. ”Saya menonton YouTube dan melihat lapangan dan set-up turnamennya, tapi rasanya sangat berbeda. Ada lebih banyak pohon, posisi tee dimundurkan 50 yard, 60 yard di beberapa hle. Lay out-nya sangat berbeda. Banyak yang memilih memukul iron dari tee dan menempatkan bola di fairway. Pekan ini mungkin lebih seperti itu, tapi posisi tee-nya lebih mundur lagi.”

Jelas Woods telah berada di posisi ini setahun yang lalu. Kala itu, di Medinah, ia harus finis sendirian di peringkat 11 atau lebih baik, di lapangan yang telah memberinya dua gelar Major. Namun, Woods mencatatkan skor 1-under 71 selama dua putaran berturut-turut, sebelum akhirnya finis T37.

Pesaing Woods pekan ini, di antaranya, ialah tiga dari lima pemain berperingkat teratas dunia. Johnson, Justin Thomas sang juara bertahan, dan Rory McIlroy.