Bagaimana Tiger Woods dan Sherwood Country menjadi pasangan yang serasi dan formula yang ideal untuk menjadi pemegang gelar PGA TOUR terbanyak? Cameron Morfit dari PGATOUR.com menjelaskannya.

Oleh Cameron Morfit, PGATOUR.com

Sudah lumrah kalau Tiger Woods menjadi pilihan petaruh untuk sukses mempertahankan gelarnya pada ZOZO CHAMPIONSHIP pekan ini. Ia memiliki ketangkasan untuk mendominasi turnamen yang ia sukai dan saat ini ia tengah memiliki motivasi yang juga tinggi. Gelar ZOZO berikutnya bakal menjadi kemenangan No.83 baginya, sekaligus membuatnya melampaui rekor Sam Snead, yang kini ia samai, dan menjadi pegolf dengan gelar PGA TOUR terbanyak.

Namun, situasi saat ini sangat berbeda. Pandemi memaksa turnamen ini dipindahkan dari Jepang untuk sementara, dan pekan ini ZOZO CHAMPIONSHIP @ SHERWOOD dimainkan di Thousand Oaks, California. Ini Sherwood Country Club yang sama, hasil karya Jack Nicklaus, tempat Woods lima kali menang atau lima kali meraih tempat kedua dalam 10 dari 12 turnamen pada ajang Hero World Challenge dari periode 2000-2013.

Jadi, ya, ia berada pada posisi yang bahkan lebih baik lagi untuk mempertahankan gelarnya, meskipun jumlah peserta kali ini adalah 78, bukan 18, seperti yang tampil pada ajang tak resmi Hero World Challenge itu—ajang yang kemudian dipindahkan ke Albany di Bahamas.

Lalu memangnya kenapa? Ada apa antara Woods dan Sherwood?

”Saya pikir saya sudah belajar segalanya dari Tiger selama bertahun-tahun, saya mempelajari betapa visualnya dia dan bagaimana ia suka membentuk pukulannya. Saya pikir di Sherwood, semua hole-nya terbingkai dengan begitu baik dan Anda bisa melihat berbagai pukulan dengan mudahnya di sana. Saya mengerti mengapa Tiger bisa bermain begitu baik di sini,” ujar Rory McIlroy, yang memainkan putaran kompetitif pertamanya dengan Woods di Sherwood.

Memang, Sherwood berada di lembah yang dikelilingi pegunungan dan bukit-bukit, mudah terlihat di mata. Lokasi ini menjadi latar bagi adegan helikopter dalam tiap episode M*A*S*H dan Dukes of Hazzard, sebelum daerah ini menjadi lapangan golf. Ada sejumlah tee dan green yang dinaikkan, dan panjangnya 7.098 yard, bukan lapangan yang bisa dianggap terlalu panjang.

”Sherwood menjadi contoh yang sempurna untuk menempatkan bola di fairway dan memulai permainan Anda dari sana.” — Rickie Fowler.

”Sherwood menjadi contoh yang sempurna untuk menempatkan bola di fairway dan memulai permainan Anda dari sana,” ujar Rickie Fowler, yang juga sempat menjuarai Hero di Albany tahun 2017. ”Dan dia (Tiger) merupakan salah satu pemain iron terbaik sepanjang masa, jadi pukul bola ke fairway dan mencatatkan skor dari sana.”

Fowler menyebut Sherwood dan Woods sebagai ”sangat serasi”.

Legenda menyebutkan, pengambilan film Robin Hood dan The Adventures of Robin Hood dilakukan di sini, menampilkan bintang film, seperti Errol Flynn dan Olivia de Havilland. Nama klubnya (diambil dari Hutan Sherwood) dan logo (figur menyerupai Robin Hood yang menarik busurnya) menjadi penghormatan atas sejarah tersebut. Begitu pula Busur dan Anak Panah, yang menjadi turnamen tahunan para anggota klub dan tamu.

Legenda Woods di lapangan tempat bermain para bintang—Will Smith, Justin Timberlake, Jane Seymour, dan Wayne Gretzky yang termasuk anggota klub di sini—dimulai ketika ia mengalhkan David Dual, 2&1, untuk ajang khusus untuk disiarkan TV, ”Showdown at Sherwood” tahun 1999. Pukulan tee Duval menghantam batu besar terkenal yang Nicklaus tinggalkan sebagai karakter khas di tengah fairway hole 16.

Kemudian permainan Woods memanas. Ia mengalahkan Vijay Singh dengan keunggulan tiga stroke pada ajang Hero dua tahun kemudian. Ia juga mengalahkan Padraig Harrington dengan dua stroke tahun 2004, Geoff Ogilvy dengan empat stroke tahun 2006, dan Zach Johnson dengan tujuh stroke setelah upayanya membuahkan 22-under pada tahun 2007. Woods mencatatkan birdie di dua hole terakhirnya untuk sekali lagi mengalahkan Johnson tahun 2011. Itulah kemenangan Woods pertama setelah lebih dari dua tahun, setelah sebelumnya ia memenangkan Australian Masters 2009.

”Memang sudah cukup lama (saya tidak menang lagi,” ujarnya kala itu, ”tapi entah kenapa, saya tak merasa begitu karena rasanya sangat nyaman memainkan hole-hole terakhir.”

”Kami sudah cukup sering bermain bersama sampai tak terasa aneh atau asing. Saya mungkin hanya mengalahkan dia dua atau tiga kali.” — Zach Johnson.

Ia memang menyinggung kemenangan itu, semudah itulah ia jika membicarakan Sherwood.

Johnson membalasnya pada ajang Hero terakhir di Sherwood tahun 2013. Setelah pukulan 8-iron Johnson masuk air di sisi kanan green hole 18, pukulan yang ia sebut sebagai ”pukulan terburuk yang pernah saya lakukan sepanjang masa”, ia melakukan drop ball dan memasukkan pukulan wedge tiga perempat dari jarak 58 yard. Pukulan itu memaksa Woods bermain dalam babak play-off, babak yang kemudian ia menangkan. Hasil tersebut jelas mengejutkan, mengingat Johnson tertinggal empat stroke dengan delapan hole tersisa.

”Permainannya cukup mengesankan,” ujar Woods saat itu. ”Dia berhasil membalas saya.”

”Kemenangan itu semacam penebusan,” ujar Johnson. ”Sungguh menyenangkan ikut bersaing dengan pemain terbaik di dunia dan melakukan obrolan yang luar biasa. Saya bisa tebak ia akan mengatakan hal yang sama. Kami sudah cukup sering bermain bersama sampai tak terasa aneh atau asing. Saya mungkin hanya mengalahkan dia dua atau tiga kali dalam karier saya, ketimbang dia mengalahkan saya yang, entahlah, Anda bisa hitung sendiri. Ada angka nol di belakangnya.”

Salah satu penonton pada masa itu bernama Matthew Wolff. Kala itu ia baru berusia 14 tahun, besar di Agoura Hills yang tak jauh dari lapangan itu. Ia bersekolah di Westlake High School, yang hanya berjarak 11 km. Kali ini ia bakal tampil sebagai salah satu peserta ZOZO CHAMPIONSHIP, tapi ia takkan meluoakan peristiwa tahun 2013 itu. ”Para penonton bersorak sorai,” ujarnya. ”Dan bisa meraih kemenangan setelah memukul ke air di hole 18 jelas sangat luar biasa. Jelas Anda tak bisa berharap lebih selain kemenangan itu.”

Begitu pula Woods, yang mengincar kemenangan No.83. Mungkin sudah saatnya legenda Tiger dan Sherwood yang dipenuhi dengan berbagai kemenangan dan sensasi itu masuk Hollywood.