Pegolf tuan rumah Ben Leong bangkit dari demamnya dan tampil sebagai salah satu pimpinan klasemen pada ajang Sarawak Championship hari ini (15/8). Leong mencatatkan skor 4-under 68 ketika Asian Tour kembali menghadirkan turnamennya ke wilayah Asia Tenggara.

Pegolf berusia 33 tahun ini sempat mengalami demam pada hari Selasa (13/8), namun bisa kembali pulih persis ketika ia membutuhkannya. Meski belum sepenuhnya sehat, ia berhasil mencatatkan sebuah eagle dengan enam birdie untuk menjadi salah satu penghuni puncak klasemen.

Dalam paruh pertama tahun 2019 ini, Leong sebenarnya tampak kesulitan untuk menampilkan permainan terbaiknya. Dalam enam turnamen yang ia ikuti, ia hanya bisa lolos cut pada dua turnamen, yang menempatkannya di peringkat 97 Habitat for Humanity Standings. Jelas penampilannya pada hari pertama ini menjadi sangat penting baginya untuk kian memulihkan percaya dirinya.

“Sebenarnya ekspektasi saya sangatlah rendah. Saya mengalami demam berat pada Selasa malam dan harus mundur dari Pro-Am hari Rabu (14/8). Rabu paginya saya ke dokter dan menerima perawatan yang saya butuhkan. Sekarang kondisi saya sudah lebih baik. Senang bisa menuntaskan 18 hole hari ini,” ujar pemegang dua gelar Asian Development Tour ini. Leong juga menjadi satu-satunya pegolf Malaysia yang bisa menjuarai ajang Asian Tour di negeri sendiri, yaitu pada Worldwide Holdings Selangor Masters 2008 silam.

Dalam prosesnya mencatatkan skor 64 hari ini, bola Leong hanya sekali tak mencapai green dan empat kali meleset dari fairway. Ia juga hanya membutuhkan total 28 putt.

“Saya hanya berusaha memukul lurus hari ini, memasukkan beberapa putt, bisa dapat birdie sudah menjadi bonus buat saya. Dan bisa menuntaskan 18 hole juga menjadi bonus besar. Saya mengawali hari pertama ini dengan baik, birdie di hole 10, memukul hingga berjarak 12 kaki dan memasukkan putt untuk birdie.

Gelar Taiwan PGA Championship ketiga yang ia raih turut meningkatkan percaya diri Hung Chien-yao untuk bisa main solid dan ikut meramaikan puncak klasemen hari pertama Sarawak Championship. Foto: Asian Tour.

“Pukulan 5-wood saya mengantar bola hingga berjarak lima kaki dan saya berhasil memasukkan putt untuk eagle di hole 11. Sementara di hole berikutnya, saya memukul hingga menyisakan 12 kaki dan putting saya lagi-lagi masuk. Ini awal yang sangat baik dan meningkatkan percaya diri saya dari sana, tapi saya mengingatkan diri sendiri untuk bersabar, tetap fokus pada rencana permainan saya dan menuntaskan putaran.” papar Leong, yang sempat tampil bersama Gavin Green pada ISPS HANDA Melbourne World Cup of GOlf bulan November 2018 lalu.

Catatan skor Leong itu kemudian disamai oleh pegolf China Taipei Hung Chien-yao dan Justin Quiban dari Filipina. Hung juga menunjukkan permainan yang tak kalah tajamnya. Pukulannya hanya meleset di dua green dan satu fairway dan hanya butuh 26 putt, dua putt lebih sedikit daripada Leong.

“Saya tak mengira bisa main sebagus ini. Saya hanya bermaksud melakukan pukulan demi pukulan. Target saya sekadar main sebaik mungkin. Saya kira saya beruntung juga hari ini. Permainan iron dan pukulan approach saya sangat bagus dan saya bisa memukul bola mendekati hole dan memberi banyak peluang birdie,” ujar Hung yang mengaku cukup akrab dengan lapangan di Damai Golf and Country Club.

Tiga pekan lalu, ia berhasil menjuarai Taiwan PGA Championship untuk tiga kali berturut-turut. Ia menyebutkan, prestasi itu membantunya bisa tampil bagus pada hari pertama. “Saya berharap bisa melanjutkan momentum pada pekan ini,” tandasnya.

Satu pemain lain yang juga bermain 8-under 64 ialah pegolf Filipina Justin Quiban. Quiban tiba di Malaysia dengan kondisi swing yang tidak meyakinkan. Diskusi dengan ayahnya semalam sebelum turnamen dimulai ternyata membantunya. Dan permainan iron-nya malah menjadi lebih baik.

Permainan iron yang jauh lebih baik membantu Justin Quiban dari Filipina menaklukkan Damai Golf and Country Club, dalam kunjungan pertamanya ke Sarawak. Foto: Asian Tour.

“Sebelum pekan ini, saya bahkan sama sekali tak meyakini permainan iron saya. Hari ini permainan iron saya malah sangat bagus. Putting saya juga bagus. Ada putt dari jarak 40 kaki yang membuahkan birdie di hole 14 par 3. Saya pikir itulah momen terbaik pada hari ini,” ujar Quiban yang baru pertama kali bermain di Sarawak.

Tiga pemain lainnya berada satu stroke dari trio Leong-Hung-Quiban. Daisuke Kataoka asal Jepang, bintang Thailand Jazz Janewattananond, dan rekan senegara Quiban Miguel Tabuena mencatatkan 7-under 65 untuk berada di peringkat T4.

Bagi Jazz, turnamen pekan ini menjadi kesempatan terakhir untuk memastikan masuk ke jajaran delapan besar pada klasemen Tim Internasional untuk Presidents Cup. “Saya tahu kalau saya berpeluang untuk masuk Tim Internasional untuk Presidents Cup kalau menang. Jadi, ini sebuah target yang bagus agar bisa menang. Saya pasti akan bermain sebaik mungkin. Kalau bisa masuk tim, pasti luar biasa. Tapi kalau pun tidak, tidak mengapa juga,” tandasnya.

Trio Indonesia di Sarawak
Tiga pegolf terbaik Indonesia juga turut berlaga di Sarawak pada pekan ini. Ketiganya mencatatkan hasil yang beragam dengan Danny Masrin untuk sementara berada di posisi terbaik. Ia berbagi peringkat ke-17 dengan 12 pegolf lainnya setelah bermain 5-under 67. Danny berhasil bermain dengan solid, membukukan lima birdie dan tanpa sekali pun mendapatkan bogey.

Sementara itu, Rory Hie berada satu stroke di belakang Danny dan kini ada di peringkat 30 bersama 21 pegolf lainnya, termasuk Scott Hend. Tak seperti Danny, Rory harus mencatatkan dua bogey di hole 1 dan 4. Namun, ia berhasil mencatatkan eagle di hole 8 dan empat birdie untuk mengakhiri putaran pertama dengan skor 68.

Performa yang jauh dari memuaskan justru dialami oleh George Gandranata. George harus berjibaku untuk mengamankan skornya sepanjang 18 hole pertama ini dan kesulitan untuk mencatatkan birdie. Ia harus menuntaskan putaran pertama dengan torehan 76 dan harus berjuang lebih baik pada putaran kedua untuk meneruskan langkahnya ke putaran akhir pekan.

Leave a comment