Tiga pemain bersaing di posisi teratas perhelatan Queen’s Cup setelah putaran kedua kemarin (17/6). Pemain favorit asal Thailand, Prom Meesawat berhasil melaju ke puncak klasemen putaran kedua setelah mencatatkan skor terendah dalam kariernya, 6-under 65 di Santiburi Samui Country Club.

Pegolf yang berjuluk ”Big Dolphin” ini memimpin turnamen bersama pemain Amerika Paul Peterson dan pegolf Spanyol Carlos Pigem. Prom mencatatkan enam birdie, termasuk empat birdie secara berturut-turut.

Peterson juga menikmati permainan dengan skor 65, yang ia dapatkan dengan eagle dari jarak 30 kaki di hole 18 par 5. Sementara Pigem ikut meramaikan persaingan untuk meraih gelar Asian Tour pertamanya dengan skor yang solid, 2-under 69.

Prom, yang telah menyandang dua gelar Asian Tour, sangat puas dengan raihan terendahnya di Santiburi Samui—ia telah dua kali meraih posisi sepuluh besar di sini.

”Saya tak tahu kalau ini putaran terbaik saya di sini,” ungkap Prom. ”Saya main bagus, terutama di par 3 dengan mendapat 3-under hari ini (kemarin). Hari ini main lebih mudah karena tidak ada angin dan ada preferred lie. Jadi, saya hanya cukup memukul bola ke fairway, itu kunci bermain di sini.”

Dengan dukungan dari keluarganya, Prom meyakini bermain relaks akan menjadi kunci menjuarai Queen’s Cup untuk pertama kalinya. Turnamen ini sendiri memang telah didominasi oleh para pemain Thailand sejak menjadi agenda Asian Tour pada 2009 lalu.

Peterson, yang tahun lalu finis di posisi kelima Order of Merit Asian Tour, mencatatkan skor terendahnya musim ini untuk bersaing. Pegolf kidal ini berjuang untuk meraih permainan terbaiknya tahun ini, tapi hanya sekali berada di peringkat 20 besar. Sebuah percakapan via telepon dengan pelatihnya semalam sebelum putaran kedua kemarin terbukti bisa membantunya.

”Putaran yang sangat menyenangkan, senang bisa main bagus lagi. Sangat bagus. Saya bisa kembali mendapatkan irama yag bagus,” ujar Peterson.

”Saya berbincang-bincang asyik dengan pelatih soal putting. Kemarin, saya merasa frustrasi karena tak ada putting yang masuk. Kami berbincang tentang beberapa hal dan rasanya lubang mulai terbuka. Semoga saja akhir pekan ini saya bisa melakukan hal yang sama.”

Kegembiraan serupa juga menjadi milik pemain Spanyol, Carlos Pigem, terutama karena lapangan ini tidaklah ramah baginya. Prestasi terbaiknya di sini ialah finis di posisi T38.

”Sebelum ke sini, saya tahu lapangan ini sangat susah dan kalau melakukan kesalahan, Anda bakal kena masalah. Jadi, saya berusaha main dan kalau meleset, tak perlu memikirkannya karena ada banyak peluang birdie juga di sini,” ujar Pigem.