Indra Hermawan, Danny Masrin,dan Fajar Win Nuryanto bersaing ketat di puncak klasemen pada Indonesian Golf Tour Grand Final. Ketiga pegolf profesional tersebut sama-sama mengumpulkan total 5-under 137 pada seri final yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp300 juta ini.

Bermain di East Course Gunung Geulis Golf & Country Club, Danny sempat sendirian menduduki posisi pertama dengan 6-under setelah Fajar yang juga mendampinginya di posisi atas tergusur ke T2 karena bogey di hole 16. Namun, Danny justru mendapat bogey di hole 18.

”Dua hari ini saya selau bermain 4-under setelah 14 hole. Namun, kemarin tiga bogey di empat hole terakhir. Hari ini (kemarin) setelah 6-under saya justru dapat bogey di hole 14 dan 18 dengan birdie lagi di hole 15,” ujar Danny.

Danny menyebut empat hole terakhir di East Course sebagai hole yang sulit. Meskipun pukulannya bagus selama dua putaran terakhir, green di sembilan hole terakhir ia akui sulit dibaca.

”Di hole 18 ini saya selalu mendapat tiga putt,” imbuhnya. ”Besok saya mesti agresif di 4-5 hole terakhir. Namun, di 12 hole pertama saya mesti meraih skor sebanyak-banyaknya.”

Adapun Indra Hermawan yang menjuarai IGT Seri II tahun ini membukukan 1-under 70 pada putarna kedua. Skor ini memang tidak cukup untuk membawanya sendirian di klasemen seperti pada putaran pertama, namun masih memberi peluang untuk kembali mengangkat trofi.

”Hari ini putting saya kurang bagus. Kemarin pun demikian. Namun, hari ini lebih jelek dibanding kemarin. GIR (green in regulation) juga turun, hanya 14. Saya salah membaca jarak. Namun, saya masih optimistis bisa lebih baik lagi besok. Mudah-mudahan putting-nya bisa sesuai harapan saya,” kata Indra.

Adapun Fajar masih bermain dengan konsisten. Bermain 3-under 68, ia berhasil memperketat persaingan dengan Danny dan Indra. Ini sekaligus menjadi pertama kalinya ia berada di puncak klasemen sekaligus membuka peluang untuk meraih gelar profesional pertamanya.

Sempat bogey di hole pertama, ia mendapatkan momentum dengan birdie di hole 2.

”(Setelah itu) permainan saya mengalami peningkatan. Empat tambahan birdie hingga hole 9, sayangnya saya dapat double bogey di hole 12. Tapi saya bisa buat dua birdie, meski kena satu bogey lagi,” jelas Fajar.

Sama seperti Danny, Fajar juga mengakui kalau sembilan hole terakhir di East Course bukan lapangan yang mudah.

”Sembilan hole kedua ini memang benar-benar menyulitkan greennya. Dua hari ini saya kena bogey di hole 10 dan 16,” tandasnya.

Tiga pegolf, Joshua Andrew Wirawan, Clement Kurniawan, dan pegolf amatir Almay Rayhan sama-sama bermain 1-over 143. Almay berpeluang menutup tahun ini dengan meraih Lowest Amateur setelah pada putaran kedua bermain 3-under 68. Ia hanya berjarak dua stroke dari pesaing terdekatnya, Kevin Caesario Akbar.