Tiga pemain yang bermain bersama pada grup terakhir putaran ketiga hari ini (13/10), Marc Leishman, Gary Woodland, dan Shubhankar Sharma, kini sama-sama berada di puncak klasemen sementara CIMB Classic. Ketiganya sama-sama mengumpulkan skor total 19-under 197.

Pada putaran ketiga di TPC Kuala Lumpur tersebut, Leishman dan Woodland sama-sama bermain 5-under 67, sementara Sharma membukukan 6-under 66 untuk memastikan ketiganya kembali bermain pada putaran final besok. Menariknya lagi, skor total 19-under 197 ini merupakan skor 54 hole terendah dalam karier Leishman, dan terendah ketiga bagi Woodland. Sementara Sharma memperbaiki catatan skor terendahnya setelah sebelumnya bermain dengan skor 200 dalam tiga putaran pada World Golf Championship-Mexico Championship.

Leishman memainkan sepuluh hole pertamanya dengan luar biasa. Pegolf Australia ini menorehkan lima birdie dengan sebuah eagle di hole 3. Sayangnya, performa putter-nya menurun justru di delapan hole terakhirnya. Ia bahkan mendapatkan bogey di hole 11 dan 13.

“(Tapi) saya senang dengan putaran ini karena saya memberi peluang yang bagus untuk besok, jadi semoga putter saya bisa seprima di sepuluh hole pertama hari ini dan melihat bagaimana akhirnya,” ujar Leishman yang sejauh ini telah menjuarai tiga gelar PGA TOUR (Travelers Championship 2021, Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard 2017, dan BMW Championship 2017).

“Saya cukup senang bisa menutup putaran ini dengan sebuah birdie dan mendapatkan momentum untuk dibawa ke putaran final besok.” – Gary Woodland

Leishman juga memuji kedua rekan mainnya tadi dengan menyebut, “Mereka (Woodland dan Sharma) bermain bagus. Saya pikir kami semua bermain dengan baik. Tapi siapa pun yang menang besok, entah di grup saya atau bukan, harus bermain dengan baik. Semoga orang itu adalah saya, tapi kita mesti melakukan sesuatu yang bagus besok,” imbuh pegolf yang memainkan CIMB Classic keenamnya ini.

“Kalau besok bisa main 25-under, pasti bakal menjadi awal yang bagus, tapi belum tahu juga bagaimana kondisi cuaca dan anginnya besok, dan seperti apa posisi pin-nya. Anda harus menerima apa yang ada di hadapan Anda dan berharap bisa main bagus.”

Woodland yang kemarin (12/10) sempat menampilkan permainan yang luar biasa dengan skor 61, hari ini performa putter-nya juga menurun dan hanya membukukan enam birdie dan sebuah bogey.

“Hari ini saya tidak memasukkan putting sebanyak kemarin, tapi saya masih bisa memukul bola dengan baik. Permainan saya agak sedikit menurun di sembilan hole terakhir, mungkin karena sedikit kelelahan, tapi saya cukup senang bisa menutup putaran ini dengan sebuah birdie dan mendapatkan momentum untuk dibawa ke putaran final besok,” ujar Woodland yang juga berhasrat untuk bisa menang.

Shubhankar Sharma berpeluang untuk mengikuti jejak Arjun Atwal dan menjadi pegolf India kedua yang menjuarai sebuah ajang PGA TOUR.  Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

“Saya senang bermain di sini (West Course TPC Kuala Lumpur), saya suka datang ke sini (Malaysia), orang-orangnya ramah, makanannya lezat, lapangannya pun fenomenal. Mereka melakukan pekerjaan luar biasa dengan pembaruan lapangan ini. Lapangannya ada dalam kondisi seterbaik yang saya lihat. Set-up yang bagus buat besok dan semoga kami bisa main dan menikmati putaran yang bagus, dan melihat seperti apa hasilnya,” imbuh Woodland lagi.

Sementara itu, Shubhankar Sharma tengah berupaya untuk mengikuti jejak Arjun Atwal sebagai pegolf India kedua yang menjuarai sebuah ajang PGA TOUR. Sebelumnya, Atwal menjuarai Wyndham Championship, delapan tahun silam.

Upaya Sharma mewujudkan hal tersebut ia buktikan dengan menorehkan tujuh birdie dan sebuah bogey untuk menjadi salah satu pimpinan klasemen. Kali ini ia hanya membutuhkan 25 putt untuk mencatatkan skor 6-under 66 tersebut. Pencapaian ini turut menempatkan Sharma sebagai pegolf India kedua setelah Anirban Lahiri yang sukses menjadi salah satu pimpinan klasemen pada ajang CIMB Clasic ini. Lahiri melakukannya pada 2016 lalu mencatatkan finis terbaik oleh pegolf India dengan finis di peringkat T3.

“Hal terbaiknya ialah, saya pernah berada di posisi ini dan sekarang saya mengulanginya lagi. Tapi hal positifnya ialah bahwa kami ada di Asia dan bakal mendapat banyak dukungan dari para penggemar. Saya tahu apa yang mesti saya lakukan, jadi saya akan berusaha serileks mungkin dan kembali ke sini dengan lebih solid,” ujar Sharma.

Tentu saja persaingan pada putaran final besok tidak hanya seputar ketiga pemain ini. Bronson Burgoon dan Louis Oosthuizen hanya berjarak dua stroke di belakang ketiga pimpinan klasemen ini dengan 17-under 199. Sementara Austin Cook membukukan 16-under 200 dan sendirian di peringkat 6. Enam pemain lainnya, termasuk juara CIMB Classic 2012 Nick Watney berbagi peringkat ke-7 dengan 15-under 201 pada ajang kolaborasi PGA TOUR dan Asian Tour ini.

Leave a comment