Tiga pemain debutan Asia menyumbangkan poin penting yang sangat dibutuhkan oleh Tim Internasional Presidents Cup.

Trio pemain debutan Asia, Im Sungjae, An Byeonghun, dan C.T. Pan menikmati debut gemilang mereka pada ajang Presidents Cup setelah turut menjadi instrumen penting yang membantu Tim Internasional menaklukkan Tim AS. Pada sesi Four Ball yang membuka Presidents Cup pada hari ini (12/12), Tim Internasional berhasil menaklukkan Tim AS dengan skor 4-1 di The Royal Melbourne Golf Club.

Im berhasil membukukan eagle setelah chipping-nya berhasil masuk. Berpasangan dengan pegolf Kanada Adam Hadwin, duet ini menaklukkan pasangan Xander Schauffele dan Patrick Cantlay dengan 1-up di partai kedua sesi Four-Ball.

Sementara itu, An, yang baru bergabung dua pekan terakhir menyusul cederanya jason Day, berpasangan dengan pemain paling berpengalaman Adam Scott untuk menaklukkan duet Bryson DeChambeay dan Tony Finau 2&1. Yang istimewa ialah mereka tak pernah berada dalam posisi tertinggal!

Adapun duet C.T. Pan dan bintang Jepang Hideki Matsuyama meraih kemenangan keempat bagi tim yang dipimpin Ernie Els ini. Kemenangan keempat ini terjadi setelah partai seru dengan Patrick Reed dan Webb Simpson, yang berujung pada kemenangan tipis 1-up bagi Tim Internasional.

Adapun duet pemain berpengalaman Louis Oosthuizen dan pemain debutan asal Meksiko Abraham Ancer menjadi pasangan lain yang menyumbangkan poin penting bagi Tim Internasional. Satu-satunya kemenangan Tim AS diraih oleh duet sang kapten yang juga ikut bermain Tiger Woods dan Justin Thomas. Duet ini menaklukkan pasangan Marc Leishman-Joaquin Niemann dengan 4&3.

Keberhasilan ini tampaknya menjadi menjadi keberhasilan Els dalam menerjemahkan keberhasilan dan pengalamannya bermain di Royal Melbourne. Els pernah membukukan rekor skor terendah di lapangan ini ketika membukukan skor 60. Tak mengherankan jika kemudian PGA TOUR Rookie of the Year 2019 Im melayangkan pujian bagi sang kapten.

“Kami mendapatkan suasana yang baik dan mencatatkan banyak birdie. Secara keseluruhan kami bermain sangat baik.” – An Byeonghun

“Yang mengejutkan adalah saya sama sekali tak merasa gugup. Saya berniat memainkan 3-iron dari tee, tapi Ernie datang dan menyarankan untuk memukul driver karena posisi pin ada di kiri. Dan ternyata saran tersebut terbukti mujarab! Saya sangat gembira meraih hasil ini dan bersemangat untuk kembali bertanding besok,” ujar Im, yang bakal berduet dengan Cameron Smith pada partai Foursome terakhir menghadapi Gary Woodland dan Rickie Fowler.

“Saya rasa kerja sama tim kami luar biasa. Saat saya tidak bermain cukup bagus, Adam (Hadwin) bisa mengatasinya dan begitu pula sebaliknya. Saya pikir kerja tim kami benar-benar membantu kami meraih hasil yang luar biasa ini.”

An juga puas melakoni debutnya pada Presidents Cup bersama Scott. Pegolf Australia ini memegang rekor penampilan terbanyak di antara seluruh peserta yang bertanding pekan ini. Penampilannya kali ini merupakan yang ke-9 sejak pertama kali bermain pada 2003.

“Benar-benar gila. Saya sedikit gugup. Tapi sangat menyenangkan bermain di hadapan pendukung tuan rumah, dan bermain dengan Adam (Scott) membuat saya menjadi lebih tenang. Itulah sebabnya saya bisa melakukan beberapa pukulan bagus di beberapa hole pertama,” ujar An.

“Kami mendapatkan suasana yang baik dan mencatatkan banyak birdie. Secara keseluruhan kami bermain sangat baik. Ketika ia tidak bermain cukup baik di beberapa hole pertama, saya bisa menutupinya, dan waktu saya mulai kesulitan di tengah pertandingan, ia justru membukukan birdie.”

Adapun Pan, yang menjadi pegolf China Taipei pertama yang mewakili Tim Internasional, menjadi pasangan terakhir yang bertanding hari ini. Bermain dengan Matsuyama, keduanya bertanding sengit dengan Reed dan Simpson.

Pegolf berusia 28 tahun itu menyebutkan, menyaksikan video kemenangan Tim Internasional pada tahun 1998 saat melakukan pertemuan tim pada Rabu (11/12) malam menyulut semangat dia dan rekan-rekan setimnya.

Hideki Matsuyama dan C.T. Pan merayakan keberhasilan Matsuyama memasukkan putt dari jarak 28 kaki di green hole 17 untuk memberi keunggulan 1-up hingga hole terakhir kala menghadapi duet Patrick Reed-Webb Simpson. Foto: Getty Images.

“Video itu, bahkan setelah semalam, saya saksikan beberapa kali karena saya menyukainya. Sudah 21 tahun berlalu, dan saya tahu ini masih hari pertama, jadi masih ada banyak hal yang harus kami kerjakan. Video itu benar-benar memacu kami dan membuat semua kami di Tim Internasional bersemangat,” ujar Pan, yang menjuarai gelar PGA TOUR pertamanya pada ajang RBC Heritage bulan April 2019 lalu.

“Sungguh mengagumkan, terutama pada partai terakhir untuk finis di hole 18. Para pendukung kala itu sangat mengagumkan dan rasanya, keberhasilan itu membuat saya kesulitan untuk berkata-kata. Ya, saya main bagus. Kami sangat senang bisa menyumbangkan satu poin.”

Pan menyebut kepemimpinan Kapten Els sebagai salah satu yang sangat membantu.

“Sungguh mengagumkan. Dia memiliki sistem yang bisa berjalan. Kami layaknya prajurit baginya, jadi kami mengikuti semua instruksi darinya. Dan itulah yang kami jalankan hari ini, dan semua itu berjalan dengan baik. Dia memang banyak melakukan persiapan dalam beberapa bulan terakhir. Semuanya berjalan dengan baik.”

Ketika duel keduanya tengah sengit sepanjang 16 hole, Matsuyama kemudian memasukkan putt birdie dari jarak 28 kaki di hole 17 untuk meraih keunggulan 1-up. Luapan selebrasinya kemudian turut membangkitkan gemuruh dari para pendukung.

“Hideki, dia benar-benar memasukkan putt dengan luar biasa. Pukulan saya dekat, tapi dia memasukkan putt yang sulit, jadi putting yang ia lakukan itu benar-benar krusial,” sambung Pan.