Pegolf veteran Thongchai Jaidee kembali tampil pada PGA TOUR Champions setelah absen selama 14 bulan dan memberi tanda kehadiran yang meyakinkan.

Bintang golf asal Thailand berusia 51 tahun, Thongchai Jaidee, baru saja menuntaskan ajang Mitsubishi Electric Classic at TPC Sugarloaf di Duluth, Georgia, hari Minggu (16/5) kemarin. Ia menuntaskan ajang tersebut dengan finis di posisi T26. Dan yang lebih istimewa lagi ialah bahwa ia mengakhiri turnamen itu dengan bekal rasa percaya diri dan optimisme yang tinggi untuk masa depannya.

Meskipun ia harus membukukan skor 40 di sembilan hole pertamanya, Thongchai membukukan lima birdie di tujuh hole terakhirnya untuk memastikan penampilan kompetitif pertamanya di Amerika sejak Maret 2012 itu dengan catatan mengesankan.

”Sembilan hole terakhir itu memang menjadi kebangkitan yang sangat bagus. Saya menikmati permainan kali ini,” tutur Thongchai. ”Saya mengalami kesulitan dengan putting di sembilan hole pertama. Permainan kami sepanjang pekan ini cukup bagus, tapi saya sebenarnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk berlatih sejak tiba hari Selasa dari Thailand, dan masih merasa lelah akibat penerbangan jauh.

”Green di sini sangat sulit dan sulit untuk mendapat kecepatan yang tepat. Ada yang keras dan licin, tapi hari ini (kemarin) kondisinya lebih lembut, dan saya punya banyak peluang bagus di sembilan hole terakhir. Pukulan saya hanya meleset dari beberapa green dan dua kali melakukan tiga putt di hole 8 dan 9.”

Pegolf yang telah tiga kali meraih status No.1 pada Asian Tour serta 8 kali menjuarai ajang European Tour ini tengah mengejar kariernya pada PGA TOUR Champions. Setelah meraih kartu keanggotaannya berkat finis di posisi kedua pada Qualifying School bulan Desember 2019 dengan skor 62 pada putaran final, ia finis T29 dan T52 dalam dua turnamen pertamanya bulan Maret 2020, sebelum akhirnya COVID-19 memaksa semua aktivitas olahraga di seluruh dunia berhenti.

Ia segera kembali ke Bangkok dan memilih tinggal di negerinya sendiri menyusul pembatasan penerbangan internasional. Dalam kondisi yang memaksanya absen dari kembalinya PGA TOUR Champions bulan Juli hingga akhir pekan lalu, ia harus absen dari 16 turnamen sehingga membatasi peluangnya hingga sisa tahun 2021 ini.

”Saat ini saya tidak yakin akan jadwal saya. Ada pemeringkatan ulang dan kalau saya tidak bisa langsung mengikuti sebuah turnamen, saya akan mencoba kualifikasi hari Senin.” — Thongchai Jaidee.

”Saya menikmati bermain pada PGA TOUR Champions, ini Tour yang bagus. Namun, saya terpaksa tinggal di Thailand karena COVID-19 dan berusaha meninggalkan negara saya untuk bermain di sini, tapi saya tak bisa melakukannya. Situasi di rumah juga sulit dan saat itu kami belum mendapatkan vaksin, tapi sekarang setelah mendapat dua suntikan vaksin, saya merasa lebih percaya diri dan berharap bisa lebih banyak bermain di AS,” imbuhnya lagi.

Turnamen berikutnya ialah KitchenAid Senior PGA Championship di Southern Hills, Tulsa di Oklahoma pada 27-30 Mei, lokasi yang sangat ia gemari. Mantan penerjun payung ini tahu ia harus memaksimalkan semua ajang untuk memperkuat posisinya pada peringkat Tour ini. Ia juga bersiap memainkan kualifikasi hari Senin untuk mengikuti ajang Champions Tour lainnya seandainya ia tak bisa langsung mengikuti ajang tersebut.

”Saat ini saya tidak yakin akan jadwal saya. Ada pemeringkatan ulang dan kalau saya tidak bisa langsung mengikuti sebuah turnamen, saya akan mencoba kualifikasi hari Senin. Saya berniat untuk bertahan dan berada di sini lebih lama,” sambung pegolf veteran yang juga menjadi pegolf Thailand pertama yang mengikuti Presidents Cup pada tahun 2015 ini.

Dengan partisipasinya pada ajang Major pertama bagi pegolf berusia 50 tahun ke atas pada Senior PGA Championship, Thongchai bakal melengkapi kariernya lantaran debut Major perdananya juga terwujud di Southern Hills. Kala itu ia berhasil mengikuti U.S. Open 2001 melalui kualifikasi. Ia finis T74 pada ajang Major pertama dari total 32 penampilan Majornya.

Sebagai pegolf Thailand pertama yang bermain pada U.S. Open, Thongchai menjadi tajuk utama setelah pada konferensi pers ia sempat mengungkapkan memilih tidur di lantai hotelnya yang senilai US$200/malam lantaran kasurnya terlalu lembut.

Dua dekade kemudian, ia bersiap untuk tampil maksimal lagi untuk mencatatkan prestasi pada PGA TOUR Champions.