Thomas Detry mendominasi hari pertama ajang Thailand Masters dengan menorehkan skor 63.

Kehadiran Thomas Detry di Thailand untuk ajang Thailand Masters pekan ini bukan sekadar menghindari musim dingin di Eropa. Performanya sepanjang tahun ini terbilang positif. Selain finis T3 pada ajang Nedbank Golf Challenge hosted by Gary Player, ia juga nyaris menjuarai AfrAsia Bank Mauritius Open dua pekan yang lalu.

Bermain di level European Tour, bintang golf asal Belgia ini juga telah meraih sejumlah finis di 10 besar. Selain T8 pada ajang Amundi Open de France dan Estrella Damm N.A. Andalucia Masters hosted by the Sergio Garcia Foundation, ia juga finis T9 pada ajang Trophee Hassan II.

Kini ia berperingkat 130 besar dunia dan berpeluang menembus 100 besar dunia untuk pertama kalinya jika berhasil menjuarai Thailand Masters pekan ini. Dan langkah ini sepertinya mungkin terwujud, terutama setelah ia mendominasi hari pertama turnamen yang dimainkan di Phoenix Gold Golf and Country Club hari ini (19/12).

Pada putaran pertama tadi, ia menorehkan skor 8-under 63 untuk memimpin dengan keunggulan satu stroke. Permainan istimewa ini ia hasilkan setelah meraih tiga birdie di sembilan hole pertama, yang berlanjut dengan lima birdie lagi di sembilan hole berikutnya.

“Senang bisa berada di Thailand ketika kondisi cuaca mulai memburuk di negara saya. Pukul 15:30 saja hari sudah mulai gelap dan matahari baru mulai bersinar pukul 10:00. Belum lagi hujan dan angin. Tapi di sini, lapangannya ada dalam kondisi yang sangat baik dan Thongchai (Jaidee) juga menjamu saya di sini. Sejauh ini saya bisa main dengan bagus. Tapi saya juga tidak ingin berpikir terlalu jauh karena masih ada tiga putaran lagi, sementara ada banyak pemain tangguh di sini,” papar Detry.

“Para peserta pekan ini sangat kuat, jadi saya harus tetap main sabar. Kalau bisa main seperti hari ini pada tiga hari berikutnya, saya punya peluang yang bagus. Tapi pekan ini lebih seperti liburan dan saya pikir suasana ini membantu saya bermain riles dan pada saat yang sama bisa menikmati permainan.”

Pegolf tuan rumah Settee Prakongvech menempel Detry dengan selisih satu stroke setelah ia menjadi satu dari hanya 13 pemain yang berhasil main tanpa bogey pada hari pertama ini. Ia tengah berjuang untuk memastikan kartu Asian Tour untuk musim 2020 mendatang. Saat ini ia berada di peringkat 91 Habitat for Humanity Standings. Jelas ia bakal butuh hasil yang sangat baik untuk bisa berada di jajaran 60 besar.

Rory Hie tampil cemerlang pada hari pertama Thailand Masters dengan membukukan lima birdie tanpa bogey. Foto: Asian Tour.

“Saya tahu turnamen ini menjadi peluang terakhri saya untuk mengamankan kartu Asian Tour dan semoga ada hasil bagus buat saya pekan ini. Saya sangat butuh hasil yang sangat bagus, mungkin finis di tiga besar atau bahkan menang. Tapi apapun bisa terjadi dalam olahraga golf dan saya berharap keajaiban bisa terjadi,” ujarnya.

Tempat ketiga untuk sementara dihuni oleh Berry Henson dan runner-up BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi Gunn Charoenkul. Keduanya bermain dengan skor 6-under 65.

Rory Hie Main Tanpa Bogey
Sementara itu, salah satu wakil Indonesia pada ajang Thailand Masters pekan ini, Rory Hie mengawali upayanya untuk menutup tahun 2019 dengan meyakinkan. Bermain di Phoenix Gold Golf and Country Club, bintang golf Indonesia ini menorehkan skor 5-under 66.

Pegolf Indonesia pertama yang meraih kartu Asian Tour dan menjuarai ajang Asian Tour ini memulai turnamen ini dengan birdie di hole pertamanya, yaitu hole 10 par 4. Ia harus bersabar sampai kembali mendapat birdie keduanya did hole 15, sebelum kemudian menorehkan tiga birdie tambahan di sembilan hole keduanya.

Meskipun akurasi permainannya dari tee tidak fenomenal, Rory berhasil melakukan 26 putt untuk menorehkan lima birdie tersebut.

“Senang bisa kembali main bagus. Saya sudah merasakan sakit di ibu jari saya selama hampir sebulan ini dan sekarang harus bermain dengan obat penahan rasa sakit. Tapi saya senang obat itu bekerja dengan baik sehingga saya bisa main,” ujar Rory.

“Kemenangan di India dan bagaimana saya bermain di semester kedua tahun 2019 ini menunjukkan kalau saya bisa mengejar golf sebagai profesi saya. Kalau bisa membawa performa semester kedua ini ke tahun 2020, saya yakin bisa meningkatkan ranking saya lebih tinggi lagi.”

Satu  wakil Indonesia lainnya, Danny Masrin, memulai turnamen tutup tahun ini dengan skor 2-under 69. Ia bermain tanpa bogey dengan menorehkan dua birdie.