Ajang Major yang tahun ini dijadwalkan sebagai Major pertama kaum wanita, The Evian Championship, terpaksa dibatalkan.

Ketika publik golf dunia hendak menikmati euforia kembalinya kompetisi PGA TOUR pada hari Kamis (11/6) ini, para pegolf profesional wanita harus kembali menghadapi kenyataan berat. Salah satu ajang Major mereka, Evian Championship, dipastikan tak dapat diselenggarakan. Kompleksiktas situasi dan logistik dalam kondisi pandemi COVID-19 ini menjadi alasan utama pembatalan perhelatan tahunan di Evian-les-Bain ini.

Kekhawatiran terhadap kepastian penyelenggaraan ajang Major ini sebenarnya sudah mengemuka. Pasalnya, pihak pemerintah di Perancis telah melarang semua kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar hingga akhir bulan Agustus 2020.

Pada kebijakan yang diumumkan pada awal bulan April itu, pemerintah Perancis menegaskan bahwa aktivitas yang melibatkan hingga 5.000 orang tidak diperbolehkan. Akibatnya, sejumlah aktivitas olahraga pun harus terkatung-katung. Liga Perancis, misalnya, terpaksa mengakhiri musim 2019-2020 pada akhir April—Paris St. Germain dinyatakan sebagai juara setelah unggul 12 poin dan menyisakan satu pertandingan.

“Saya teramat sangat terkesan oleh seluruh tim penyelenggara The Evian Championship. Mereka telah bekerja keras untuk menggelar ajang global ini, meskipun menghadapi tantangan yang ada saat ini.” — Komisioner LPGA Mike Whan.

Belakangan pemerintah Perancis mulai melonggarkan kebijakannya terkait kegiatan publik. Namun, panitia penyelenggara dan LPGA menilai persyaratan utama untuk menggelar ajang ini dalam situasi ideal tidak lagi memungkinkan. Selain itu, dengan waktu kurang dari delapan pekan menuju jadwal pada 6-9 Agustus, plus larangan perjalanan yang melibatkan sebagian besar wilayah Asia dan Amerika, keputusan untuk tetap menggelar ajang ini menjadi lebih tidak mungkin lagi.

Keputusan berat ini akhirnya terpaksa diambil oleh panitia penyelenggara The Evian Championship. Pembatalan ini menjadi yang pertama kalinya terjadi sepanjang 26 tahun sejarah penyelenggaraan turnamen.

Dalam pernyataan resminya, panitia mengungkapkan bahwa “ketidakpastian yang masih berlangsung terkait dengan upaya untuk menyeberang perbatasan negara dapat menghadirkan risiko yang sangat besar bagi penyelenggaraan kompetisi ini dalam menyambut 120 peserta dari (sekitar 30 negara di) seluruh dunia. Panitia penyelenggara The Evian Championship dan LPGA mengakui bahwa persyaratan untuk menggelar turnamen yang aman sesuai harapan publik, para pemain, panitia, dan mitra-mitranya tidak pada tempatnya.”

Semula The Evian Championship dijadwalkan digelar pada bulan Juli, sebelum kemudian digeser pada awal Agustus. Dengan bergesernya ajang Major lainnya, kejuaraan ini semula bakal menjadi ajang Major pertama untuk tahun ini. Pembatalan ini pun membuat para pegolf wanita harus berfokus pada empat ajang Major lainnya, sambil berharap hal serupa tidak terjadi.

 

Ko Jinyoung menjuarai edisi 2019 lalu sebagai Major kedua dalam kariernya, sekaligus yang kedua yang ia raih pada tahun tersebut. Foto: Philippe Millereu/The Evian Championship.

 

“Saya teramat sangat terkesan oleh seluruh tim penyelenggara The Evian Championship. Mereka telah bekerja keras untuk menggelar ajang global ini, meskipun menghadapi tantangan yang ada saat ini,” ujar Mike Whan, Komisioner LPGA.

“Mereka paham bahwa ajang yang memperebutkan hadiah uang yang begitu besar (total US$4,1 juta) seperti The Evian Championship ini membuat ajang menjadi jauh lebih penting lagi. Terlebih bagi kalender LPGA yang terpaksa dikurangi lantaran COVID-19. Saya tahu bahwa keputusan ini adalah keputusan yang sulit bagi semua yang terlibat, tapi langkah ini harus kami ambil mengingat keterbatasan yang saat ini.”

Sejak pertama kali digelara pada tahun 1994, kejuaraan yang semula bernama Evian Masters, ini telah mengalami tujuh kali peningkatan hadiah uang. Edisi 2018 menjadi penyelenggaraan pertama dengan total hadiah uang terbesar, yaitu senilai US$4,1 juta.

“Seluruh anggota tim kami sangat terpukul dengan pembatalan ajang Major kami ini, tapi kami tak boleh mengabaikan hal yang paling utama.” — Franck Riboud, Ketua The Evian Championship.

Ketua The Evian Championship Franck Riboud juga mengakui beratnya keputusan yang harus mereka ambil ini.

“Kami sudah menunggu selama mungkin untuk dapat mengambil keputusan dengan LPGA. Tapi sayangnya tidak ada cara lain yang bisa dilakukan mengingat situasi yang dihadapi saat ini, berkenaan dengan larangan perjalanan di seluruh dunia. Prioritas utama kami, sudah tentu, adalah menjamin semua pihak tetap aman dan sehat. Seluruh anggota tim kami sangat terpukul dengan pembatalan ajang Major kami ini, tapi kami tak boleh mengabaikan hal yang paling utama,” papar Riboud.

“Kami sudah berkomitmen untuk menggelar kejuaraan ini pada tahun 2021 dengan membawa kembali nilai-nilai dan semangat perayaan penuh kekeluargaan, keramahan, dan emosi yang telah menjadikan ajang Major kami ini unik selama lebih dari 25 tahun.”

Dengan keputusan ini, para pegolf wanita berharap empat ajang Major lainnya, ANA Inspiration, U.S. Women’s Open, Women’s PGA Championship, dan Women’s British Open tidak mengalami nasib serupa.