Pegolf asal Afrika Selatan Mathiam Keyser berhasil melakukan terobosan dalam karier profesionalnya. Pegolf berusia 29 tahun ini berhasil menjuarai PGM MNRB Sarawak Championship kemarin (20/8) setelah untuk keempat kalinya mencatatkan skor 2-under 70 dan total skor 8-under 280.

Catatan skor Keyser ini cukup untuk menyingkirkan pegolf Singapura Quincy Quek yang masih berjuang mencari kemenangan keduanya di kancah Asian Development Tour (ADT). Panuwat Muenek asal Thailand juga harus bersabar untuk memenangkan gelar ADT ketiganya musim ini, yang otomatis akan memberikan kartu Asian Tour 2017 kepadanya.

Keyser mengawali perjuangannya kemarin dengan mencatatkan 2 birdie di dua hole pertamanya dan menambah dua lagi di hole 7 dan 9. Ia menambah birdie lagi di hole 13, namun justru mendapat 3 bogey di empat hole terakhirnya. Beruntung ia masih memiliki deposit yang cukup, 1 stroke, untuk memberi kemenangan ADT pertama dalam kariernya.

”Rasanya bak mimpi saja bisa menjuarai gelar ADT pertama ini. Anda tak bisa membeli perasaan tersebut,” ujar Keyser yang memasuki tahun ketiga bermain di Asia.

Prestasinya kali ini membuatnya berhak membawa pulang hadiah uang sebesar US$8.721 dan 6 poin pada Official World Golf Ranking.

Perjalanan karier Keyser memang terbilang berat. Ia harus berjuang kerasa pada tahun pertamanya bermain pada Asian Tour—ia lolos Q-School 2014. Lalu ia pindah ke Dubai pada 2015 dan menimba pengalaman pada ADT.

”Saya tak memiliki kerangka pikir yang tepat saat pertama kali ke Asia. Saya pindah ke Dubai dan berlatih dengan pelatih saya, Justin Parsons di Butch Harmon School of Golf di Dubai. Saya mesti berterima kasih kepada seluruh tim yang membantu saya meraih kemenangan ini,” ujar Keyser.

Selisih 1 stroke mungin tampak menyakitkan bagi Quincy Quek. Namun, ia mengaku sebaliknya. Terutama dengan kombinasi skornya, 74, 66, 74, dan 67.

”Saya tidak kecewa meski gagal menang. Saya kecea dengan putaran saya kemarin. Saya main bagus pada putaran ketiga, tapi malah kena empat bogey berturut-turut dari hole 14. Saya main bagus pada hari kedua, jadi saya tahu ada peluang untuk meraih skor rendah,” ujar Quek.

”Terkadang di kancah ADT ini, selalu saja ada orang yang mencatat skor sangat rendah di putaran final. Saya ingin melakukan hal tersebut, tapi malah finis di tempat kedua. Saya hanya focus melakukan pukulan berkualitas dan memasukkan putt,” imbuhnya.

Sementara itu, satu-satunya wakil Indonesia d Kelab Golf Sarawak pekan ini, Danny Masrin, masih harus berjuang keras untuk mempertahankan performa positifnya selama empat putaran. Meski hanya selisih 3 stroke dari pimpinan klasemen tatkala memasuki putaran keempat, performa Danny malah merosot dan bermain dengan skor 7-over 79.

Pada putaran terakhir hari ini, Danny hanya mencatatkan satu birdie di hole 9. Ia malah harus mendapat 2 bogey dan 2 double bogey di empat hole terakhirnya, setelah sebelumnya di hole 6 juga mendapatkan bogey.

Meski demikian, Danny yang total mencatatkan skor 2-over 290 masih bisa finis di posisi 15 besar, T12. Pencapaian ini setidaknya bisa memberinya pemanasan yang cukup sebelum berlaga pada ajang Ciputra Golfpreneur Tournament pekan depan di Damai Indah Golf BSD Course.