Kevin Techakanokboon meraih gelar PGA TOUR Series-China yang kedua setelah menjuarai Nantong Championship kemarin (26/5). Pegolf Amerika berdarah Thailand ini memenangkan turnamen keenam dalam kalender PGA TOUR Series-China itu dengan cara yang sangat dramatis. Dalam kondisi hujan deras yang turun pada hari terakhir itu, ia menaklukkan pegolf Inggris Stephen Lewton lewat hole play-off kedua.

Ada banyak hal yang terjadi dalam 18 hole terakhir pada turnamen ini. Techakanokboon memulai putaran final itu dengan berada satu stroke di belakang Max McGreevy, namun kemudian malah berhasil menampilkan permainan yang ia butuhkan untuk menjadi pemenang. Hanya saja, ada banyak hal yang terjadi di hole terakhir di Nantong Yangtze River Golf Club itu. Posisi Techakanokboon dan McGreevy berbalik ketika memasuki hole terakhir, di mana Techakanokboon justru memiliki keunggulan satu stroke dari rekan senegaranya itu, setelah mengoleksi 18-under.

Namun, seperti yang sering terjadi, hole penentuan ini malah menghadirkan drama. Meski berpeluang untuk memenangkan turnamen ini hanya dengan par, Techakanokboon justru membukukan bogey di sana. Lewton malah berhasil memperpanjang napasnya setelah memasukkan birdie dari jarak 38 kaki di hole terakhir itu, sekaligus menciptakan babak play-off ketiga pada musim 2019 ini, dan yang ke-10 sepanjang PGA TOUR Series-China diselenggarakan.

McGreevy sendiri sebenarnya berpeluang untuk ikut meramaikan play-off, yang justru bisa membuat segalanya berbeda. Namun, performa putting-nya yang menurun menyebabkan ia justru gagal mengamankan par di hole 18. Putting-nya dari jarak tiga setengah kaki gagal masuk sehingga ia harus merelakan persaingan dilanjutkan oleh Techakanokboon dan Lewton.

Babak play-off pun kemudian dimainkan di hole 18 dengan guyuran hujan. Pada hole play-off pertama, Techakanokboon dan Lewton sama-sama mendapat par. Barulah di kesempatan kedua, Techakanokboon berhasil memaksimalkannya dan mencatatkan birdie dari jarak 8 kaki, yang praktis kembali menunda ambisi Lewton untuk menjadi pegolf Inggris pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR Series-China.

Stephen Lewton (kiri) kembali menunda ambisinya untuk menjadi pegolf Inggris pertama yang menjuarai ajang PGA TOUR Series-China setelah kembali takluk pada babak play-off. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Hujan yang berlangsung sepanjang hari memang sempat memaksa komite turnamen menghentikan permainan pada pukul 08:36 waktu setempat. Permainan baru dilanjutkan kembali pukul 11:45, namun ketika partai play-off berlangsung hujan deras juga menghiasi, menciptakan suasana yang lebih dramatis bagi kemenangan kedua Techakanokboon ini.

“Saya pikir di hole terakhir itu saya bakal main bagus, tapi hole 18 itu memang bukan hole penutup yang mudah. Stephen (Lewton) mendapat birdie di sana, dan saya tahu saya mesti mendapat par agar bisa menang. Saya pikir saya melakukan putt dengan baik, tapi ternyata bolanya tidak berhasil masuk,” tutur Techakanokboon.

“Saya cukup puas. Sulit untuk terlalu emosional. Saya sekadar ingin segera bermain dan main bagus. Saya tidak mengharapkan apa-apa kali ini, jadi saya mendapatkan banyak hal positif melalui kemenangan ini. Saya bersyukur bisa menang pada babak play-off dan bisa segera meninggalkan lapangan.”

Kemenangan ini sekaligus membawanya ke posisi 3 pada Order of Merit, posisi yang jelas sangat ideal baginya setelah memainkan enam turnamen pertama pada tahun ini. Peringkatnya pada Official World Golf Ranking pun kembali melambung berkat kemenangan ini. Hal itu ia alami setelah menjuarai Zhuhai Championship bulan Oktober 2018 lalu. Saat itu, peringkatnya naik dari 2.056 menjadi 895. Ketika mulai bermain di Nantong ini, ia berperingkat 761, dan kini ia berada di peringkat 496.

Sementara itu, meskipun gagal meraih kemenangan, finis di tempat ketiga membuat McGreevy berhasil mengambil alih posisi teratas Order of Merit dari David Kocher, yang akhirnya tergeser ke tempat kedua.

Prestasi terbaik dari pegolf tuan rumah ditorehkan oleh Xu Guozhen yang akhirnya mencatatkan skor total 6-under 282. Ia finis di peringkat T17.

Leave a comment