Patty Tavatanakit menampilkan permainan yang mendominasi ajang Honda LPGA Thailand setelah kembali membukukan skor 64.

Pegolf tuan rumah Patty Tavatanakit benar-benar menampilkan permainan yang sangat dominan dalam dua putaran pertama Honda LPGA Thailand di Siam Country Club, Chonburi, Thailand ini. Untuk kedua kalinya, ia membukukan skor 8-under 64. Dan kali ini kartu skornya tak tercoreng oleh satu bogey pun.

Permainan Juara ANA Inspiration 2021 ini memang mengagumkan, meskipun kali ini ia hanya memukul bolanya ke 6 dari total 14 fairway. Rough di Siam Country Club seakan tidak cukup berhasil memberi rintangan berarti bagi pegolf berusia 21 tahun ini. Dan sama seperti kemarin (6/5), tak sekalipun bolanya masuk ke bunker. Dan untuk kedua kalinya pula ia membutuhkan 27 putt untuk mencatatkan enam birdie dan sebuah eagle.

”Driving saya hari ini bukan yang terbaik, pukulan saya sedikit meleset, tapi saya rasa saya harus mengabaikan fakta bahwa saya harus bermain sempurna dan memainkan dari posisi mana saja. Drive saya di hole 18 juga meleset dan saya mengabaikannya serta bersiap menghadapi pukulan kedua,” ujar pegolf lulusan UCLA ini.

”Sisa 234 meter ke hole dan mungkin sekitar 192 meter ke depan pin, jadi saya hanya berusaha menargetkan jarak di depan pin dan pukulan saya bagus, solid dengan sedikit spin. Pukulan sempurna (untuk eagle).”

Jelas performanya hari kedua ini membuktikan pegolf muda ini memiliki kualitas permainan yang sangat matang. Meskipun menilai permainannya hari ini tidak lebih baik daripada hari kedua, ia masih bisa mencatatkan skor yang lebih dari cukup untuk menempatkannya di puncak klasemen.

 

 

”Saya ingin menang, ingin main bagus, tapi hasilnya bukanlah sesuatu yang bisa saya kendalikan. Saya hanya akan melakukan yang terbaik, dan apapun hasilnya, saya akan tetap senang. Saya bangga bisa mencatatkan skor rendah dalam dua putaran,” tandasnya.

Rekan senegaranya, Atthaya Thitikul, yang memulai putaran kedua dengan berbagi posisi teratas bersama Tavatanakit, kali ini harus rela turun peringkat. Meskipun permainannya tidak bisa dibilang buruk, satu bogey yang ia torehkan di hole 17 memaksanya harus menempati posisi ke-2 dengan tertinggal tiga stroke.

Remaja berusia 18 tahun ini menilai skor yang ia peroleh pada putaran kedua ini lebih dikarenakan beberapa putt-nya gagal masuk dan memberinya birdie lebih banyak.

”Hari yang panas lagi di Thailand, tapi Anda harus tetap sabar dan sering minum dalam kondisi seperti ini,” ujar pegolf yang telah mengantungi dua gelar Ladies European Tour ini. ”Saya pikir hari ini saya masih bisa memukul bola dengan baik. Hanya saja putt saya tidak banyak masuk, meski saya berusaha mendapatkan banyak peluang birdie.”

Catatan birdie-nya kali ini memang satu birdie lebih sedikit ketimbang putaran pertama. Empat birdie dan satu eagle lebih sedikit daripada kemarin, memberinya skor 5-under 67 pada hari kedua.

 

Atthaya Thitikul kini menguntit Patty Tavatanakit dengan tiga stroke pada Honda LPGA Thailand. Foto: Thananuwat Srirasant/Getty Images.

 

”Saya sangat kaget bisa mendapat eagle tersebut. Saat hendak melakukan putting, saya mulai bertanya-tanya bisakah saya mendapatkan eagle lagi? Dua hari dengan tiga eagle, bisa atau tidak?” tutur juara Women’s Amateur Asia-Pacific 2018 ini. ”Saya hanya melakukan putt sesuai (jalur) yang saya lihat dan kemudian bolanya masuk.”

Menyadari bahwa persaingan pada akhir pekan akan bertambah ketat, Thitikul memilih untuk kembali berlatih dan memastikan permainan iron dan putter-nya tetap tajam.

”Saya pikir putting menjadi yang terpenting pada Honda LPGA ini. Semua orang bisa memukul bola ke green dan mendekati pin, tapi kalau bisa memasukkannya, putaran saat itu bisa berjalan dengan mulus,” tutur Thitikul, yang siang tadi membutuhkan 29 putt.

Sementara itu, pegolf Jerman Caroline Masson ikut meramaikan jajaran atas klasemen. Pemegang satu gelar LPGA ini juga berhasil bermain bersih tanpa bogey. Setelah hanya membukukan dua birdie di sembilan hole pertama, Masson mencatatkan 4-under di sembilan hole terakhir dan kini menempati posisi ke-3 dengan skor total 12-under 132.

 

Dua skor 66 menempatkan Caroline Masson di posisi 3 Honda LPGA Thailand. Foto: Thananuwat Srirasant/Getty Images.

 

Pegolf berusia 31 tahun ini mengaku beruntung bisa melakukan sejumlah up-and-down untuk mendapatkan par di sejumlah hole dan bermain tanpa bogey.

”Saya berhasil melakukan up-and-down yang bagus di hole 2 setelah memukul ke bunker dari tee off …. Anda mesti melakukan beberapa hal seperti itu untuk bisa bermain tanpa bogey dan main bagus,” ujarnya.

Dengan banyak pemain yang sanggup mencatatkan banyak birdie, Masson menyadari bahwa perjuangannya tidak akan mudah, meskipun saat ini hanya terpaut empat stroke dan masih tersisa dua putaran lagi. Dan mengingat kondisi lapangan yang relatif lebih lembut, banyak pemain yang memanfaatkannya untuk bermain lebih agresif.

”Saya pikir permainan agresif masih akan menjadi tema utama untuk dua hari ke depan. Kondisinya mungkin tidak akan berubah banyak. Jadi, sangatlah penting untuk tetap bermain agresif dan memasukkan beberapa putt,” pungkasnya.

1 Comments

Comments are closed.