Xander Schauffele membukukan skor 66 meskipun tanpa melakukan putaran latihan pada ajang WGC-HSBC Champions.

Juara bertahan Xander Schauffele memulai upayanya mempertahankan gelarnya di Sheshan International Golf Club hari ini (31/10) dengan menjadi pencetak birdie terbanyak dari total 78 peserta yang berlaga pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$10,25 juta ini.

Schauffele mencatatkan sembilan birdie pada putaran pertama ini, namun juga mendapat tiga bogey sehingga untuk sementara harus puas berbagi tempat ketiga dengan PGA TOUR Rookie of the Year Im Sungjae, Adam Scott, dan Matthew Fitzpatrick.

Schauffele yang bermain bersama pegolf No.2 Dunia Rory McIlroy dan Juara WGC-HSBC Champions 2017 Justin Rose memulai hari pertama ini dengan bogey di hole 10, yang merupakan hole pertamanya. Namun, ia kemudian menorehkan enam birdie, dengan empat di antaranya dilakukan secara berturut-turut dari hole 13.

Setelah tiga birdie lagi dan sebuah bogey di sembilan hole terakhirnya, Schauffele pun menuntaskan putaran pertama dengan skor 66, 2 stroke di belakang pimpinan klasemen saat ini, Li Haotong.

“Saya sama sekali tidak melakukan latihan. Saya juga tidak mengikuti Pro-Am. Saya bahkan tidak memainkan putaran latihan sama sekali.” – Xander Schauffele

“Austin (kedinya) banyak membantu saya, ia menolong saya agar tetap tenang dan memasukkan beberapa putt yang saya masukkan. Green di sini sempurna. Tapi target saya (hari ini) ialah mempertahankan agar bola tidak masuk ke rough dan memukul ke bagian mana pun di green,” papar Schauffele.

Yang menarik ialah bahwa Schauffele sama sekali tidak melakukan putaran latihan dan tidak mengikuti pro-am pada pekan ini. Tanpa melakukan dua hal tersebut dan bisa membukukan skor 66 jelas merupakan suatu hal yang luar biasa. Apalagi ia hanya membutuhkan 24 putt untuk putaran pertama ini.

“Saya sama sekali tidak melakukan latihan. Saya juga tidak mengikuti Pro-Am. Saya bahkan tidak memainkan putaran latihan sama sekali,” tuturnya seusai memainkan putaran pertama tadi. “Saya hanya berusaha meringankan langkah menuju putaran ini dan untungnya saya berhasil melakukannya.”

Schauffele memang tidak bisa melakukan latihan dan mengikuti Pro-Am lantaran tengah mengalami flu. Tapi alih-alih menjadi rintangan, sang juara bertahan memainkan putaran pertama dengan sangat baik.

“Mungkin saya harus mempertahankan flu ini dan kalau bisa main 66 tiap hari, saya pikir sudah cukup (untuk mempertahankan gelar),” tambahnya lagi. “Mungkin saya butuh istirahat beberapa malam lagi agar bisa mengembalikan kondiis saya. Tapi bagaimanapun juga, (skor 66) ini menjadi awal yang saya impikan, dengan bagaimana semuanya bisa berjalan dengan baik.”