Hideki Matsuyama tampil solid pada putaran pertama Masters Tournament berkat inspirasi rekan senegaranya, Tsubasa Kijitani, yang baru saja menjuarai Augusta National Women’s Amateur.

Pegolf sekaliber Hideki Matsuyama pun masih bisa terinspirasi oleh pegolf amatir lainnya. Tidak percaya? Namun, memang begitulah adanya. Skor 3-under 69 yang ia bukukan pada putaran pertama Masters Tournament kemarin (8/4) ia peroleh setelah mendapat inspirasi dari Tsubasa Kijitani, pegolf senegaranya yang pekan lalu menjuarai Augusta National Women’s Amateur.

Pegolf berusia 29 tahun ini menunjukkan kemampuannya menavigasi green licin dan keras di Augusta National Golf Club dengan menorehkan sebuah eagle, dua birdie, dengan satu bogey. Catatan ini menempatkannya di peringkat kedua bersama Brian Harman. Keduanya pun berjarak empat stroke dari Justin Rose, yang membukukan skor 65.
 
Pekan ini menjad penampilan Masters ke-10 secara berturut-turut bagi Matsuyama. Dan kali ini ia benar-benar memanfaatkan semua hole par 5 dengan mencatatkan birdie di hole 2 dan 13, masing-masing dari jarak 7 dan 4,5 kaki. Adapun eagle-nya di hole 8 ia torehkan dari jarak 9 meter. Satu-satunya bogey ia torehkan setelah terpaksa melakukan tiga putt di hole 17, namun sudah cukup menjadikannya satu dari hanya tiga pemain yang membukukan skor 60-an. Rata-rata skornya pada putaran pertama ialah 74,52.
 
Matsuyama mengaku semangatnya melambung tinggi menyusul keberhasilan Kajitani. Remaja 17 tahun itu sukses menjuarai Augusta National Women’s Amateur melalui babak play-off. ”Yang ia lakukan jelas fantastis. Andaikan saja saya bisa menyaksikannya. Saya main di Texas, jadi tidak bisa menontonnya langsung, tapi salut untuk keberhasilannya. Semoga saya bisa mengikuti langkahnya dan membuat Jepang bangga,” ujar Matsuyama.
 
”Green-nya licin dan keras. Jadi, saya sangat perlu melakukan pukulan kedua ke sisi pin yang tepat dan saya berhasil melakukan hal tersebut. Saya merasa sangat senang dengan putaran kali ini.”
 
Catatan performanya sendiri juga sebenarnya tidaklah mengecewakan. Ketika berusia 19 tahun, ia finis T27 dalam debutnya sepuluh tahun silam dan menjadi Pemain Amatir Terbaik. Lalu ia juga dua kali masuk sepuluh besar, dengan finis di tempat kelima pada tahun 2015 sebagai prestasi terbaiknya. Selain itu, ia juga tiga kali masuk 20 besar. Bulan November lalu ia dua kali mencatatkan skor 68, sebelum akhirnya peluangnya memudah menyusul dua skor 72. Skor 69 pada hari Kamis kemarin (8/4) juga menjadi putaran dengan skor par atau lebih baik ke-8 kalinya secara berturut-turut.

”Green-nya licin dan keras. Jadi, saya sangat perlu melakukan pukulan kedua ke sisi pin yang tepat dan saya berhasil melakukan hal tersebut.” — Hideki Matsuyama.

Sebagai pemegang lima gelar PGA TOUR, Matsuyama belum merasakan kemenangan lagi sejak 2017 dan juga tengah berusaha menjadi juara pertama dari Asia pada ajang Masters ke-85. ”Ini tahun ke-10 saya, tapi saya belum pernah melihat green sekeras dan selicin ini. Jadi, ini seperti lapangan baru buat saya hari ini, dan saya beruntung bisa mengatasinya dengan baik,” ujar Matsuyama.
 
Sementara itu, Kim Siwoo membukukan skor 71 setelah mendapat sejumlah bogey di beberapa hole terakhirnya. Catatan skornya ini menempatkannya di posisi T8 bersama rekan senegaranya, Im Sungjae, yang finis T2 pada bulan November lalu. Im sendiri harus mengawali putaran pertama yang berat. Quadruple bogey di hole 15 ikut membuatnya harus memulai putaran pertama dengan skor 77. Di hole tersebut bolanya terpaksa dua kali masuk air. Adapun pegolf China Taipei C.T. Pan, yang finis T7 tahun lalu, harus puas bermain dengan skor 79.

Pada separuh hari kemarin Kim sempat menghias papan atas klasemen berkat permainannya yang memukau. Ia mengaku bisa menjaga fokusnya. Ia menorehkan lima birdie, namun bogey di hole 15 dan 16 menghambat lajunya.
 
”Segala sesuatunya cukup berjalan dengan baik, dan kemudian pukulan saya juga bagus. Saya hanya berhasil menghindari kehilangan fokus dan terus berusaha, terus berusaha, terus berusaha keras,” ujar Kim, yang meraih gelar PGA TOUR ketiganya pada bulan Januari lalu. 

Tampil untuk kelima kalinya secara berturut-turut di Augusta National, Kim mengaku tidak keberatan dengan kondisi bermain yang kontras daripada bulan November lalu. ”Kondisinya sangat berbeda. Lima bulan lalu, kondisinya lembut dan sedikit lambat, ketimbang sekarang yang superkeras dan licin. Saya pikir kondisi sekarang sedikit lebih sulit, tapi tidak buruk buat saya. Saya menyukai green yang licin,” tutur Kim, yang finis T24, T21, dan T34 setelah gagal lolos cut pada debutnya tahun 2017 silam.
 
Setelah kena bogey di hole 11, yang merupakan awal dari Amen Corner, Kim membukukan birdie di hole 12 par 3 dari jarak 4,5 meter dan mendapat birdie dengan mudah dari dua putt di hole 13 par 5. ”Di hole 12 itu saya tidak berusaha membuat birdie, hanya berusaha untuk mencapai green. Pukulan saya bagus di sana,” tandasnya.