Pegolf asal Jepang Masaru Takahashi mengakhiri puasa gelar selama empat tahun untuk kembali memenangkan gelar Asian Development Tour (ADT) setelah menjuarai ajang Ciputra Golfpreneur Tournament presented by Panasonic akhir pekan yang lalu (26/8).

Pegolf berusia 30 tahun tersebut mengawali putaran final dengan tertinggal enam stroke dari pimpinan klasemen, Mardan Mamat asal Singapura. Takahashi mencatatkan satu eagle dan empat birdie untuk bermain 6-under di sembilan hole pertamanya. Ia melanjutkan dengan empat birdie dan dua bogey untuk memastikan kemenangan satu stroke dengan tota lskor 19-under 269 di Damai Indah Golf BSD Course.

Pimpinan klasemen putaran ketiga, Mardan Mamat, sempat memiliki keunggulan tiga stroke dan mencatatkan dua birdie di tiga hole terakhirnya. Sayangnya ia gagal memaksakan play-off lantaran putt birdie dari jarak 35 kaki hanya melintasi bibir lubang.

”Saya main solid hari ini (26/8). Semuanya berjalan dengan sangat baik. Saya mengawalinya dengan sangat baik. Ada chip-in untuk eagle dari jarak 10 yard di hole 8. Eagle itu meningkatkan percaya diri saya untuk memainkan sembilan hole terakhir. Saya sangat gembira dengan kemenangan ini. Sudah lama saya menantikannya,” tutur Masaru.

Takahashi yang menuntaskan 72 hole lebih awal, harus menunggu hingga Mardan menuntaskan hole terakhir. Mardan yang mendapati tee off-nya masuk ke bunker fairway, berniat untuk menembak ke green, hanya untuk mendapati bunker di belakang green. Meski berhasil mengeluarkan bola dari bunker, putting untuk birdie yang bisa memaksakan play-off gagal ia lakukan sehingga praktis trofi pun menjadi milik Takahashi.

”Saya cukup gugup menunggu Mardan menuntaskan permainannya. Saya bahkan sudah bersiap play-off ketika tahu dia mendapat birdie di hole 16 dan 17. Dia benar-benar bermain bagus dan memberikan perlawanan. Tapi saya bermain lebih baik dan puas dengan permainan saya,” imbuh Masaru.

Bagi Takahashi, kemenangan ini tak hanya memberinya hadiah uang sebesar US$19.250 dan 6 point Official World Golf Ranking, tapi juga memberinya posisi teratas pada Order of Merit ADT. Sebelumnya, ia selalu finis 10 besar pada lima turnamen ADT.

”Saya berharap bisa finis di lima besar Order of Merit dan akan berjuang keras sampai akhir musim ini,” tutup Takahashi.

Danny Masrin

Sementara itu, Danny Masrin berhasil menjadi pegolf Indonesia dengan peringkat terbaik. Untuk kedua kalinya ia bermain 4-under 68 untuk finis di peringkat T19. Ia mengumpulkan total 11-under 277. Dengan demikian, Danny akan kembali mewakili Indonesia untuk berlaga pada ajang Panasonic Open Japan tahun depan.

”Pada awal tahun ini saya memang kurang banyak mengikuti turnamen, selain itu ada cedera juga. Tapi untuk bisa ikut ajang Panasonic Open Japan lagi tahun depan, semoga lapangannya sama karena saya sudah ingat bagaimana lapangannya. Jadi,saya akan berusaha mempertahankan momentum ini ke depan. Tiap tahun, tiap minggu bisa lebih bagus,” tutur Danny.

Adapun, pegolf asal Palembang, Rizchy Subekti, berhasil menjadi satu-satunya pegolf amatir yang lolos cut dan bermain selama empat putaran pada ajang ADT ini.

”Hari ini mengecewakan. Hasilnya kurang bagus karena pukulan saya kurang terarah. Anginnya kencang sekali hari ini,” ujar Rizchy.

”Saya harus lebih konsentrasi, fokus, pukulan demi pukulan harus dinikmati,” sambung Rizchy lagi.