Jeda pandemi. Wajah-wajah baru yang memberi dampak besar. Dominasi Dustin Johnson dulu dan sekarang. Lalu bagaimana dengan Tiger?

Golf jelas memiliki tampilan dan nuansa yang berbeda dalam kalender setahun terakhir. COVID-19 membentuk skema kapan, di mana, dan bagaimana PGA TOUR dilangsungkan. Meski demikian, semua itu menawarkan lebih dari beberapa momen berkesan dan kisah-kisah yang menarik untuk dilihat kembali. Inilah sepuluh kisah terbesar dunia golf profesional dari tahun 2020.

Golf kembali dipertandingkan dengan aman
Selama tiga bulan, senyum lebar Tyrell Hatton menjadi gambar terakhir yang diingat oleh para penggemar PGA TOUR. Pegolf asal Inggris itu meraih gelar pertamanya pada PGA TOUR 8 Maret lalu lewat ajang Arnold Palmer Invitational Presented by Mastercard. Ia mengalahkan Marc Leishman dengan keunggulan satu stroke. Tak sampai sepekan kemudian, golf profesional mengikuti langkah liga-liga olahraga lain di seluruh dunia dalam menghentikan aktivitas pertandingan sebagai upaya membantu menghentikan penyebaran virus corona. Tujuh ajang PGA TOUR berikutnya dibatalkan atau ditunda sehingga membuat banyak orang bertanya-tanya apakah golf akan kembali dipertandingkan dan jika ya, bagaimana penyelenggaraannya.

Jawabannya hadir pada 11 Juni ketika Charles Schwab Challenge di Fort Worth menjadi kompetisi olahraga pertama yang dilangsungkan di Amerika Serikat sejak pandemi merebak. Daniel Berger meraih kemenangan ketiganya tanpa dukungan penonton. Kerumunan banyak orang masih tidak diperbolehkan ada di lapangan sampai Houston Open pada awal November, sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan. Jumlah penggemar terbatas, kewajiban menggunakan perangkat protektif pribadi, dan protojol menjaga jarak sosial pada ajang-ajang PGA TOUR sebagai upaya menyeimbangkan kenormalan dengan berfokus pada keselamatan masih akan dipertahankan untuk beberapa waktu mendatang.

Bryson Membesarkan Otot
Banyak hal yang terlihat dari kecintaan Bryson DeChambeau terhadap ilmu fisika. Modifikasi club yang unik telah diketahui semua orang. Tahun 2020 ini, DeChambeau memutuskan menerapkan sains pada dirinya sendiri. Sebelum pandemi COVID-19, pegolf asal California ini menambah massa ototnya sebesar 9 kg, sebelum menambah 9 kg lagi selama jeda kompetisi. Hasilnya? Permainan golf memukau ketika kompetisi bergulir lagi. DeChambeau memenangkan Rocket Mortgage Classic bulan Juli, finis di posisi ke-4 pada PGA Championship bulan Agustus, dan melejit meraih gelar U.S. Open sebagai gelar kejuaraan Major pertamanya pada bulan September. Dan semua otot yang ia hasilkan? Tampaknya membuahkan hasil. Pada ajang Shriners Hospital for Children Open, ia menjadi pegolf PGA TOUR pertama yang memukul bola lebih dari 322 km/jam. Ketika bersiap untuk ajang ZOZO Championship pada bulan Oktober, pukulannya di area latihan nyaris mencapai 370 meter. Latihannya terlihat membuahkan hasil.

 

Bryson DeChambeau menimbulkan perdebatan pada 2020, usai tampil lebih berotot dan memukul bola dengan rata-rata sejauh 294 meter. Foto: Getty Images..

 

Dustin Johnson Menjuarai FedExCup
Finis yang meyakinkan pada TOUR Championship membantu Dustin Johnson menuntaskan musim yang luar biasa dengan meraih kehormatan individu tertinggi pada kancah PGA TOUR. Pria asal South Carolina ini menyingkirkan Justin Thomas dan Xander Schauffele dengan tiga stroke dan memastikan gelar FedExCup 2020 bersama hadiah sebesar US$15 juta. Johnson juga menjadi pegolf No.1 Dunia yang menjuarai FedExCup sejak Tiger Woods melakukannya pada tahun 2009. Dalam upayanya tersebut, Johnson meraih dua gelar PGA TOUR, yaitu pada ajang Travelers Championship dan THE NORTHERN TRUST. Dalam kemenangan keduanya itu, ia menunjukkan dominasi luar biasa dengan meraih kemenangan 11 stroke. Musim fenomenal ini cukup membuatnya menerima penghargaan Player of the Year untuk kedua kalinya dalam kariernya. Dan omong-omong soal Dustin Johnson …

Dustin Mendominasi di Augusta yang Berbeda
Apa yang ia awali pada musim 2019-2020 ia bawa juga pada musim 2020-2021 dengan menunjukkan salah satu performa yang sangat mendominasi pada ajang Masters yang paling unik, yang pernah diselenggarakan. Dengan absennya para penonton di Augusta National dan bunga-bunga azalea yang jelas tidak bermekaran, Johnson memegang kendali turnamen  mulai putaran kedua dan tak pernah melepaskannya. Ia menuntaskannya dengan 20-under dalam upayanya meraih Jaket Hijau pertamanya. Jangan lupa juga bahwa Cameron Smith dan Im Sungjae berbagi tempat kedua dengan skor 15-under, sementara Tiger Woods menjuarai Masters 2019 dengan 13-under! Augusta tanpa penonton pada musim gugur jelas sangat berbeda, tapi tak kurang berkesan.

Morikawa yang Melejit
Bahkan COVID-19 pun tak dapat menghentikan bersinarnya bintang Collin Morikawa di jajaran golf profesional. Sejak kompetisi kembali bergulir tahun 2020, pegolf yang baru memasuki tahun keduanya sebagai pegolf profesional ini mengemas tempat kedua pada Charles Schwab Challenge—itu juga ia harus kalah pada babak play-off—memperpanjang keberhasilannya lolos cut hingga 22 turnamen. Lalu ia menjuarai gelar PGA TOUR keduanya pada bulan Juli, dengan mengalahkan Justin Thomas dalam partai play-off. Namun, permainannya justru semakin bagus sejak saat itu. Pada bulan Agustus, Morikawa menjuarai PGA Championship, ditandai dengan drive berkesan di hole 16 par 4 yang berhenti hanya 2 meter dari lubang. Kemenangan ini menjadi gelar Major pertamanya dalam dua kejuaraan Major yang ia ikuti, sekaligus menjadikannya pegolf termuda ketiga yang menjuarai PGA Championship.

Menanti Tiger
Ketika Tiger Woods mengalahkan Hideki Matsuyama pada bulan Oktober 2019 untuk menjuarai ZOZO CHAMPIONSHIP dengan tiga stroke, para penggemar berasumsi hanya masalah waktu saja sampai ikon golf ini meraih gelar ke-83 dan melampaui Sam Snead sebagai pegolf dengan kemenangan PGA TOUR terbanyak sepanjang masa. Lebih dari setahun kemudian, penantian itu masih berlanjut. COVID-19 jelas mengurangi jumlah turnamen yang bisa Woods ikuti dalam beberapa bulan, tapi sejak kompetisi berlanjut, performanya justru menempatkannya jauh dari puncak klasemen. Sejak Juli Woods hanya finis tak lebih baik daripada peringkat 37 dalam enam turnamen yang ia ikuti, bahkan gagal lolos cut pada U.S. Open bulan September. Kapankah sejarah itu bakal tercipta? Masih belum pasti.

 

Dustin Johnson menjadi kekuatan yang mendominasi pada akhir musim 2019-2020, dan melanjutkannya
pada awal musim 2020-2021. Foto: Getty Images.

 

Asian Swing Mampir ke Amerika
Tahun 2019, PGA TOUR membawa kompetisi golf ke Asia dengan pemberhentian di Jepang, Korea Selatan, dan China. Para penggemar pun membanjiri lapangan untuk menonton langsung. Setahun kemudian, turnamen-turnamen itu memiliki nuansa yang sangat berbeda karena diselenggarakan di Amerika lantaran pandemi virus corona. ZOZO CHAMPIONSHIP yang mestinya dimainkan di Jepang digelar di Sherwood Country Club di Thousand Oaks, California. Sedangkan THE CJ CUP dipindahkan dari Korea Selatan ke Las Vegas. WGC-HSBC Champions yang sejatinya digelar di China harus sepenuhnya dibatalkan. Mengingat keberhasilan penyelenggaraan tahun 2019, muncullah harapan bahwa ketiganya bisa digelar lagi di Asia ketika penyelenggaraan sudah memungkinkan.

Zalatoris Memberi Dampak Tersendiri
Will Zalatoris harus luntang-lantung selama dua tahun sejak beralih profesional. Ia gagal menembus tahap pertama Korn Ferry Tour Qualifying School tahun 2018, lalu harus mengandalkan kualifikasi pada hari Senin dan undangan sponsor untuk tahun berikutnya. Namun, tahun 2020 kisahnya menjadi berbeda. Zalatoris mencatatkan sepuluh kali finis di sepuluh besar dalam 16 ajang Korn Ferry Tour, termasuk lima kali berturut-turut setelah kompetisi bergulir lagi bulan Juni. Pandemi memaksa tidak ada lulusan dari Korn Ferry Tour tahun ini, tapi fakta ini tak menghalangi pegolf berusia 24 tahun itu. Dalam tiga ajang PGA TOUR yang ia ikuti tahun ini ia berhasil finis di sepuluh besar—termasuk T6 pada U.S. Open. Pada ajang Bermuda Championship bulan November ia mendapatkan poin FedExCup yang cukup untuk mengamankan keanggotaan temporer spesial pada PGA TOUR.

Para Pegolf Australia Merajai Awal Tahun
Ketika kalender berganti menjadi tahun 2020, para pegolf dari Australia berhasil mencuri perhatian. Mereka meraih tiga kemenangan dalam tujuh ajang PGA TOUR pada awal tahun ini. Sebagai permulaan, Cameron Smith memenangkan Sony Open di Hawaii pada pertengahan Januari. Lalu Marc Leishman menjuarai Farmers Insurance Open dua pekan kemudian. Adam Scott menuntaskan rangkaian tiga kemenangan ini ketika ia menjuarai Genesis Invitational pada bulan Februari. Leishman juga finis di tempat kedua pada Arnold Palmer Invitational bulan Maret, yang sekaligus menjadi turnamen terakhir sebelum virus corona menghantam semua aktivitas olahraga.

Musim yang Super Sibuk
COVID-19 memaksa penyesuaian harus dilakukan pada jadwal 2019-2020. Akibatnya, kalender kompetisi musim 2020-2021 akan sangat padat. Dari 52 turnamen yang dijadwalkan berlangsung musim ini, PGA TOUR akan memiliki enam kejuaraan Major dengan U.S. Open dan Masters Tournament diselenggarakan dua kali. Tambahkan pula THE PLAYERS Championship, FedExCup, dan empat ajang World Golf Championships maka musim ini menjadi musim yang sangat berbeda daripada biasanya. Selain itu, perubahan jadwal ini membuat tak satu pun pegolf kehilangan kartu mereka tahun ini, dengan beberapa wajah baru bakal meramaikan persaingan. Singkatnya, juara FedExCup kali ini bakal menjadi yang terbaik di antara yang terbaik!