Miguel Tabuena menyamai rekor skor terendah dalam 9 hole, yang pernah ditorehkan Danthai Boonma.

Bintang asal Filipina Miguel Tabuena menampilkan permainan prima pada hari pertama ISPS HANDA World Super 6 Perth. Ia melakukannya dengan menorehkan delapan birdie untuk berbagi tempat teratas dengan pegolf Norwegia Kristoffer Reitan.

Tujuh dari delapan birdie yang dibukukan Tabuena itu bahkan ia lakukan secara berturut-turut. Ia menorehkan birdie kedelapannya di hole 18, yang membuatnya menorehkan skor 28 di sembilan hole pertamanya. Catatan ini menyamai rekor terendah sembilan hole pada Asian Tour dalam kaitannya dengan jumlah par yang dimainkan.

Tabuena merupakan pemain kedua yang melakukan hal tersebut. Prestasi serupa sebelumnya ditorehkan oleh pegolf Thailand Danthai Boonma ketika bermain pada TAKE Solutions Masters tahun lalu.

“Sulit dipercaya. Saya belum pernah membukukan 8-under dalam sembilan hole sebelumnya,” ujar Tabuena.

Ia kemudian sempat mencatatkan dua birdie lagi di sembilan hole berikutnya, ketika ia meraihnya di hole 1. Pada titik ini ia berada di puncak klasemen dengan selisih lima stroke.

Sayangnya, ia harus mendapat dua bogey di hole 5 dan 9 untuk menuntaskan putaran pertama dengan skor 7-under 65. Skor ini sudah cukup baginya untuk berada di puncak klasemen, bersama Reitan, yang memainkan musim pertamanya pada European Tour.

“Mungkin pola pikir kualifikasi itulah yang saya nikmati. Semoga saya bisa memaksimalkan keunggulan saya itu pekan ini.” – Kristoffer Reitan

“Skor di bawah 60 sempat terpikir juga dalam benak saya. Tapi saya pikir itulah yang membuat saya berpikir terlalu jauh. Tapi hari pertama ini tetap merupakan putaran yang bagus dan saya sangat senang dengan posisi ini,” ujar Tabuena lagi.

Tabuena mengaku permainannya kali ini didukung oleh teknik baru yang ia lakukan pada hari pertama ini. Dan ia punya alasan merasa puas bisa main bagus, terutama mengingat ini merupakan debutnya bermain pada ISPS HANDA World Super 6 Perth.

Tabuena memang tidak sendirian. Pegolf pendatang baru pada European Tour, Kristoffer Reitan menyamai raihan Tabuena dengan skor 65 tersebut. Reitan merupakan satu-satunya pemain amatir yang sukses meraih kartu European Tour setelah melalui tiga tahap kualifikasi pada tahun 2018 lalu.

“Saya senang dengan putaran hari ini. Saya bermain dengan baik dari tee ke green dan memasukkan beberapa putt, jadi saya senang dengan hasil hari ini. Saya lolos U.S. Open dan European Tour melalui Q-School tahun lalu. Jadi, mungkin pola pikir kualifikasi itulah yang saya nikmati. Semoga saya bisa memaksimalkan keunggulan saya itu pekan ini,”tutur Reitan.

Putaran kedua besok (15/2) akan menentukan para pemain yang akan melaju ke putaran ketiga. Sementara putaran ketiga akan menentukan 24 pegolf yang berhak melaju ke babak matchplay. Delapan pegolf berperingkat teratas akan otomatis mendapatkan bye dan menunggu hasil pertandingan dari 16 pemain lainnya.

Turnamen ini sendiri disokong oleh tiga badan golf profesional, Asian Tour, European Tour, dan PGA Tour of Australasia dan memperebutkan total hadiah senilai AUD1,6 juta.

Leave a comment