Pegolf tuan rumah Miguel Tabuena berhasil menempatkan dirinya di posisi teratas klasemen, sekaligus memberi harapan publik lokal, pada ajang Resorts World Manila Masters. Ia berada di posisi teratas bersama pegolf asal India Jyoti Randhawa setelah membukukan skor 8-under 64.

Performa Tabuena pada putaran ketiga kemarin (11/11) membuka harapan baginya untuk meraih gelar Asian Tour kedua setelah sebelumnya ia juga meraih kemenangan di negeri sendiri pada 2015 lalu. Setelah bermain dengan skor 64 pada hari ketiga ia membukukan total skor 15-under 201 pada ajang yang dimainkan di Manila Southwoods Golf and Country Club.

Posisinya saat ini, meskipun harus berbagi tempat dengan Jyoti, membuka peluang bagi tuan rumah untuk memiliki juara lokal pada ajang yang mulai dipertandingkan pada 2013 ini. Prestasi Tabuena yang terbaik ia bukukan ketika finis T13 pada edisi 2016 lalu. Prestasi itu menjadi prestasi terbaik yang dibukukan oleh pemain tuan rumah.

”Ini persis yang saya butuhkan. Rencana saya hari ini (kemarin) ialah menempatkan diri dalam persaingan untuk putaran final besok (hari ini) dan saya berhasil melakukannya,” tutur Tabuena.

Tabuena menargetkan bermain 4-under pada sembilan hole pertamanya. Tapi ia justru bermain labih baik lagi. Ia mengaku permainannya sedang dalam kondisi yang prima sehingga bisa bermain bagus pada hari ketiga.

”Tentu bakal sangat berarti kalau bisa menang besok, mengingat saya juga baru menang sekali pada Asian Tour. Tentu menyenangkan sekali kalau bisa menang lagi di rumah sendiri,” ujar Tabuena yang yakin memiliki permainan yang memadai untuk bisa menang.

Adapun Jyoti, pemenang Order of Merit Asian Tour 2002 berpeluang menambah koleksi gelar Asian Tour-nya dengan membukukan skor yang sama dengan Tabuena. Seperti halnya Tabuena, ia bermain tanpa bogey kemarin dengan membukukan lima birdie di hole 6, 7, 14, 15, dan 18.

”Saya tak memaksimalkan peluang hari ini (kemarin). Permainan long iron saya tidak terlalu bagus. Pada semua hole par 5, saya melakukan lay-up ke depan green dan melakukan up-and-down untuk mendapatkan birdie. Itu memang strategi saya karena saya tak mau terlalu mengambil riisko,” papar Jyoti yang terakhir meraih gelar pada 2009.

Jyoti dan Tabuena juga harus mewaspadai Micah Lauren Shin. Pegolf berkebangsaan Amerika Serikat ini kembali meramaikan persaingan setelah membukukan skor 66 dan berada di peringkat ketiga bersama pegolf tuan rumah lainnya Justin Quiban, dan duo Thailand Namchok Tantipokhakul dan Arnond Vongvanij.

Sementara itu, Rory Hie yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bermain pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$1 juta ini berhasil menampilkan permainan yang lebih baik ketimbang dua putaran pertamanya.

Hari ini Rory membukukan skor 3-under 69. Dengan total skor 5-under 211, untuk sementara Rory berada di peringkat 49 bersama delapan pegolf lainnya.

Rory menampilkan permainan yang cukup menjanjikan setelah pada sembilan hole pertamanya ia bermain 2-under. Ia memang harus menunggu hingga hole 5 sampai akhirnya mendapat birdie pertamanya. Setelah itu, ia menambah dua birdie lagi dengan satu bogey.

Pada sembilan hole keduanya, Rory kembali harus berjuang untuk menambah perbendarharaan birdie-nya. Ia baru berhasil melakukan hal tersebut di holoe 15, yang sekaligus menjadi satu-satunya birdie yang ia peroleh di sembilan hole terakhirnya.

Turnamen ini menjadi turnamen yang sangat penting baginya. Sebagai ajang yang dengan hadiah uang terbesar di Filipina, ia akan membuka peluang untuk finis di zona 60 besar Order of Merit Asian Tour. Prestasi tersebut ia butuhkan agar ia tak perlu lagi menempuh Qualifying School untuk mendapatkan kartu Asian Tournya.