Jajaran nama besar dan legendaris, yang menjamin aksi-aksi terbaik di Asia diharapkan ikut mendorong pertumbuhan golf di Asia.

Asian Swing PGA TOUR menyuguhkan aksi-aksi terbaik bulan Oktober ini dengan sejumlah pemain legendaris, para juara FedExCup, dan pemenang Major. Mereka menjanjikan dampak bagi golf di wilayah Asia, wilayah yang kerap menjadi basis pertumbuhan golf.

Para pegolf pada era modern ini telah menuntaskan persinggahan mereka pada THE CJ CUP @ NINE BRIDGES di Korea (pekan lalu), ZOZO CHAMPIONSHIP (yang tengah berlangsung) di Jepang, dan World Golf Championships-HSBC Champions di China pekan depan. Tiga turnamen besar ini menawarkan hadiah hampir senilai US$30 juta. Dan yang paling penting ialah poin FedExCup yang krusial untuk PGA TOUR musim 2019-2020, yang telah dimulai bulan September lalu.

Tiger Woods, Phil Mickelson, Dustin Johnson, Brooks Koepka, Rory McIlroy, Justin Thomas, Gary Woodland, Justin Rose, Jordan Spieth, dan Xander Schauffele ada di antara nama-nama besar yang tampil pada bulan Oktober ini. Setelah Korea dan Jepang, dilanjutkan dengan China dalam tiga pekan ini, para penggemar golf mendapat aksi golf kelas dunia.

Brooks Koepka harus mundur dari ajang THE CJ CUP @ NINE BRIDGES yang ia menangkan tahun 2018 lalu lantaran cedera. Justin Thomas meraih kemenangan keduanya di Jeju pada tahun 2019 ini. Foto: Getty Images.

Tak diragukan lagi, para panitia turnamen berharap para penonton di ketiga negara ini bakal meramaikan lapangan, seperti terjadi di Korea pekan lalu dan Jepang pekan ini. Mereka yakin bahwa kehadiran para pemain bintang akan menginspirasi anak-anak ini untuk mengenal golf dan mempelajari nilai-nilai positif untuk hidup mereka.

Koepka, pegolf No.1 Dunia, ikut memulai rangkaian Asian Swing ini pada 17-20 Oktober lalu pada THE CJ CUP, didampingi oleh Thomas, Mickelson, dan Spieth, dengan dua nama terakhir melakoni debut mereka di Korea. Meskipun sangat menikmati bermain di Asia dan meraih kemenangan pentingnya di Jeju tahun lalu, ia harus mengundurkan diri setelah mengalami cedera. Thomas meraih kemenangan keduanya dalam tiga tahun di sana.

Pekan ini, untuk pertama kalinya PGA TOUR berada di Jepang untuk perhelatan turnamen resmi PGA TOUR, ZOZO CHAMPIONSHIP dengan Tiger Woods sebagai bintang utama. Ikon golf ini melanjutkan upayanya menyamai rekor kemenangan terbanyak Sam Snead, 82 gelar. Saat ini ia hanya terpaut satu kemenangan. Pekan ini Woods juga menghadapi Juara FedExCup dan PGA TOUR Player of the Year 2019 Rory McIlroy.

Kehadiran Woods, yang lahir dari seorang ibu Thai, telah menjadi daya tarik luar biasa, yang menyebabkan seluruh tiket turnamen pekan ini ludes terjual. Pegolf berusia 43 tahun ini juga memiliki rekor mengesankan dengan menjuarai 6 turnamen di Asia, termasuk dua kali di Jepang.

Keberadaan Tiger Woods di Jepang pada ZOZO CHAMPIONSHIP pekan ini telah menciptakan pemandangan seperti ini. Foto: Getty Images.

“Saya sangat bersemangat bermain pada turnamen perdana ZOZO CHAMPIONSHIP dan kembali ke Jepang, salah satu negara favorit saya. Para penggemar di Jepang sangat menikmati, menghargai, dan memahami golf, dan saya tak sabar bermain lagi di Jepang,” ujar Woods sebelum menuju ke Timur Jauh.

Schauffele menjadi salah satu bintang baru yang bersemangat untuk mempertahankan gelar WGC-HSBC Champions miliknya dari para pemain, seperti Johnson, Juara FedExCup 2018 Justin Rose, dan McIlroy pada satu-satunya ajang WGC di Asia ini. Turnamen prestisius ini segera hadir pada 31 Oktober-3 November mendatang.

“Kemenangan memberi kepuasan terbaik di PGA TOUR,” ujar pegolf berusia 25 tahun yang telah meraih empat gelar PGA TOUR ini. “Play-off dengan Tony (Finau) merupakan kenangan terbesar saya. Sekadar kepuasan memainkan play-off, para penggemar, dan selebrasinya benar-benar luar biasa!”

Ada banyak alasan untuk bermain pada tiga turnamen besar di Asia ini. Ketiganya hanya diikuti oeh 78 peserta dan tidak ada cut-off. Meski demikian, Juara U.S. Open 2019 Gary Woodland yakin para pemain juga punya tanggung jawab untuk membantu mengembangkan olahraga ini.

Seperti halnya Juara U.S. Open 2019 Gary Woodland, Justin Thomas mengakui pentingnya Asian Swing PGA TOUR tiga pekan ini sebagai bagian dari partisipasi para pegolf top dunia terhadap perkembangan golf di wilayah Asia. Foto: Getty Images.

Jadwal PGA TOUR yang baru, menurut Woodland, telah menekankan pentingnya rangkaian Asian Swing ini sehingga para pemain top tak segan menyertakannya dalam rencana perjalanan mereka. “Maknanya (Asian Swing) menjadi besar dengan adanya jadwal baru ini,” ujar Woodland. “Dengan banyaknya turnamen sebelum akhir tahun, Anda perlu bermain ke Asia. Hadiah uangnya besar, tidak ada cut-off, dan jumlah peserta juga tak banyak. Para penggemar di sana juga menyukai golf, mereka lapar akan golf, dan Asia menjadi alasan yang bagus agar kami keluar dari kebiasaan kami, menyebarluaskan olahraga ini dan melakukan bagian kami.”

Asian Swing ini juga akan menawarkan peluang untuk mengukuhkan status para pemain muda PGA TOUR. Para pemain, seperti Collin Morikawa dan Matt Wolff, yang sudah meraih kemenangan dalam tahun profesional pertama mereka, dan Im Sungjae asal Korea yang menyabet Rookie of the Year 2019, juga ingin menegaskan status mereka sebagia pemain bintang baru. Sementara itu, pemain muda lainnya, termasuklah para bintang Asia, seperti Hideki Matsuyama, Li Haotong, C.T. Pan, dan Kiradech Aphibarnrat.

Pemain muda berbakat Justin Thomas bahkan telah menjadi contoh sukses di Asia. Kemenangannya di Asia membantu membangun karier yang gemilang, yang kini telah membawanya meraih 11 gelar PGA TOUR dan gelar FedExCup. Seperti halnya Woodland, ia juga ingin ikut mengembangkan golf dengan memberi dampak bagi kaum muda di Asia.

“Senang sekali bisa mendapat peluang mengembangkan merek Anda (PGA TOUR) dan ikut mengembangkan golf,” ujar pegolf Amerika ini. “Saya sudah meraih kesuksesan di Asia, dan semoga saya bisa bisa menyebarkan semangat ini di Asia.”

Leave a comment