Lima wakil Asia bermain under pada hari pertama.

Meski belum sepenuhnya bugar, tidak ada tanda-tanda bahwa cedera menjadi penghalang utama ketika Kiradech Aphibarnrat memainkan putaran pertama The Open Championship di Royal Portrush kemarin (18/7). Ini merupakan partisipasi yang keenam baginya sejak pertama kali bermain pada ajang Major pertama dan tertua di dunia ini pada tahun 2013.

Pada putaran pertama itu, Kiradech bermain tanpa bogey dan membukukan skor 3-under 68. Hasil awal di Royal Portrush ini jelas memuaskan baginya yang masih berusaha untuk lebih bugar.

“Lutut saya masih memengaruhi swing golf, tapi saya bisa bermain solid hari ini (kemarin) karena saya masih bisa mengontrol level energi dan langkah saya dengan sangat baik,” tutur Kiradech.

“Saya belum 100% bugar dan tidak ingin mematok target tertentu. Secara keseluruhan, ini awal yang sangat baik dan saya hanya ingin menikmati tiap momen pada The Open karena ini merupakan salah satu Major terbaik di dunia.”

Pegolf yang kini berada di No.52 Dunia ini memulai permainannya dengan birdie di hole kedua dan membukukan tujuh par berturut-turut untuk mencatatkan skor 35 di sembilan hole pertamanya.

Kondisi cuaca pada pagi hari yang relatif lebih tenang jelas ia manfaatkan dengan sangat baik. Ia kemudian memasukkan birdie lagi di hole 12 par 5, sebelum memasukkan bola dari jarak 50 kaki di hole pamungkas untuk birdie ketiganya.

“Cuaca sangat membantu, terutama di 14 hole pertama. Kalau angin berembus dan mulai hujan, bakal lebih sulit lagi bermain di sana. Tapi saya bisa menempatkan bola di posisi yang tepat dan hanya meleset melakukan beberapa pukulan,” imbuh Kiradech.

Ia sadar kalau dirinya tidak boleh berpikir terlalu jauh untuk menjaga peluangnya bersaing sepanjang pekan ini. Apalagi dalam lima penampilan perdananya pada The Open, baru sekali ia berhasil lolos cut, yaitu ketika finis T75 pada The Open ke-147 tahun lalu.

“Saya tidak memiliki catatan yang bagus kalau bermain di lapangan links. Saya tidak ingin memaksakan masalah dan hanya ingin bermain dan menikmatinya. Rencananya ialah menjaga bola tetap di fairway dan memainkannya di bawah embusan angin,” tandas Kiradech, yang kini berada di peringkat 3, bersama 12 pemain lainnya, termasuk pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka

Sharma Melewati Ujian Pertama
Permainan tanpa bogey juga berhasil diraih oleh bintang muda India Shubhankar Sharma. Bermain bersama Koepka, dan Champion Golfer of the Year 2010 asal Afrika Selatan Louis Oosthuizen, Sharma menunjukkan permainan yang mampu menandingi para pegolf dunia lainnya di Royal Portrush. Ia mengakhiri putaran pertamanya dengan skor 70.

“Bermain 1-under selalu menjadi awal yang bagus dan saya tidak bisa berharap lebih daripada itu. Hal paling utama pada hari ini (kemarin) ialah saya berhasil main tanpa bogey lantaran berhasil memasukkan sejumlah putt krusial di sembilan hole terakhir, terutama di hole 14-16,” tuturnya.

Shubhankar harus bersabar untuk mendapatkan birdie pertamanya. Setelah 12 hole berturut-turut mempertahankan par, ia akhirnya berhasil meraih birdie setelah putting dari jarak 30 kaki berhasil masuk di hole 13 par 3. Ia kembali mengamankan par di lima hole tersisa untuk skor 70.

Shubhankar Sharma menikmati putaran pertama The Open Championship dengan bermain bersama pegolf No.1 Dunia Brooks Koepka dan Juara The Open 2010 Louis Oosthuzen. Foto: Getty Images.

“Bukan perkara yang mudah bermain di sini dan saya senang dengan hasil ini. Pada awalnya saya kesulitan membaca jalur putt dan tak memasukkan banyak putt. Tapi saya mendapatkan iramanya di sembilan hole terakhir dan berhasil bermain dengan lebih baik,” imbuhnya lagi.

Bermain bersama Koepka kali ini memberinya peluang untuk bernostalgia. Keduanya sempat bermain bersama pada putaran final ajang Gujarat Kensville Challenge di sirkuit European Challenge Tour pada tahun 2013.

“Sangat menyenangkan bermain bersama Brooks (Koepka). Kami mengobrol tentang pengalamannya di India dan bagaimana ia menaiki tuk tuk. Saat itu fisiknya belum sekekar sekarang dan banyak yang telah berubah dalam karier kami sejak saat itu,” tandas Sharma.

Lima Kontingen Asia Bermain Under
Pekan ini ada 23 pegolf asal Asia yang bertanding di Royal Portrush. Mereka mewakili Thailand, India, Korea Selatan, Jepang, China, dan China Taipei. Kontingen terbesar datang dari Korea Selatan dan Jepang, yang masing-masing diwakili oleh delapan pemain.

Pada putaran pertama kemarin ada lima pemain yang berhasil main under. Juara Order of Merit Asian Tour 2013 Kiradech Aphibarnrat mencatatkan hasil terbaik dengan 3-under 68. Sementara Park Sanghyun asal Korea membukukan skor 2-under 69 dan kini berada di posisi T16. Catatan 1-under 70 dibukukan oleh Shubhankar, Yuki Inamori, dan Kim Siwoo. Ketiganya untuk sementara ada di posisi T20.

Sementara itu, Im Sungjae, Hideki Matsuyama, dan pemain debutan Mikumu Horikawa mencatatkan skor even par 71 dan berada di peringkat T42.

Satu-satunya pemain amatir dari Asia yang tampil kali ini ialah Juara Asia-Pacific Amateur Championship 2018 asal Jepang, Takumi Kanaya. Kanaya, yang bermain bersama Tom Lewis asal Inggris dan Brandon Stone dari Afrika Selatan kemarin bermain dengan skor 73 setelah membukukan dua birdie dan empat bogey.

Brutalnya Royal Portrush terlihat dari skor yang dibukukan sejumlah pemain, termasuk pemain bintang. Rory McIlroy, pemain unggulan kedua pada The Open kali ini, harus mengakhiri putaran pertama dengan skor 8-over 79. Sementara Tiger Woods, yang tahun lalu menjadi runner-up di belakang Francesco Molinari harus puas dengan skor 78. Molinari sendiri kemarin mencatatkan dua birdie, dua bogey, dan satu double bogey untuk skor 74.

Peringkat teratas ditempati oleh pegolf Amerika, J.B. Holmes, yang membukukan enam birdie dengan sebuah bogey dan skor 5-under 66. Sementara pegolf Irlandia Shane Lowry berada di posisi kedua dengan skor 4-under 67.

Bagi Anda yang ingin mengikuti perkembangan The Open Championship edisi ke-148, tapi tidak memiliki akses siaran langsung televisi, silakan mengunduh aplikasi mobile The Open yang tersedia untuk perangkat berbasis Android dan Apple. Dengan mendaftarkan alamat email, Anda bisa menyaksikan pairing eksklusif melalui aplikasi tersebut, atau menikmati The Open Radio. Setidaknya, dengan demikian Anda bisa menyaksikan suasana di Royal Portrush yang sangat meriah.

Leave a comment