Start yang solid membawa Zhang Xinjun ke jajaran atas 3M Open. Mungkinkah ini awal dari akhir pekan positif bagi Asia?

Bintang golf asal China, Zhang Xinjun tiba di hole ketiganya di TPC Twin Cities. Di hole 12 par 5 itu, ia berhasil mencapai green dalam dua pukulan. Bolanya menyisakan jarak 31 kaki atau sekitar 9,5 meter. Dan setelah membaca jalur putting-nya, Zhang menggulirkan bola. Pembacaannya tepat, jalurnya benar dan membuahkan eagle. Dan sejak berhasil memasukkan putt tersebut, permainannya seakan tak menghadapi hambatan. Ia menutup putaran pertama 3M Open itu dengan catatan skor 6-under 65 dan berbagi tempat ketiga dengan Tony Finau dan lima pegolf lainnya.

Posisi ini menjadi posisi terbaiknya pada kancah PGA TOUR sejak sama-sama memimpin dengan rekan senegaranya, Dou Zecheng, pada ajang Zurich Classic of New Orleans tahun 2018 lalu. Kala itu keduanya bermain 12-under dalam 18 hole dan berbagi peringkat teratas dengan Lucas Glover dan Chez Reavie. Hanya saja kala itu ia harus gagal lolos cut lantaran pada keesokan harinya bermain dengan skor 80.

”Segalanya berjalan dengan mulus setelah itu,” ujar Zhang menyinggung eagle tersebut. ”Dan benar, setelah itu saya nyaris melakukan hole-in-one, dan di hole 4 juga sama. Jadi, (pada prinsipnya) pukulan saya sangat bagus dan putting saya juga setali tiga uang.”

”Permainan saya benar-benar sedang bagus; semuanya dimulai dari pukulan tee.”

Presisi menjadi kata kunci bagi permainan pegolf asal Shanxi, China ini. Bermain pada sesi pagi, ketajaman permainannya terlihat juga tatkala approach dari jarak 154 yard di hole 14 par 4 membuat bolanya berhenti hanya satu kaki atau sekitar 30 cm dari lubang. Ia mencatatkan dua birdie lagi sebelum beralih ke sembilan hole keduanya, termasuk dari jarak 17 kaki di hole 17 par 3. Ia juga menambah dua birdie lagi di hole 4, yang nyaris membuahkan hole-in-one, dan hole 5.

Satu-satunya bogey ia peroleh di hole 2 par 4. Di sana ia terpaksa melakukan tiga pukulan untuk mencapai green, plus dua putt untuk memasukkan bola.

”Permainan saya benar-benar sedang bagus; semuanya dimulai dari pukulan tee, lantaran hampir semua pukulan tee saya bagus,” sambungnya lagi. ”Permainan iron saya juga tak kalah solidnya. Saya hampir mengulangi eagle lagi di par 4 dan nyaris hole-in-one di par 3. Hari ini putting saya juga solid. Jadi, secara keseluruhan permainan saya sangat bagus hari ini (23/7).”

Pekan lalu, pegolf asal Sanxi, China ini finis di posisi 10 pada ajang Memorial Tournament presented by Nationwide. Ia diproyeksikan bisa memperbaiki peringkatnya pada klasemen FedExCup hingga 15 peringkat untuk berada di posisi 49. Ini berarti ia hampir pasti mengamankan tempat pada dua turnamen pertama pada FedExCup Playoff.

”Saya sangat menyukai lapangan ini. Lapangan ini cocok dengan permainan saya.”

Tapi yang lebih penting lagi adalah kini ia menempatkan dirinya untuk meraih hadiah terbesarnya. Zhang, yang berdomisili di Jacsonville, Florida ini hanya dua kali finis di jajaran lima besar dalam 52 turnamen yang ia ikuti. Salah satunya termasuk ketika ia finis T4 pada ajang Houston Open.

”Saya sangat menyukai lapangan ini,” ujar Zhang. ”Lapangan ini cocok dengan permainan saya. Ada banyak hole di mana saya bisa memotong atau melakukan pukulan fade, dan persis seperti itulah pukulan saya belakangan ini, jadi benar-benar cocok dengan permainan saya. Saya sangat menyukainya.”

Sementara itu, wakil Asia lainnya, Lee Kyounghoon, mencatatkan skor 1-under 70. Rekan senegaranya asal Korea Selatan, yang juga pemenang THE PLAYERS 2017 Kim Siwoo bermain even par 71 dan ada di peringkat 82 bersama 15 pemain lainnya, termasuk seniornya, K.J. Choi.