Pegolf amatir No.1 Indonesia Naraajie Emerald Ramadhan Putra melakukan start yang cemerlang di Royale Jakarta Golf Club.

Bintang golf amatir Indonesia Naraajie Emerald Ramadhan Putra kembali mencuri perhatian publik golf dunia dengan permainan fenomenal pada putaran pertama BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI & MedcoEnergi. Ia hanya membutuhkan 25 putt untuk membukukan skor 7-under 65 dan menjadi satu dari tiga pimpinan klasemen pada akhir hari pertama.

Naraajie yang baru kembali dari membela Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina, mengawali hari pertama ini dengan mengagumkan. Bermain dari hole 10 di Royale Jakarta Golf Club, pegolf berusia 19 tahun ini membukukan lima birdie berturut-turut dari hole 11 untuk sekali lagi menyita perhatian komentator dari Asian Tour.

Naraajie masih menambah tiga birdie lagi ketika memainkan sembilan hole terakhirnya.

Satu-satunya bogey akhirnya ia peroleh di hole 5 setelah pukulannya meleset dari fairway dan terpaksa melakukan dua putt di hole par 4 tersebut.

“Hari ini pukulan dan putting saya sangat bagus. Selain itu, saya juga bisa menjaga permainan saya dengan baik sepanjang 18 hole pertama ini,” tutur Naraajie.

Naraajie sebenarnya berpeluang untuk membukukan birdie ke-9 di hole terakhirnya dan menjadi satu-satunya pimpinan klasemen. Ia mencapai green di hole 9 par 5 itu dalam tiga pukulan. Sayangnya putting-nya hanya mengantar bola hingga ke bibir lubang.

“Saya sendiri memang tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Jadi, hari ini saya sekadar bermain golf dan berusaha untuk bermain dengan sabar.”

“Putting itu menanjak dan sayangnya putt saya malah tidak masuk,” jelas Naraajie yang merasa puas bisa membukukan delapan birdie dengan satu bogey hari ini (12/12).

“Saya sendiri memang tidak memiliki ekspektasi apa-apa. Jadi, hari ini saya sekadar bermain golf dan berusaha untuk bermain dengan sabar.”

Pada awal September 2019 lalu, Naraajie sempat menorehkan sejarah dengan menjadi pegolf amatir pertama yang bisa finis di peringkat 4 pada ajang Bank BRI Indonesia Open. Ia sempat memimpin hingga 5 stroke ketika memulai putaran final, sebelum akhirnya Miguel Carballo menyalipnya.

Skor 7-under 65 menempatkan Naraajie di puncak klasemen bersama pegolf asal Afrika Selatan Keith Horne dan pegolf Australia Steven Jeffress. Horne menyamai catatan skor Naraajie dengan menorehkan 9 birdie dan 2 bogey. Adapun Jeffress bermain tanpa bogey dengan tujuh birdie.

Tak hanya Naraajie yang layak mendapat perhatian pada putaran pertama kali ini. Jonathan Wijono juga mengikuti jejak Naraajie dengan menjadi amatir pegolf kedua yang berhasil bermain under. Pegolf asal Surabaya ini menorehkan empat birdie dan satu bogey. Untuk sementara, ia berada di peringkat T16.

Sama seperti Naraajie, Jonathan menjadi bagian dari Tim Indonesia yang berlaga di Tarlac City, Filipina pada pekan lalu. Di Luisita Golf and Country Club pekan lalu, Jonathan bahkan nyaris mempersembahkan medali bagi Indonesia sampai akhirnya harus kalah di babak play-off.

Statistik permainannya pada hari pertama ini juga sangat prima, dengan meraih persentase green in regulation hingga 89%. Satu-satunya yang kurang maksimal ialah permainan putting-nya, di mana ia membutuhkan 31 putt, 6 putt lebih banyak daripada Naraajie.

Analisis Singkat
Oleh Raka S. Kurnia

Kembalinya Naraajie ke puncak klasemen pada hari pertama BNI Indonesian Masters Supported by Bank BRI & MedcoEnergi hari ini (12/12) bisa kita anggap sebagai sebuah pembaruan dari pegolf berusia 19 tahun ini. Bukan rahasia lagi kalau nyaris menang pada awal September 2019 lalu menjadi salah satu momen paling berat baginya.

Delapan birdie dengan hanya satu bogey pada hari ini, setelah kampanye yang kurang memuaskan di Luisita Golf and Country Club di Tarlac City untuk SEA Games, menunjukkan kemampuannya untuk mengalihkan fokus dengan sangat baik. Kemampuan seperti ini jelas sangat dibutuhkan ketika ia beralih profesional nantinya. Dan dari segi kualitas permainan, apa yang kita saksikan di Pondok Indah Golf Course sekitar tiga bulan lalu membuktikan kelasnya memang telah mengimbangi pegolf profesional dari luar negeri.

Sementara itu, “Wonder Kid”, Jonathan Wijono, juga menorehkan permainan yang mengagumkan. Ia menjadi satu dari hanya dua pemain amatir yang bisa bermain under. Seperti halnya Naraajie, bukan tidak mungkin ia pun ingin melampiaskan kekecewaan di Filipina dengan bermain sebaik mungkin pada panggung yang, sudah jelas, jauh lebih besar lagi pada pekan ini.

Sementara dari lini profesional, empat pegolf Indonesia memulai putaran pertama dengan bermain under. Danny Masrin menorehkan skor 68 dan menempatkan dirinya di jajaran atas klasemen. Adapun Benita Yuniarto Kasiadi dan Elki Kow juga bermain solid 2-under 70. Sedangkan Joshua Andrew Wirawan menorehkan skor 1-under 71.

Dengan 18 hole tersisa untuk menentukan langkah ke dua putaran terakhir, satu-satunya yang dibutuhkan dari kita sebagai pendukung ialah memberikan dukungan dan semangat dengan cara yang sepositif mungkin bagi mereka.