Kehadiran Brendan Lawlor pada ISPS Handa UK Championship memberikan sorotan penting bagi penyandang disabilitas.

Ada semangat dan daya tarik yang tercipta pada awal pekan ini menjelang ISPS Handa UK Championship digelar. Kehadiran Brendan Lawlor pada turnamen yang menjadi bagian dari UK Swing ini menghadirkan sorotan tersendiri. Inilah debut European Tour bagi pegolf penyandang sindrom Ellis-van Creveled ini.

Sindrom Ellis-van Creveled merupakan kelainan genetik yang langka. Mereka yang mengalami sindrom ini biasanya memiliki lengan yang pendek, dengan jari tangan atau jari kaki yang lebih banyak, perkembangan kuku yang tak normal. Dan separuh dari kasus penderita sindrom ini mengalami kelainan fungsi jantung bawaan. Sebagai penderita sindrom genetik langka tersebut Lawlor jelas membawa perhatian publik kepada para penderita sindrom Ellis-van Creveled.

Pegolf berusia 22 tahun ini beralih profesional pada September 2019 lalu setelah memberi dampak secara global pada sirkuit golf bagi penyandang disabilitas. Lawlor sendiri kini berada di peringkat 4 pada World Rankings for Golfers with Disability (WR4GD). Ia juga menyandang gelar EDGA Scottish Open 2019, ajang 36 hole yang dimainkan di lapangan yang sama dengan para pegolf profesional European Tour, Renaissance Club, yang juga akan menjadi tuan rumah Aberdeen Standard Investments Scottish Open.

 

 

Lawlor juga sempat berkompetisi pada ajang ISPS HANDA Disabled Golf Cup, plus bermain bersama 12 pegolf penyandang disabilitas terbaik di Royal Melbourne Golf Club, dengan set-up yang sama untuk ajang Presidents Cup 2019.

Partisipasi Lawlor pada ajang ISPS Handa UK Championship pekan ini tak lepas dari undangan sponsor yang sekaligus sponsor utama turnamen ini, ISPS HANDA. Langkah ini sendiri menjadi strategi berkelanjutan untuk berkolaborasi dengan European Tour dalam meningkatkan profil golf sebagai olahraga yang bisa diakses publik luas melalui beragam inisiatif golf berskala global dan jangka panjang.

”Visi ISPS Handa bersama European Tour untuk semangat inklusivitas diwakili oleh sosok duta kami yang sangat berbakat, Brendan Lawlor. Kami sangat bersemangat pada inspirasi yang ia hadirkan kepada banyak kalangan di seluruh dunia melalui inisiatif Golf for Good UK Swing,” tutur Dr. Haruhisa Handa, Pendiri dan Ketua ISPS Handa.

Mendapati dirinya diundang untuk tampil pada ajang European Tour pekan ini, Lawlor mengaku sangat terkejut.

 

TaylorMade Golf ikut mendukung kiprah Brendan Lawlor sebagai pegolf profesional dan menjadi sponsor bagi pegolf Irlandia ini. Foto: TaylorMade Golf.

 

”Saya melompat kegirangan. Ketika mendapat undangan ini saya sedang bersama beberapa teman di Lahince dan sedang makan malam. Mark (McDonnel) dari Modest Golf menelepon dan memberi tahu kalau saya mendapat undangan untuk bertanding pada ISPS Handa UK Championship. Sungguh luar biasa! Apa yang ditawarkan oleh ISPS Handa, mereka meminta saya menjadi duta mereka untuk tahun ini. Ini peran yang sungguh besar buat saya, dan saya sangat menikmatinya!” Lawlor mengisahkan.

Pentingnya peran Lawlor untuk mendorong partisipasi golf yang lebih luas, sekaligus memberi semangat bagi para penderita disabilitas untuk tak pantang menyerah tak hanya mendorong ISPS Handa untuk mengikatkan organisasi tersebut dengan Lawlor. Perusahaan perangkat golf TaylorMade juga memutuskan mengikat kerja sama dengan pegolf asal Irlandia ini.

”Seluruh tim kami di TaylorMade sangat bersemangat untuk bekerja sama dengan lebih dekat dengan Brendan. Ia memiliki ekspektasi yang tinggi pada dirinya dan target-target yang kami yakin lebih dari sanggup ia capai melihat bakat dan etos kerjanya. Saya berterima kasih kepada Brendan dan Mark McDonnel dan Niall Horan dari Modest! Golf berkat upaya mereka membawa Brendan ke dalam sekelompok pegolf kelas dunia yang telah mewakili Tim TaylorMade. Kami sangat bangga pada fakta bahwa seluruh pemain kami dipilih langsung untuk mewakili merek dan budaya kami,” tutur Adrian Rietveld, Senior Manager Global Sports Marketing TaylorMade Golf.

”Skor bukanlah hal yang paling penting. Sorotan yang saya peroleh beberapa hari terakhir, … mereka juga bisa melihat EDGA …. Itulah alasan saya berada di sini pekan ini.” — Brendan Lawlor.

Skor yang Lawlor bukukan pada putaran pertama mungkin jauh dari harapan. Bermain di The Belfry yang diwarnai dengan hujan dan angin, Lawlor membukukan skor 84. Tapi ia mengaku sangat puas dengan pengalaman yang ia peroleh dalam debut European Tournya ini.

”Sungguh luar biasa rasanya, kehadiran Richard (McEvoy) dan Jeff (Winther) sungguh fantastis. Sembilan hole terakhir sangat sulit. Saya bisa main 1-under di tiga hole pertama dan meskipun tidak mencatatkan skor terbaik, saya sangat menikmati pengalaman pada hari pertama ini. Skor bukanlah hal yang paling penting. Sorotan yang saya peroleh beberapa hari terakhir, banyak orang yang mengirimkan pesan di Instagram, mereka juga bisa melihat EDGA (European Disabled Golf Association). Itulah alasan saya berada di sini pekan ini,” tutur Lawlor.

Pada putaran kedua, Lawlor membukukan skor 82, dua stroke lebih baik dari hari pertamanya. Ia mungkin gagal melangkah ke putaran akhir pekan ini. Namun, partisipasinya pekan ini jelas akan membuka mata semua pihak untuk lebih membuka jalan bagi para pegolf penyandang disabilitas lainnya. Inilah kemenangan unik bagi para pegolf disabilitas, yang diwakili oleh Brendan Lawlor.