George Gandranata mencatatkan skor terbaiknya selama bermain di Gunung Geulis Golf and Country Club.

Permainan solid putaran pertama melambungkan George Gandranata ke jajaran atas pada ajang Asian Development Tour, Gunung Geulis Invitational supported by Nomura. Tampil sebagai peringkat tertinggi di antara para pegolf Indonesia lainnya, George menampilkan permainan yang dibutuhkan untuk siap bersaing memperebutkan gelar juara.

Meski mengawali putaran pertamanya dengan bogey, George menunjukkan bahwa awal tersebut tak menentukan skor akhir pada hari pertama itu. Birdie pertama di hole 12 membantunya menemukan irama permaian yang dibutuhkan untuk menaklukkan East Course.

Ia kemudian mencatatkan dua birdie berturut-turut di hole 15 dan 16, sebelum mendapatkan bogey kedua di hole 17.

Bogey tersebut sekaligus menjadi bogey terakhir baginya setelah di sembilan hole kedua George berhasil main lebih baik.

“Start saya (di hole 10) memang kurang bagus. Tapi setelah mendapat birdie di hole 12, saya bisa bermain lebih tenang,” tutur George. “Di sembilan hole kedua, permainan putting saya lebih solid.”

Performa putting yang cemerlang itu membantunya mencatatkan dua birdie dan sebuah eagle dalam lima hole terakhirnya.

Dua tahun terakhir ini George memang memiliki catatan permainan yang positif ketika bermain di Gunung Geulis Golf and Country Club. Dalam tiga turnamen terakhir ia mainkan di sana, hasil terburuk yang ia torehkan ialah finis T6 pada Indonesian Golf Tour Final 2017.

“East Course tahun ini lebih sulit ketimbang tahun lalu. Green-nya juga lebih licin. Posisi pin juga lebih sulit.” – Naoki Sekito

Sejak saat itu, permainan George bahkan menjadi jauh lebih baik tiap kali bermain di lapangan ini, khususnya di East Course. Hal ini terlihat dalam dua turnamen berikutnya yang ia mainkan di lapangan ini. Setelah bermain 6-under 207 dan finis T3 pada Indonesian Golf Tour Series 2 musim 2018 lalu, George finis sendirian di tempat keempat pada ajang Asian Development Tour, OB Golf Invitational berkat skor 70-69-67 dalam turnamen yang terpaksa hanya dimainkan tiga putaran itu.

Skor 65 yang ia bukukan pada putaran pertama kemarin (30/7) menjadi skor terbaik selama ia bermain di lapangan pegunungan ini.

Permainan George ini kemudian berhasil disamai oleh Shinichi Mizuno dan Poom Pattaropong. Mizuno mencatatkan skor 65 setelah menorehkan enam birdie dan satu bogey, sementara Poom bermain dengan tujuh birdie dan dua bogey.

Namun, yang mencuri perhatian jelas permainan istimewa Naoki Sekito. Pegolf Jepang ini mencatatkan permainan yang sepenuhnya nyaris sempurna. Selain bermain tanpa bogey, ia juga menorehkan empat birdie, baik di sembilan hole pertamanya maupun di sembilan hole keduanya. Skor 8-under 62 ini sekaligus menjadi rekor skor terendah yang pernah ditorehkan di East Course.

“Hari ini (kemarin) saya bisa selalu memukul bole ke fairway. Pukulan approach saya ke green juga bagus sehingga memberi banyak peluang untuk birdie,” ujar Sekito.

Naoki Sekito membukukan rekor skor terendah dengan bermain 8-under 62, sekaligus memuncaki klasemen GUnung Geulis Invitational supported by Nomura. Foto: OB Golf/Yulius Martinus.

Selain permainan yang tajam itu, pengalamannya bermain di lapangan ini pada OB Golf Invitational tahun lalu mendorongnya untuk melakukan persiapan lebih baik.

“Pengalaman tahun lalu mendorong saya untuk berlatih dua kali di sini sebelum turnamen ini. Namun, East Course tahun ini lebih sulit ketimbang tahun lalu. Green-nya juga lebih licin. Posisi pin juga lebih sulit,” tuturnya.

Sebagai pegolf asal Jepang, ia merasa wajib bisa menang lantaran turnamen ini turut disponsori oleh Nomura. “Jika saya menang, mereka bisa gembira dengan hasil ini. Jadi, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memenangkan turnamen ini,” tandasnya.

Selain motivasi itu, Sekito juga jelas berniat untuk mempertahankan statusnya di puncak Order of Merit Asian Development Tour. Terlebih lantaran saat ini total hadiah US$ 29.470 yang ia kumpulkan hanya berjarak kurang dari US$2.000 dari pegolf Thailand Itthipat Buranatanyarat di tempat kedua.

Sekito memuncaki Order of Merit itu setelah menjuarai PGM ADT Penang Championship dan tiga kali menjadi runner-up pada musim ini.

Sementara itu, Juara Order of Merit Asian Development Tour musim lalu, Miguel Carballo berada empat stroke di belakang Sekito dengan 4-under 66. Ia berbagi peringkat kelima dengan Jesse Yap asal Singapura, pemain amatir yang merupakan adik Gavin Green, Galven Green, asal Malaysia, dan Tawit Polthai dari Thailand.

Leave a comment