Bermain di bawah siraman matahari, pegolf Amerika Trevor Sluman memaksimalkan kesempatan yang ia miliki itu dan membukukan skor 5-under 64. Catatannya ini menjadi skor terendah pada hari pertama sebelum akhirnya komite Guangzhou Open terpaksa menghentikan putaran pertama lantaran kondisi cuaca yang buruk.

Ketika permainan terpaksa dihentikan, praktis hanya para pemain yang memulai permainan dari pagi hari saja yang bisa menuntaskan putaran pertama mereka. Sluman mencatatkan skor terbaik dan memiliki keunggulan dua stroke dari empat pemain lainnya, yaitu Bryden Macpherson, Richard Jung, Ouyang Zheng, dan pegolf amatir Aaron Du. Sementara itu, Max McGreevy, Cyril Bouniol, dan Fan Shiyu telah membukukan 4-under, namun masih menyisakan beberapa hole lagi untuk dituntaskan.

Guangzhou Open yang dimainkan di Nansha Golf Club pekan ini menjadi turnamen kesembilan dalan jadwal PGA TOUR Series-China musim ini. Saat ini Sluman berada di peringkat dua Order of Merit dan raihan hari pertamanya itu membantunya untuk berada di jalur yang ideal untuk meraih gelar kedua musim ini. Dan jika ia berhasil mewujudkannya, ia bakal menggeser pimpinan Order of Merit sementara, David Kocher.

Separuh putaran pertama kemarin harus dimainkan di bawah suhu yang mencapai 36°C. Namun, cuaca mendadak berubah dan petir mulai sambar-menyambar yang membuata 78 peserta tak lagi bisa melanjutkan permainan mereka.

Meski demikian, Sluman harus bersabar untuk meraih skornya. Dalam delapan hole pertama, ia hanya mampu bermain even par. Sampai akhirnya ia mencatatkan eagle di hole 9, dan kemudian melanjutkan dengan tiga birdie di lima hole terakhirnya.

Meskipun merupakan salah satu pemain paling konsisten pada musim ini, Max McGreevy masih mengincar gelar pertamanya di China. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

“Hari ini (18/7) permainan iron saya sangat bagus, jadi itulah yang menjadi kunci saya bisa menorehkan skor yang rendah,” tutur Sluman, yang mengaku kesulitan bermain di bawah cuaca yang panas.

“Sejujurnya saya tak memikirkan soal golf sama sekali. Saya malah menghitung sisa hole yang harus saya mainkan karena rasanya sangat panas. Tapi untunglah pada akhirnya saya bisa memukul bola mendekati pin di beberapa hole terakhir dan mendapat skor yang bagus. Sepanjang hari ini saya bermain sangat tenang dan mulai panas di dua hole terakhir.”

Sementara itu, McGreevy berniat untuk mempertahankan momentumnya dan tetap bermain tanpa bogey ketika ia memulai hole ke-13 hari ini. Setelah mengawali putaran pertama dengan dua birdie berturut-turut, ia menambah tiga birdie lagi di hole 5, 7, dan 9 dan mencatatkan posisi yang sama dengan Fan yang telah bermain sembilan hole, serta Bouniol yang juga telah memainkan 12 hole.

McGreevy, yang sempat bermain pada Korn Ferry Tour musim 2018 (ketika masih bernama Web.com Tour), masih mengincar gelar pertamanya di China setelah mencatatkan enam kali finis di sepuluh besar, termasuk empat kali di lima besar tahun ini. Hal ini menunjukkan ia merupakan salah satu pemain yang paling konsisten pada musim ini.

Sementara itu, pegolf asal Australia, Bryden Macpherson, yang merupakan Player of the Year 2015, kini mengincar gelar ketiga dalam kariernya.Saat ini ia berada di peringkat 58 Order of Merit.

Leave a comment