Catatan skor fenomenal 63 pegolf Skotlandia Marc Warren mewarnai putaran awal Maybank Championship, ajang kolaborasi Asian Tour dan European Tour, kemarin (9/2). Pegolf berusia 35 tahun ini mengakhiri putaran pertama dengan keunggulan dua angka dari pegolf remaja asal Thailand, Phachara Khongwatmai.

Warren tengah mengincar gelar European Tour pertamanya sejak 2014. Skor fenomenal 63 tersebut ia peroleh berkat torehan sebuah eagle di hole 8 dan tambahan 7 birdie.

”Jelas ini (kemarin) hari yang bagus, waktu tee yang bagus dan lebih awal sebelum angin mulai berembus. Saya mengawali dengan awal yang bagus, 6-under di sembilan hole pertama. Ketika angin mulai berembus kencang di sembilan hole kedua, saya hanya mesti berusaha mempertahankan bermain solid dan memukul ke green. Agak berat juga di hole terakhir, bola saya menancap di bunker dan sudah bagus bisa memukul 5 kali,” tutur Warren.

Hari ini ia berniat untuk memainkan permainan yang sama, terutama mengingat permainan iron-nya tengah dalam kondisi yang bagus. ”Sangat menyenangkan bisa bermain tanpa bogey. Ini lapangan yang berat, terutama dengan angin dan panas dan hal-hal lainya,” sambung Warren.

Phachara sendiri kemarin berhasil bermain dengan catatan yang juga mengagumkan. Pegolf berusia 17 tahun yang sudah empat kali finis di zona lima besar dalam delapan turnamen terakhir yang ia ikuti ini berhasil mendapatkan 8 birdie dengan hanya 1 bogey di Saujana Golf and Country Club, Palm Course. Catatan ini jelas bisa membantunya untuk memenangkan gelar perdana Asian Tour pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$3 juta ini.

”Saya sangat gembira. Saya tak mengira bisa main 7-under. Ini lapangan yang sulit. Dapat skor 1 atau 2-under sudah bagus dan kalau bisa lolos cut saya bakal senang. Saya tak berpikir untuk mendapat birdie. Saya malah tak merasa percaya diri melakukan putt, tapi semuanya malah masuk,” kata Phachara.

Hasil yang positif ini jelas bisa menambah percaya dirinya untuk menjalani musim 2017 yang masih panjang ini. Phachara melanjutkan bahwa dirinya kini merasa lebih percaya diri untuk bermain di mana saja.

”Gaya saya ialah berusaha serileks mungkin. Kalau yang saya latih itu benar, saya akan terus melakukannya. Saya banyak berlatih putting karena saya tahu putting sangatlah penting,” sambungnya.

Sementara itu, pegolf tuan rumah Arie Irawan berhasil menorehkan 6-under 66 pada putaran pertama. Bermain dengan lebih sabar membuat Arie bisa melakukan keputusan yang tepat untuk kemudian mendapatkan birdie.

”Saya bermain bagus pada hari terakhir di Bangladesh. Saya main 68 dan tak kena bogey. Jadi saya sudah main tanpa bogey untuk 36 hole dan ini sangat bagus. Saya banyak belajar dari bermain di Bangladesh dan bermain pada Q-School bulan Januari lalu,” tutur Arie yang mengaku sangat menyukai lapangan yang merupakan salah satu lapangan favoritnya ini.

Catatan skor yang diraih Arie juga sama dengan torehan juara The Masters asal Inggris, Danny Willett, pegolf Amerika Peter Uihlein, Marcel Siem asal Jerman, Sam Brazel asal Australia, dan pegolf India Gaganjeet Bhullar.