Indonesian Junior Golf mendapat dukungan dari Sahabat Joyada Siallagan sepanjang musim kompetisi 2020.

Komitmen mendukung perkembangan golf di Indonesia lewat pembinaan junior tidak mesti dilakukan dari balik sebuah jabatan. Joyada Siallagan memahami hal ini dan mewujudkannya dalam bentuk komitmen mendukung Indonesian Junior Golf (IJG) sepanjang musim 2020.

Melalui Sahabat Joyada Siallagan (SJS), Joyada mengungkapkan bahwa dukungannya selama setahun ini termasuk berupa dukungan dana, yang ia harapkan bisa membantu penyelenggaraan tiap seri turnamen IJG.

“Sahabat Joyada Siallagan ini adalah perkumpulan golf yang anggotanya terdiri dari berbagai kalangan profesi. Kami memang mempunyai komitmen untuk mendukung perkembangan golf di Indonesia. Itu sebabnya, kami menandatangani MOU dengan IJG. Jadi, Sahabat Joyada Siallagan akan mendukung penyelenggaran IJG dalam satu tahun ini. Kami memiliki tujuan, visi dan misi, untuk memperbanyak turnamen, kompetisi junior supaya junior-junior kita juga memiliki mental game yang bagus,” papar Joyada.

Dukungan yang ia maksud akan diwujudkan dalam bentuk dana maupun produk pendukung untuk penyelenggaraan tiap turnamen, seperti air mineral. Meskipun tidak secara eksplisit menyebutkan jumlah dana yang akan pihaknya berikan, salah satu sumber GolfinStyle menyebut bahwa SJS berkomitmen untuk mengucurkan dana sebesar Rp10 juta untuk tiap seri IJG.

 

Hardi Hartoko, selaku Ketua IJG dan Joyada Siallagan sebagai Ketua SJS, melakukan pertukaran MOU yang telah ditandatangani. Foto: GolfinStyle.

 

Joyada menambahkan, keputusannya untuk mendukung IJG dilandaskan pada kesamaan visi dan misi. Menurutnya, posisi IJG sebagai sirkuit golf junior menjadi sangta penting, mengingat inilah tahapan yang akan ikut mengantarkan para pegolf belia Indonesia ke jenjang dan kelas yang lebih tinggi lagi. Keputusan ini juga ia ambil setelah melakukan diskusi serta berkomunikasi langsung dengan pihak IJG.

“Tapi tidak menutup kemungkinan juga nantinya kami bekerja sama dengan beberapa akademi golf. Tapi tentu kami juga akan melakukan verifikasi. Kami tidak ingin asal memberi dukungan agar dukungan ini tidak disalahgunakan,” sambung Joyada, yang semasa kuliah di Universitas Indonesia sempat aktif berkompetisi dalam sepakbola mahasiswa.

Bukan Mengundurkan Diri
Pada putaran final penyelenggaraan Premier League 1 di Padang Golf Matoa Nasional tersebut, Joyada juga menepis kabar bahwa ia mengundurkan diri sebagai salah satu calon pada pemilihan Ketua PGI Pengurus Provinsi DKI Jakarta pada 19 Januari 2020 lalu.

“Saya bukan mengundurkan diri. Saya hanya berkompromi dengan rival saya demi (kemajuan) golf. Kemenangan sejati saya adalah memberi (jalan) kepada rival saya, yang benar-benar peduli, untuk memiliki komitmen dan integritas untuk memajukan dunia golf,” jelas Joyada.

Joyada menggarisbawahi bahwa untuk mempercepat kemajuan olahraga golf di Indonesia, tidak ada lagi yang namanya persaingan.

“Tidak ada pihak yang namanya lebih bagus (daripada yang lain). Saya mau supaya kita sama-sama memajukan dunia golf.”

“Tidak ada pihak yang namanya lebih bagus (daripada yang lain). Saya mau supaya kita sama-sama memajukan dunia golf,” tegasnya. “Saya mendukung dunia golf di Indonesia bukan karena jabatan. Bukan hanya melalui jabatan, misalnya Ketua PGI Pengprov DKI Jakarta atau Ketua PB PGI, saya berkomitmen untuk dunia golf. Saya sudah sejak dulu bermain golf. Saya ikut berjuang untuk golf DKI karena saya cinta golf.”

Joyada menyadari bahwa persaingan di lingkungan asosias di tingkat daerah justru dapat menghambat perkembangan. Itu pula sebabnya ia menegaskan, meski tak terpilih sebagai ketua, ia tetap menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan golf.

“Saya mau Indonesia ini juga dikenal dengan golfnya. Tapi dukungan itu tidak hanya melalui IJG ‘kan? Itu sebabnya, kami mau bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan yang mempunyai komitmen dalam hal pembinaan golf Indonesia. Tapi memang IJG-lah yang pertama kali kami dukung.”

MOU yang ditandatangani oleh Joyada, mewakili SJS, dan Hardi Hartoko mewakili IJG jelas menegaskan ikatan dan komitmen tersebut. Bagi IJG, dukungan ini jelas menjadi sangat berarti, khususnya dalam operasional penyelenggaraan tiap seri sepanjang musim 2020 ini.